<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486</id><updated>2012-02-16T02:14:57.868-08:00</updated><category term='diskursus kebangsaan'/><category term='kehidupan sehari-hari'/><category term='puisi'/><category term='dialog ke-HmI-an'/><category term='diskusi ke_KEMA-an'/><title type='text'>Rumah Ide</title><subtitle type='html'>Sebuah Rumah, tempat paling hangat untuk istirahat, tempat paling  damai untuk berbagi, tmpat paling ramai untuk saling menertawai, sekaligus tempat paling sepi untuk mengasingkan diri</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>81</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-6204821084964688325</id><published>2011-12-18T20:02:00.000-08:00</published><updated>2011-12-18T20:46:27.866-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kehidupan sehari-hari'/><title type='text'>curhat koass</title><content type='html'>beberapa hari ini, saya sedang mengalami kesuntukan yang sangat luar biasa. bukan, ini bukan sakit, entah apa, beberapa teman bilang, mungkin saya hanya sedang lelah, capek. lelah karena apa? saya tak melakukan banyak hal-hal penting akhir-akhir ini. capek karena terlalu sibuk coass katanya. hmm... benarkah?&lt;br /&gt;sudah hampir delapan bulan ini saya menjalani kehidupan per-coass-an. sudah menyelesaikan lima dari empat belas bagian yang harus kami selesaikan untuk menyelesaikan gelar dokter. dan sejauh ini, memang kehidupan saya banyak tersita di rutinitas yang satu ini. tidak. saya bukan tipe mahasiswa rajin. sama sekali bukan. bukan juga tipe mahasiswa bureng*.&lt;br /&gt;kehidupan per-coass-an memang kehidupan yang sangat menyibukkan. atau jangan-jangan sayanya yang selama ini terlalu terbiasa bermalas-malasan sehingga ketika begitu masuk ke dunia coass yang menuntut waktu dan perhatian lebih banyak, saya tak mampu menyesuaikan diri. entahlah, agar kita sama-sama bisa menilai lebih fair, saya deskripsikan kegiatan saya selama beberapa bulan terakhir selama saya coass. setiap hari dari hari senin sampai sabtu, saya harus masuk rumah sakit jam 7.30 pagi, di beberapa bagian malah harus datang sebelum jam 7. selesai dinas jam dua, biasanya harus lanjut jaga (siang atau malam, atau dua-duanya). pulang ke rumah pasti capek, langsung tidur. selain dinas, dan jaga, masih ada tugas bikin referat, diskusi status. jikapun ada waktu luang di antara semua kesibukan-kesibukan itu, waktunya diapakai untuk belajar (anda harus belajar, karena ujian tak bhisa nyontek lagi seperti waktu zaman kuliah). anda bisa bayangkan kan, bagaimana sibuknya...&lt;br /&gt;dan tiba-tiba di tengah-tengah kekalutan pikiran saya, tiba-tiba sy menemukan postingan saya beberapa waktu lalu, http://fadlanous.blogspot.com/2010/11/kesibukan-profesi-merampas-semua-waktu.html ...&lt;br /&gt;sialan. sepertinya saya harus liburan. setidaknya satu minggu ini..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-6204821084964688325?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/6204821084964688325/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=6204821084964688325' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/6204821084964688325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/6204821084964688325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2011/12/curhat-koass.html' title='curhat koass'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-543513556463604785</id><published>2011-05-06T21:53:00.000-07:00</published><updated>2011-05-06T22:33:23.584-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Behind That Hazel Eyes</title><content type='html'>apakah semua genggaman melahirkan hujan?&lt;br /&gt;aku bertanya karena setiap kali&lt;br /&gt;kita berpegangan dan menautkan tangan,&lt;br /&gt;matamu tiba-tiba berubah jadi pelangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perjalanan telah membawaku begitu jauh&lt;br /&gt;ada begitu banyak negeri untuk berlabuh&lt;br /&gt;namun entah mengapa aku tak pernah jenuh &lt;br /&gt;ingin tinggal di matamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena inilah aku tak percaya pada sekolah&lt;br /&gt;kita selalu diajari bagimana memetik bintang&lt;br /&gt;tapi guru tak pernah cerita bagaimana cara&lt;br /&gt;mengeluarkan aku dari matamu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-543513556463604785?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/543513556463604785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=543513556463604785' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/543513556463604785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/543513556463604785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2011/05/behind-that-hazel-eyes.html' title='Behind That Hazel Eyes'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-5909320920586492560</id><published>2011-03-22T11:02:00.000-07:00</published><updated>2011-03-22T11:32:31.593-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>jalan panjang menuju rumahmu</title><content type='html'>I. Sejak kecil, kita diajar&lt;br /&gt;melipat dan melipit kertas&lt;br /&gt;lalu memendekkan jarak-jarak&lt;br /&gt;dalam skala-skala peta&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(andai saja kita bisa melipat ruang,&lt;br /&gt;agar rumahku dan rumahmu tak berpisah jarak)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.Sejak awal Tuhan menciptakan&lt;br /&gt;kita terjebak dalam ruang -ruang&lt;br /&gt;hingga antara rumahmu dan rumahku&lt;br /&gt;tersimpan jarak yang begitu rentang&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(kelak akhirnya kita tahu&lt;br /&gt;bahwa Tuhan menciptakan jarak&lt;br /&gt;agar kita percaya pada kata rindu)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;III.dan mengantarmu pulang&lt;br /&gt;adalah pekerjaan rumit yang paling kurindukan&lt;br /&gt;karena jalan panjang menuju rumahmu&lt;br /&gt;adalah jalan dipenuhi kelok dan liku&lt;br /&gt;&lt;i&gt;di sepanjang jalan aku berdoa &lt;br /&gt;semoga jalan menuju rumahmu&lt;br /&gt;tak serumit jalan menuju hatimu&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-5909320920586492560?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/5909320920586492560/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=5909320920586492560' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/5909320920586492560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/5909320920586492560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2011/03/jalan-panjang-menuju-rumahmu.html' title='jalan panjang menuju rumahmu'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-1420949658808264287</id><published>2010-12-23T11:51:00.000-08:00</published><updated>2010-12-23T12:09:26.612-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskursus kebangsaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kehidupan sehari-hari'/><title type='text'>berhentilah mengeluhkan kemacetan</title><content type='html'>Beberapa hari yang lalu, ketika peringatan hari anti korupsi sedunia, Makassar dilanda macet total. saya sedang berada dalam perjalanan pulang kerumah sore itu, saat saya terjebak macet di daerah jl.perintis kemerdekaan. Makassar macet total, kendaraan tak bisa bergerak sama sekali dan saya terjebak di tengah-tengah. Sama sekali tak ada jalan alternative yang bisa digunakan untuk meloloskan diri dari tumpukan kendaraan. Sembari menunggui arus kendaraan bergerak kembali, saya mencoba-coba membuka Fesbuk dan twitter lewat Handphone. Dari facebook dan twitter lah, saya tahu kalau kemacetan ini terjadi hampir di seluruh kota, dan terjadi akibat demonstrasi mahasiswa memperingati hari anti korupsi. Beberapa teman-teman dengan nada kasar menghujat demonstrasi mahasiswa yang menjadi penyebab kemacetan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di tulisan ini, saya tak hendak membahas kemacetan dan demonstrasi itu. Ikut-ikutan mengomentari demonstrasi dan kemacetan itu tidak akan menyelesaikan masalah, malah hanya menghabiskan energy saja. Saya bukannya tak mau sok suci dengan pura-pura tak mengeluh saat terjebak kemacetan di tengah-tengah perjalanan pulang dari kampus yang melelahkan.  Namun, daripada terjebak dalam hujatan-hujatan dan keluhan yang sangat tak konstruktif, saya lebih memilih menepikan kendaraan, mematikan mesin, memasang headset, menyetel musik dan mencoba menikmati kemacetan.&lt;br /&gt;Mencoba memahami kemacetan dalam sudut pandang seperti ini memang susah. Tapi saya mencoba melihatnya seperti ini;  Kita begitu marah saat terjbak di tengah kemacetan, karena macet telah menghisap waktu-waktu produktif kita. Bagi kita yang hidup di kota-kota besar, dengan tingkat kesibukan dan mobilitas yang begitu tinggi, kehilangan waktu lima menit saja bisa membuat kita begitu marah dan uring-uringan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di sela-sela kemacetan itu, saya menyadari beberapa hal. Saya menyadari betapa kehidupan kita setiap hari bergerak begitu cepat. Cobalahkita tengok kehidupan kita tiap hari. Bagi seorang mahasiswa kedokteran (saya kebetulan mahasiswa kedokteran), kita berangkat ke kampus tiap hari jam tujuh pagi, lalu mengikuti kuliah sampai sore, pulang kuliah kita harus mengerjakan berbagai laporan praktikum, tugas-tugas mata kuliah, mengulangi pelajaran, plus mempersiapkan mata kuliah keesokan harinya. Bagi mahasiswa koass jauh lebih sibuk lagi. Bagi mahasiswa di jurusan lain, entahlah sesibuk apa, tapi rasa-rasanya, kesibukannya tak akan jauh berbeda. Bagi yang sudah bekerja, kesibukan pastinya jauh ebh berat lagi. Saya beberapa kali memperhatikan siklus kehidupan harian beberapa senior-senior dan dosen saya dikampus. Dan kehidupannya, rata-rata tidak jauh berbeda satu sama lain, sama-sama sibuk. Berangkat ke Rumah Sakit jam tujuh pagi, pulang sore, lanjut ke klinik hingga jam sepuluh malam. Dan itu berlangsung setiap hari!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kadang-kadang berpikir apakah teman-teman sejawat (atau calon sejawat) lain ini tak pernah jenuh dengan kehidupannnya? Kehidupan kita selama ini (apapun itu, baik kehidupan sekolah, kuliah, kerja, dsb) tiap hari berjalan dalam tempo yang begitu cepat (perhatikan betapa tiap hari kita selalu merasa diburu-buru waktu), begitu penuh (cobalah menghitung waktu istirahat kita tiap hari) dan begitu determinisnya (kita bahkan tak pernah memikirkan betapa ketatnya jadwal siklus hidup kita). Dan kita semua melewati hari-hari yang super sibuk ini tanpa pernah bertanya, seakan-akan memang seperti itulah harusnya kita mengisi hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang menjalani hari-hari yang penuh kesibukan itu merupakan suatu hal yang positif, setidaknya bagi masyarakat modern. Data menunjukkan, bahwa semakin maju masyarkat, tingkatkesibukan masyaraktnya makin tinggi, dan rata-rata waktu senggang yang dimiliki penduduknya makin rendah. Namun, kecepatan laju kesibukan kita dalam beberapa hal menimbulkan efek negatif. Data menunjukkan, kesibukan profesi berpengaruh terhadap tingginya tingkat stress, dan kerentanan terhadap tekanan emosional, dan penurunan kekebalan terhadap penyakit bagi masyarakat yang hidup di kota besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, tanpa kita sadari, rutinitas siklus hidup yang begitu cepat dan berulang-ulang tiap hari ini juga menyebabkan kita menjadi robot. Ya, menjadi robot. Bayangkan saja, kita melakukan hal yang sama dan berulang-ulang tiap hari,tanpa jeda, tanpa istrahat dan dalam kecepatan tinggi. Lama-kelamaan rutinitas itu kita lakukan bukan atas dasar kesadaran kita, melainkan karena memang sudah kebiasaan. Akibatnya adalah kita kehilangan kepekaan dan kehilangan kesadaran terhadap apa yang sedang kita lakukan. Kita tak ubahnya robot yang telah diprogram untuk melakukan sesuatu. Bedanya adalah kita bernafas, robot tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang agak susah untuk bisa melepaskan diri dari belenggu rutinitas dan kecepatan hidup harian kita. Rutinitas dan belenggu kecepatan hidup ini disetting sedemikian rupa dalam bentuk jadwal kuliah yang padat, tugas kuliah,  praktikum, jadwal kerja, kepentingan klien, kepentingan bisnis, dan sebagainya. Dan kita menerima itu semua tanpa pernah menggugat. Kita dirobotisasi sedemikian rupa, dan kita menerimanya begitu saja. Untuk itulah mungkin, di sela-sela kehidupan kita yang super-sibuk itu, kita kadang-kadang butuh kemacetan. Jadi, berhenti menggerutu dan selamat menikmati kemacetan…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-1420949658808264287?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/1420949658808264287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=1420949658808264287' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/1420949658808264287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/1420949658808264287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2010/12/berhentilah-mengeluhkan-kemacetan.html' title='berhentilah mengeluhkan kemacetan'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-1941737569185914093</id><published>2010-12-07T21:28:00.000-08:00</published><updated>2010-12-07T22:21:41.825-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskursus kebangsaan'/><title type='text'>Wikileaks dan tatanan dunia baru</title><content type='html'>tragedi penyerangan menara kembar WTC dan gedung Penthagon pada tanggal 11 september, 9 tahun silam menandai dimulainya tatanan baru dalam dunia politik internasional. Pasca berakhirnya perang dingin di awal tahun 90-an, tragdi 911 praktis menjadi babak baru bagi tatanan dunia internasional. Akibat dari serangan ini, Amerika di bawah komando bush jr. berdiri di hadapan internasional mengumandangkan perang terhadap terorisme yang praktis membagi dunia ini menjadi poros amerika dan poros teroisme (versi amerika). sederhananya "jika anda bukan bagian dari kami, maka anda adalah bagian dari terorisme yang harus diberangus". maka dimulailah perang membasmi terorisme versi amerika di sentero bumi, mulai dari afganistan, irak, dan mungkin sebentar lagi iran, atau korut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tiba-tiba beberapa hari belakangan ini, dunia internasional dikejutkan dengan bocornya informasi super-rahasia milik pemerintah AS di situs wikileaks. Ratusan ribu dokumen rahasia yang sebagian besar di antaranya merupakan bocoran lalu lintas kawat diplomatik dari kementerian luar negeri dan kementerian pertahanan AS di washington kepada seluruh konsulatnya di luar negeri dan sebaliknya ini benar-benar menggemparkan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pengamat internasional menganggap bocornya informasi ini merupakan sebuah bencana paling besar di bidang informasi. Efeknya bahkan bisa mengalahkan efek dari serangan WTC karena sebagaian besar informasi yang dipublikasikana oleh wikileaks merupakan informasi yang sangat rahasia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek ang paling terasa secara langsung akibat dari bocornya kawat diplomatik ini adalah perubahan dalam pola diplomasi negara-negara dunia terkait dengan AS. Berbagai dokumen yang dibocorkan menggambarkan bagaimna persepsi dan rencana rahasia AS terhadap negara-negara di dunia beserta pemimpinnya. dalam beberapa surat  rahasia itu, presiden afganistan digambarkan sebagai seorang paranoid yang terlalu lemah, kanselir Jerman, Angela Merkel digambarkan dalam istilah 'kanselir teflon", presiden prancis nicola Sarcozy digambarkan sebagai "pejabat tanpa busana", serta berbagai sentimen negatif dan kecurigaan lainnya terhadap pemimpin-pemimpin dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan-laporan ini tidak hanya mebuktikan kecurigaan dan sentimen negatif AS terhadap negara-negara lain di dunia, namun juga memberikan gambaran ketakutan AS akan kekuatan-kekuatan lain. tentu saja, di tengah buruknya diplomasi AS selama ini, baik dalam menyelesaikan sengketa Timur Tengah, memburuknya keamanan di irak dan Afganistan, krisis Korea, resistensi terhadap Amerika yang semakin meluas di Amerika Selatan, serta kekacauan politik di sebagian besar afrika, bocornya informasi ini akan semakin memperlemah posisi Amerika di dunia internasional. Bahkan tak mungkin loyalis-loyalis amerika yang selama ini patuh terhadap perintah washington, akan berbalik arah, atau setidaknya negara-negara yang selama ini memperlihatkan sikap netral dalam urusan-urusan Amerika akan semakin berani angkat bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek jangka panjang yang akan dirasakan adalah keguncangan ekonomi. Sentimen negatif terhadap amerika, ketidak pastian kebijakan luar negeri pasca bocornya informasi rahasia ini, serta keguncangan dan kepanikan pelaku ekonomi skala internasional, bisa saja mempengaruhi pasar saham internasional. atau setidaknya sentimen  positif yang berusaha dibangu oleh Amerika pasca krisis ekonomi yang melanda mereka dua tahun silam harus menemui jalan terjal. Bagaimanapun semakin sulit menemukan kepercayaan terhdapa Amerika pasca bocornya informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kegemparan dunia akibat bocornya informasi ini, orang mulai bertanya-tanya, bagaiman konstalasi dan peta kekuatan politik internasional pasca bocornya informasi ini. melihat respon negara-negara lain sesaat setelah bocornya informasi ini. Sebagian besar negara-negara yang terkait dan disebutkan dalam dokumen-dokumen itu memilih bersikap (kelihatan) tenang. Yang sibuk justru kemnetrian luar negeri dan kedubes AS yang sibuk memperbaiki hubungan dan menjelaskan perihal isi dokumen itu ke pemimpin negara-negara lain yang disebutkan. Iran, china, dan Rusia,(serta Korut jika kita masih menganggapnya punya cukup kekuatan) yang selama ini dianggap bisa menandingi AS secara baik dalam kekuatan militer maupun ekonomi dan belakangan terlihat aktif menjalin kerjasama dan membangun "sekutu bayangan" di regional, sedikit banyaknya akan diuntungkan dengan kondisi seperti ini. Setidaknya, menurunnya kepercayaan berbagai negara di AS, akan membuat poros kekuatan dunia akan berpaling ke mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-1941737569185914093?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/1941737569185914093/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=1941737569185914093' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/1941737569185914093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/1941737569185914093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2010/12/wikileaks-dan-tatanan-dunia-baru.html' title='Wikileaks dan tatanan dunia baru'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-7692587481428751749</id><published>2010-12-02T03:09:00.000-08:00</published><updated>2010-12-02T03:10:49.195-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskursus kebangsaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dialog ke-HmI-an'/><title type='text'>Jika Tuhan saja menginginkan kita berbeda, mengapa kita mau memaksakan penyeragaman?</title><content type='html'>Beberapahari yang lalu saya membaca tulisan seseorang (yang kebetulan seorang senior saya, di FK) di halaman fesbuknya. Tulisan itu berkisah tentang kerinduan si penulis yang telah bertahun-tahun belajar dan bekerja di luar negeri (waktu itu lagi hari ray lebaran, jadi si senior ini mungkin lagi homesick berat sama kampong halamannya).  Si penulis menceritakan tntang kerinduan akan tradisi dan ritual-ritual yang dulu selalu dilakukan si penulis semasa di kampung halaman. Tak lupa pula ia mengomentari perbedaan shalat idul adha yang memang hanya terjadi di Indonesia. Bagi si penulis, perbedaan dalam pelaksanaan shlat idul adha, sejauh ini tak perlulah didramatisir sedemikian rupa. Toh, perbedaan dalam beragama memang hal yang fitrawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lumayan banyak teman-teman yang memberikan komentarnya untuk tulisan itu.  Komennya pun beraneka ragam,tapi sebagian besar komentar yang muncul terait dengan isu perbedaan pandangan dalam beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah kutipan yang menurut saya menarik daribeberapa komentar tersebut. Seorang teman penulis berkomentar bahwa perbedaan pandangan merupakan sebuah kemestian. Baginya perbedaan merupakan fitrah kita sebagai mahluk ciptaan Tuhan, jadi konsp keseragaman yang selama ini kita anut, itu melanggar fitrah kita. Toh, kalau memang Tuhan menghendaki kita semua ciptaan-Nya ini, memiliki pandangan yang sama, tuhan dapat saja dengan mudah melkukannya, tapi Tuhan tak melakukannya bukan?  Lalu mengapa kita, manusia-manusia ini, mau menjadi Tuhan dengan memaksa mahluk-mahluk ciptaan Tuhan untuk menjadi seragam?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-7692587481428751749?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/7692587481428751749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=7692587481428751749' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/7692587481428751749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/7692587481428751749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2010/12/jika-tuhan-saja-menginginkan-kita.html' title='Jika Tuhan saja menginginkan kita berbeda, mengapa kita mau memaksakan penyeragaman?'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-5579100231239372160</id><published>2010-11-16T05:20:00.000-08:00</published><updated>2010-11-16T05:35:11.290-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kehidupan sehari-hari'/><title type='text'>HAPPY IED!!!!</title><content type='html'>bagaimana mencari kata-kata yang cocok ya??&lt;br /&gt;begini saja, langsung pada tema intinya:&lt;br /&gt;Selamat idul adha 1431 H&lt;br /&gt;mohon maaf lahir bathin!!&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/TOKIZilz08I/AAAAAAAAAGk/wLpsPzz2zAc/s1600/idul-adha-2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 212px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/TOKIZilz08I/AAAAAAAAAGk/wLpsPzz2zAc/s320/idul-adha-2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540140463982629826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;mmm...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-5579100231239372160?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/5579100231239372160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=5579100231239372160' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/5579100231239372160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/5579100231239372160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2010/11/happy-ied.html' title='HAPPY IED!!!!'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/TOKIZilz08I/AAAAAAAAAGk/wLpsPzz2zAc/s72-c/idul-adha-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-1635398606225897614</id><published>2010-11-14T22:23:00.000-08:00</published><updated>2010-11-14T22:25:09.174-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kehidupan sehari-hari'/><title type='text'>Mimpi: benarkah "pesan" yang dikirimkan Tuhan lewat tidur kita?</title><content type='html'>Ada banyak hal yang kita percayai tentang mimpi. Berbagai kebudayaan di peradaban manapun di seantero dunia punya tradisi mitos  yang begitu kuat yang mempercayai adanya keterkaitan antara mimpi yang kita alami dengan kejadian nyata dalam kehidupan kita. Beberapa kebudayaan mempercayai bahwa mimpi merupakan pesan akan kejadian yang akan terjadi di masa depan. Beberapa kebudayaan lain percaya bahwa mimpi merupakan media komunikasi bagi orang-orang yang telah mati untuk berinteraksi dengan manusia yang masih hidup, beberapa kepercayaan lain percaya bahwa mimpi merupakan cara  Tuhan berbicara dengan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak dulu, saya sebenarnya tak pernah percaya dengan semua mitos itu. Bagi saya, tak ada satupun penjelasan argumentatif  yang bisa menjelaskan keterkaitan antara mimpi dengan  kejadian-kejadian di masa depan, bahkan penjelasan yang paling metafisis sekalipun. Satu-satunya penjelasan metafisis yang saya percaya tentang mimpi adalah bahwa mimpi merupakan keistimewaan yang Tuhan berikan kepada para Nabi, agar Tuhan bisa bicara dengan orang-orang terpilih itu lewat mimpi mereka. Dan keistimewaan itu hanya untuk para Nabi, yang lain tidak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mempercayai hal itu, hingga pada suatu ketika, mungkin satu atau dua minggu yang lalu saya mengalami kejadian aneh.  Suatu malam saya mengalami dua mimpi berturut-turut dalam tidur saya. Saat  pertama saya tidur malam itu, saya bermimpi bertemu dengan teman (teman? Yahh seperti itulah kami sering mengakuinya) semasa SMA.  Dalam mimpi yang bersetting di halaman SMA itu, si teman lama menghampiri saya, lalu mohon pamit karena dia hendak pindah rumah. Beberapa detail dalam mimpi itu saya sudah lupa, anda pasti tahu susahnya mengingat detail-detail mimpi yang rumit, tapi yang pasti, dalam mimpi saya itu, si &lt;i&gt;teman lama&lt;/i&gt; memohon izin karena hendak pindah rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Setelah mimpi itu, saya sempat terbangun, sempat nonton TV sejenak, lalu tertidur kembali. Nah, setelah tertidur kembali, saya kembali bermimpi. Kali ini mimpinya agak lebih dramatis, saya bermimpi dikejar-kejar ayah saya yang waktu itu saya tak tahu alasannya kenapa, hingga dia seperti kesetanan mengejar-ngejar saya. Rasanya saat itu, saya muncul begitu saja  dalam mimpi dan tiba-tiba saja berada dalam situasi di mana saya harus berlari mencari tempat sembunyi, sementara ayah saya berlari mengejar saya dengan kayu bakar di tangannya. Setelah mimpi itu, saya kembali terbangun, saya sempat berpikir alangkah anehnya mimpi ini, tapi saya percaya bahwa mimpi-mimpi yang aneh memang sering terjadi dalam tidur kita. Jadi, ini adalahsesuatu yang lumrah dan biasa terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mengejutkan saya adalah ternyata pada hari itu juga saya mengalami dua peristiwa yang.. (apa ya bahasanya? Membekas? Dramatis? Memorable?) intinya susah saya lupakan. Pertama, pagi-pagi pas saya menelefon ayah untuk sebuah keperluan, ayah ternyata lagi marah sama saya. Ia sangat tersinggung dengan sikap saya beberapa minggu sebelumnya yang ternyata masih sangat membekas di hatinya. Selama ini ayah tak pernah bilang ke saya sebelumnya.  Saking emosinya sama saya, saat bicara, ia bahkan terdengar hampir menangis.  Saya merasa sangat menyesal saat itu juga, merasa bersalah, berdosa, merasa kurang ajar, tak tahu terima kasih. Di telefon, saya hanya bisa merasa bersalah dan mengutuki diri dalam hati. Ayah menutup telefonnya, sebelum saya sempat minta maaf..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, pas hari itu juga, saat saya lagi buka fesbuk, seorang teman lama (yang tadi muncul di mimpi) menyapa di chatroom. Setelah ngobrol beberapa lama, ia memberitahu saya, katanya beberapa minggu lagi mau nikah. Saya sangat terkejut, dia tak pernah bilang sebelumnya. Saya bahkan tak tahu bahwa dia punya pacar. Katanya, si lelaki itu teman waktu bimbel dulu. Waktu itu saya bilang, Alhamdulillah, semoga berbahagia, jadilah keluarga yang teduh dan semoga sukses dalam hidup..  sebelum dia offline, dia sempat bercanda, katanya sampai sekarang dia masih menunggu saya nembak. Ahh… ada-ada saja..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sebenarnya tak ingin mempercayai segala takhyul dan mitos yang orang lain percayai tentang mimpi, tapi dua kejadian hari itu begitu nyata, dan semua orang yang mendengar kisah ini (walaupun saya tak pernah menceritakan kisah ini kecuali di blog ) pasti merasakan adanya kaitan antara dua mimpi saya hari itu dengan dua kejadian yang terjadi hari itu juga. Saya juga tak mungkin menyangkal kaitan ini.&lt;br /&gt;Saya pernah mendengar penjelasan rasional dari seorang dosen (saya lupa siapa namanya), bahwa mimpi sebenarnya merupakan akibat dari proses penyusunan memori-memori yang ditangkap oleh otak kita. Saat kita tidur atau istrahat, otak kita menyusun kembali  memori-memori yang telah direkam sepanjang hari dan memilah-milahnya ke dalam memori jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Nah.. menurut penjelasan ini, mimpi yang kita alami itu adalah efek dari aktifitas otak ini. Masalahnya adalah mimpi yang saya alami hari itu, bukanlah  sesuatu yang pernah terekam dalam memori otak saya sebelumnya. Saya tak pernah tahu tentang kemarahan ayah saya sebelumnya. Dan saya juga tak pernah berkomunikasi lagi dengan si &lt;i&gt;teman lama&lt;/i&gt; selama berbulan-bulan, saya juga tak pernah memikirkannya belakangan ini. Terakhir saya bertemu dia beberapa bulan yang lalu. Jadi, menganggap mimpi ini sama sekali hal biasa dan tak ada kaitan dengan kehidupan nyata justru terasa tak masuk akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah.. mimpi dan kenyataan memang berada pada dua dimensi kehidupan yang berbeda.  Kita tak pernah (atau belum) benar-benar mampu menemukan benang merah antara keduanya. Tapi kadang-kadang kita tahu (sesubjektif apapun perasaan kita) bahwa ada kaitan besar (atau mungkin pesan) yang ingin disampaikan oleh mimpi kita..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-1635398606225897614?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/1635398606225897614/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=1635398606225897614' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/1635398606225897614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/1635398606225897614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2010/11/mimpi-benarkah-pesan-yang-dikirimkan.html' title='Mimpi: benarkah &quot;pesan&quot; yang dikirimkan Tuhan lewat tidur kita?'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-97941521892696364</id><published>2010-11-14T22:19:00.000-08:00</published><updated>2010-11-14T22:21:26.056-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskusi ke_KEMA-an'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kehidupan sehari-hari'/><title type='text'>Kesibukan profesi: merampas semua waktu kita?</title><content type='html'>Judulnya memang agak sedikit provokatif (anak muda sekarang bilangnya lebay), tapi jujur saja saya sering memikirkan hal ini. Di sela-sela kesibukan sehari-hari, saya sering berpikir suatu saat nanti, ketika saya telah mencapai fase di mana kesibukan sebagai seorang calon dokter ataupun kesibukan sebagai seorang dokter mencapai masa di mana kesibukan itu benar-benar menghabiskan waktu saya yang hanya 24 jam itu, apakah saya masih punya sedikit waktu untuk diluangkan membaca buku-buku (buku-buku apa saja, selain buku kedokteran), membaca surat kabar, dan menonton film,  seperti yang selama ini saya lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, di tengah-tengah kesibukan (sebenarnya memang tak cocok disebut sebagai kesibukan, karena memang tak sibuk-sibuk amat) sebagai seorang mahasiswa kedokteran di sebuah perguruan tinggi negeri di Makassar, saya selalu punya waktu yang bisa saya habiskan dengan membaca buku, membaca artikel-artikel menarik di surat kabar, atau menonton film-film menarik. Saya memang tak punya jadwal khusus untk melakukan semua kegiatan itu, tapi yang pasti, selalu saja ada waktu kosong yang bisa saya gunakan. Di tengah-tengah waktu belajar, ketika saya dilanda kebosanan membaca buku-buku kuliah, atau di tengah siang, saat lagi mengantuk berat mendengarkan penjelasan dosen di ruang kuliah, saya sering gunakan waktu itu untuk  membaca novel, mebaca buku-buku filsafat, atau buku-buku sosial budaya atau kalau lagi malas baca buku saya memilih nonton film.  Di tengah malam, saat lagi tak bisa tdur, saya sering buka catatan teman-teman di fesbuk atau blog mereka  yang berisi puisi-puisi terbaru, atau saya nonton film. Pagi-pagi saat lagi malas masuk kuliah pagi, atau sabtu dan minggu pagi sebelum ke kampus (ahh… selalu saja ada hal yang harus dikerjakan di kampus, saat orang harusnya libur) saya sering gunakan waktu itu untuk baca artikel-artikel menarik di kompas atau sindo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama lagi, saya mungkin akan menyelesaikan pendidikan preklinik di fakultas ini. Itu berarti bahwa saya akan memasuki fase-fase tersibuk dalam kehidupan saya sebagai calon dokter.Semua orang tahu, bagaimana sibuk dan sulitnya kehidupan coass di rumah sakit. Harus dinas tiap pagi di rumah sakit (anda harus datang tepat waktu, tak bisa nitip absen karena mahasiswa yang dinas cuma belasan orang, beda dengan semasa kuliah yang satu ruangan bisa berisi ratusan orang), setelah dinas,  harus tugas jaga lagi (tentu saja anda harus jaga, karena keselamatan pasien di rumah sakit terletak pada coass yang jaga waktu itu), di sela-sela  dinas dan tugas jaga itu anda harus pintar-pintar membagi waktu, antara mengerjakan referat (semacam ulasan ilmiah tentang suatu topic penyakit tertentu) yang sangat panjang, waktu untuk istrahat, dan waktu untuk belajar buat persiapan  ujian yang susahnya minta ampun. Walaupun kesibukan di tiap-tiap bagian selama coass berbeda-beda, tapi secara umum, seperti itulah prosesnya. &lt;i&gt;Intinya sibuk!!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lulus? Apalagi!!Setelah melewati masa koass, harus belajar intensif buat persiapan uji kompetensi yang terkenal super-susah.  setelah lulus uji kompetensi , kesibukan kita  tergantung jenjang karir dan profesi yang kita pilih, yang memilih jadi klinisi mungkin akan sibuk buat jaga di klinik-klinik, atau sibuk jadi dokter di puskesmas atau rumah sakit milik pemerintah, yang memilih jadi dosen, mungkin sibuk dengan profesi barunya sebagai tenaga pengajar dan tenaga bantuan umum (yahh… anda tahulah dosen baru biasanya juga merangkap jadi tukang suruh-suruh dosen yang lebih senior).  Sekarang lebih parah lagi, aturan baru untuk  lulusan dokter sekarang, setelah lulus uji kompetensi harus magang di rumah sakit daerah dan puskesmas selamaminimal satu tahun. &lt;i&gt;Sangat sibuk, bukan??&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran dan ketakutan ini seringkali mengganggu pikiran saya, karena bagi saya, membaca buku-buku (novel, kumpulan cerpen, puisi, filsafat, sosial politik, budaya, bahkan komik sekalipun) serta nonton film itu bukan hanya tentang penyaluran hobi dan kegemaran. Lebih dari itu, membaca, tanpa disadari merupakan bagian dari pembentukan karakter kita.  Terbiasa mebaca berbagai macam buku, menonton berbagai jenis film (kecuali film-film porno, itu tak dianjurkan sama sekali) bukan hanya memperluas wawasan dan khasanah pengetahuan kita, tapi juga merupakan elemen yangmempengaruhi cara berpikir kita, mempengaruhi tingkat kedewasaan kita. Dan ketika kelak kesibukan profesi ini mengambil waktu kita, saya ragu apakah kita masih punya waktu untuk mengisi otak kita dengan berbagai bacaan di luar bacaan medis. Seperti tubuh, pikiran kita juga perlu nutrisi, dan seperti yang saya pelajari, jika ingin sehat, nutrisi itu harus cukup dan seimbang takarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lihat saja nanti, semoga kenyataannya tak seperti yang saya takutkan. Semoga pikiran ini hanyalah perasaan-perasaan paranoid yang hadir begitu saja saat menyaksikan teman-teman lain yang sudah memasuki fase kehidupan kliniknya, yang sepertinya memang punya jadwal super-sibuk! Entahlah.. kita lihat saja nanti..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-97941521892696364?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/97941521892696364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=97941521892696364' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/97941521892696364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/97941521892696364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2010/11/kesibukan-profesi-merampas-semua-waktu.html' title='Kesibukan profesi: merampas semua waktu kita?'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-2367221414709206098</id><published>2010-11-14T06:18:00.000-08:00</published><updated>2010-11-14T07:03:18.720-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskursus kebangsaan'/><title type='text'>karya seni, kepahlawanan dan skeptisme bangsa</title><content type='html'>beberapa hari yang lalu dalam sebuah diskusi dengan beberapa teman-teman, terlontar sebuah keluhan dari mulut seorang teman, katanya dia heran dengan seniman zaman sekarang. dia heran, katanya dari berapa banyak seniman yang ada di indonesia sekarang, tak satupun yang tertarik untuk mengangkat tema-tema kepahlawanan dalam karya mereka. ia membandingkan lagu-lagu yang dihasilkan sekarang semuanya tak satupun yang bertema kepahlawanan, bandingkan misalnya dengan lagu-lagu zaman dulu ketika zamannya ismail marzuki dengan lagu &lt;i&gt;kopral jono &lt;/i&gt;nya hingga zamannya titiek puspa, semuanya punya tema lagu, setidaknya pernah membuat lagu, yang bertema kepahlawanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam hati saya manggut-manggut. benar juga ya... hhmmm.. mungkin benar kata seorang teman dulu. bahwa globalisasi ttidak hanya menghapuskan sekat sekat negara, sekat-sekat wilayah dan sekat sekat waktu, namun lebih dari itu kuga telah menghapuskan identitas manusia. menghapuskan perasaan bangga sebagai sebuah entitas bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di satu sisi, globalisasi dengan segala kompleksitasnya memang punya andil, tapi menurut saya ada juga satu hal penting yang menyebabkan kurangnya animo anak bangsa untuk menciptakan karya seni bertemakan kepahlawanan. yaitu kegagalan kepemimpinan. yah.. di zamannya ismail marzuki  yang hidup di zaman revolusi fisik dan konfrontasi dengan malaysia, sosok bung karno yang khari9smatik memang begitu menginspirasi banyak orang. kepemimpinannya yang kuat (terlepas dari begitu banyaknya kontroversi terkait kebijakannya) begitu mampu menyihir dan memukau banyak orang, tidak hanya di Indonesia, namun juga menginspirasi dan mempengaruhi jutaan bangsa-bangsa tertindas dan terbelakang di segenap asia afrika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah.. karya seni, apalagi lirik lagu merupakan hasil refleksi seniman terhadap kondisi zamannya. ketika soekarno menjadi pemimpin negeri, ia mampu memberikan arahan akan cita-cita bangsa, ia mampu membangkitkan semangat patriotisme anak bangsa. semangat inilah yang kemudian direkam oleh seniman-seniman waktu itu yang kemudian melahirkan kaya-karya kepahlawanan. sedangkan sekrang kepemimpinan kita hanya melahirkan pesimisme dan skeptisme terhadap kondisi dan masa depan bangsa. pemimpin tak mampu memberikan arahan yang jelasa akan cita-cita bangsa, dan juga tak mampu menumbuhkan semangat kebangsaan itu ke dalam kehidupan rakyatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi, bagaimana  sekarang? kita tak mungkin menghidupkan soekarno untuk berdiri di depan jutaan rakyat Indonesia, dan berharap orasinya akan mampu menggetarkan rakyat republik ini. karena itulah, yang perlu (atau setidaknya yang terpikirkan oleh saya) untuk dilakukan oleh anak bangsa adalah berprestasilah! jadilah anak bangsa yang bisa dibanggakan jadilah anak bangsa yang bisa dijadikan inspirasi bagi jutaan rakyat yang sedang kehilangan harapan, bagi jutaan rakyat yang sedang dilanda skeptisme kronik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-2367221414709206098?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/2367221414709206098/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=2367221414709206098' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/2367221414709206098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/2367221414709206098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2010/11/karya-seni-kepahlawanan-dan-skeptisme.html' title='karya seni, kepahlawanan dan skeptisme bangsa'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-1041357053647545232</id><published>2010-11-14T05:40:00.000-08:00</published><updated>2010-11-14T06:17:48.832-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskursus kebangsaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kehidupan sehari-hari'/><title type='text'>tukang parkir cilik yang sekalian ngamen</title><content type='html'>saya sedang di depan sebuah klinik, beberapa hari yang lalu saat tiba-tiba sesorang anak kecil mendekati saya. saat sedang hendak mengambil motor yang memang saya parkir di luar area klinik ( halaman klinik sempit, jadinya harus parkir motor di luar), seorang anak lelaki kecil  yang saya taksir umurnya mungkin baru 5 atau 6 tahun mendekati saya, dengan entengnya si anak kecil ini menyodorkan telapak tangannya ke saya. hhmmm saya mengerti. ini anak pasti minta biaya parkir. ya.. anda tahulah, walaupun sebenarnya ia tak berhak menarik jasa uang parkir di area yang memang bukan halaman parkir itu, tapi rasanya tak enak berdebat dengan si anak kecil tadi. lagian juga waktu itu saya begitu kasihannya dengan si anak kecil  yang penampilannnya begitu kucek dan kumuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadinya, tanpa banyak timbang-timbung, pas si anak ini yang waktu itu lagi megang karton bekas di tangannya (mungkin bekas dos mi instan atau bekas dos air mineral)  datang sambil nyanyi-nyanyi dan menodorkan tangannya ke arah saya. saya langsung berikan selembar uang seribu rupiah..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;pas selesai saya kasih uang, ehhh.. si adik kecil dengan nyantainya bilang "ihhh boss.. dua ribu nahh... kau ndak liat ini saya juga  ngamen?" dia bilang begitu sambil memmukul-mukulkan karton yang dipegang dengan tangan kanannya itu di punggung lengan kirinya, juga sambil nyanyi  lagu yang tak saya tahu juudulnya apa, karena si anak kecil ini bilang  huruf "r" saja masih belepotan.astaga!!!! saya langsung dongkol dalam hati. Ini anak kecil, dah beruntung juga saya mau kasih uang, eh pake acara bentak-bentak minta nambah lagi. betul-betul edan!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya langsung pelototkan mata ke itu anak. merasa dipelototin, itu anak langsung ngeluyur pergi entah ke mana. say pun meninggalkan tempat itu dengan geleng-geleng kepala.. &lt;i&gt;betul-betul edan!!!! &lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-1041357053647545232?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/1041357053647545232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=1041357053647545232' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/1041357053647545232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/1041357053647545232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2010/11/tukang-parkir-cilik-yang-sekalian.html' title='tukang parkir cilik yang sekalian ngamen'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-933927843433932786</id><published>2010-10-24T21:45:00.000-07:00</published><updated>2010-10-24T23:13:32.123-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskursus kebangsaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskusi ke_KEMA-an'/><title type='text'>Spirit Sumpah Pemuda dan Relevansinya dalam Permasalahan Bangsa Ini</title><content type='html'>Beberapa hari lagi, kita akan sampai di tanggal 28 oktober. Sebuah hari, yang oleh bangsa ini banyak diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Bukannya bermaksud latah, dengan ikut-ikut menulis tentang sumpah Pemuda, namun merefleksikan proses kelahiran sebuah peristiwa sejarah dan menarik relevansinya ke dalam realitas kehidupan kita secara praktis, selain merupakan bentuk penghormatan kepada sejarah, juga sekaligus merupakan cara kita menghadirkan perubahan bagi bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua yang kelak melahirkan Sumpah Pemuda  berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggotakan pelajar dari seluruh indonesia. Panitia kongres yang diketuai Soegondo Atmowiloto menghadirkan perwakilan dari berbagai perhimpunan pemuda Indonesia yang  waktu itu masih banyak merupakan representasi dari entitas-entitas kesukuan dan keagamaan.  Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat. Sehingga menghasilkan Sumpah Pemuda. Tema-tema besar yang diusung dalam kongres pemuda itu adalah  nasionalisme, pendidikan dan kepanduan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir kongres inilah dilakukan pembacaan teks hasil kongres yang belakangan disebut sebagi Sumpah Pemuda. Pembacaan Sumpah pemuda ini kemudian menggaung ke suluruh jajahan hindia Belanda, menjadi topik pembicaraan dan diskusi di berbagai forum, di berbagai studi klub, dan dalam waktu cepat melahirkan gelombang semangat nasionalisme yang  kelak di kemudian hari melahirkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses kelahiran sumpah pemuda yang dibacakan di Gedung Indonesisch Huis Kramat , 82 tahun silam ini, tidaklah lahir dari sebuah ruang yang hampa. Kelahirannya bukanlah hanya sebuah  rangkaian proses sejarah yang determinis dari kejemuan masyarakat  terhadap kondisu bangsa dan realitas penjajahan bangsa Eropa atas bumi nusantara namun juga merupakan hasil dari pergolakan pemuda  sekaligus  kualitas pemuda waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua hal yang dimiliki pemuda Indonesia waktu itu yang mejadi titik tonggak kelahiran sumpah pemuda, yaitu kemampuan berpikir jauh ke depan dan keberanian mengambil sikap atas nasib bngsa sendiri. kemampuan berpikir jauh ke depan dan melompati mainstream pemikiran tradisional waktu itu yang masih bercirikan semangat kesukuan dan semangat keagamaan, merupakan hal yang baru . Begitu juga ide untuk menciptakan lahiranya sebuah negara-bangsa yang kelak bernama  Indonesia (seperti tercantum dalam teks pidato yang dibacakan di kongres waktu itu oleh Moh.Jamin) merupakan  sebuah terobosan ide yang belum terpikir oleh para generasi sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan lebih jauh lagi, kemampuan berpikir melampaui zamannya in telah dibawa oleh pemuda itu ke wilayah-wilayah yang jauh lebih universal, yaitu kesetaraan semua manusia.  Penolakan terhadap segala bentuk  kolonialisme dan dan penindasan sebuah bangsa atas bangsa lain merupakan hal-hal yang langka bagi pemuda-pemuda waktu itu yang bertahun-tahun hidup dalam feodalisme, baik di zaman  kerajaan agraris hingga zaman  pemerintahan kolonial Hindia Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang juga menjadi hal penting dalam proses kelahiran sumpah pemuda  adalah Keberanian mengambil sikap  untuk menyatakan melawan entitas Hindia belanda yang disematkan oleh para penajah. Dengan lantangnya para pemuda meneriakkan sumpah Pemuda  kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia raya yang digubah oleh WR. Supratman, padahal isi Sumpah Pemuda dan lagu Indonesia Raya  tersebut tidak hanya merupakan pernyataan akan persatuan bangsa dari seluruh nusantara, lebih jauh dari itu juga merupakan  pernyataan terang-terangan  akan cita-cita mendirikan sebuah negara bangsa yang merdeka dan berdaulat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyatan cita-cita nasionalisme  ini tidak hanya mendapat tantangan dari pemerintah kolonial waktu itu yang  mengawasi semua gerak gerik pemuda, namun juga mendapat tantangan berat dari pertanyaan apakah bangsa ini telah cukup mampu untuk berdiri di atas kaki sendiri. Namun dengan tegas para pemuda menjawab bahwa rakyat Indonesia mampu untuk berdiri sebagai sebuah bangsa yang berdaulat. Tujuh belas  tahun kemudian, cita-cita besar ini benar-benar terwujud dengan pernyataan proklamasi tahun 1945 oelh Soekarno-Hatta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini kita hidup dalam sebuah negara yang  kehilangan karakternya sebagaia sebuah bangsa yang terhormat dan negara yang berdaulat.  Kebudayaan kita yang lahir dari peradaban yang berusia ribuan tahun, hilang begitu saja dikikis oleh hegemoni budaya barat. Gejala disintegrasi bangsa dan konflik-konflik horizontal antar warganegara adir di mana-mana. Sebagai sebuah negara yang berdaulat, dengan mudahnya wilayah kita dicaplok negara lain. sebagai sebuah entitas politik, negara kita kehilangan taji dalam pergaulan internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala kehilangan karakter dan harga diri sebagai sebuah bangsa  ini merupakan akibat dari ketidak mampuan negeri ini untuk menjadi sebuah negara-bangsa yang mandiri. adalah nyata bagi kita semua hari ini, bahwa dalam berbagai bidang kehidupan, kita mengalami ketergantungan (dependensi) terhadap bangsa lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Globalisasi  ekonomi telah menyeret bangsa ini ke dalam dependensi terhadap kekuatan-kekuatan ekonomi asing, yang celakanya tidak dibarengi dengan penguatan terhadap kekuatan-kekuatan ekonomi mikro di skala local. Akibatnya, begitu mudahnya ekonomi kita disapu badai krisi di tahun 1997  dan kesenjangan kesejahteraan semakin dalam. Lebih jauh lagi permsalahn pelik terkait kemndirian bangsa ini telah menghasilkan prahara politik dan sosial yang berkepanjangan. Di bidang politik, campur tangan asing terhadap kebijakan-kebijakan negara sangat nyata terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke semangat Sumpah pemuda tadi, kemampuan  berpikir jauh ke depan dan melompati zaman merupakan sebuah spirit yang harusnya dihadirkan dalam realita permasalahan bangsa.karena sekali lagi, perubahan tidaklah lahir dari proses dialektika sejarah yang determinis. Kemampuan berpikir melampaui mainstream pemikiran umum seperti yang dimiliki oleh para pemuda angkatan 20-an harusnya bias menjadikan kita mampu memberikan sumbangan-sumbangan yang kreatif dan inovatif bagi perubahan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lebih dari itu, juga dibutuhkan keberanian para pemuda untuk menyatakan sikap terhadap persoalan mendasar bangsa ini. Permasalahan kemandirian bangsa kita, baik dalam bidang ekonomi, social maupun politik hanya bisa  diselesaikan dengan ketegasan sikap. Di bidang ekonomi misalnya, kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat di Indonesia hanya bisa  diwujudkan denan melaksanakan secara konsisten  konsep ekonomi kerakyatan yang mandiri. Begitu juga di bidang politik, kebijakan yang tegas dan merdeka dari intervensi dari kekuatan asing lah yang  bisa mengangkat harga diri kita sebagai sebuah bangsa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Sumpah pemuda bagi sebuah bangsa bernama Indonesia bukanlah hari yang lahir begitu saja. Ia lahir dari pergolakan, tidak hanya fisik, tapi juga pergolakan pemikiran yang alot. Beberapa di antara kita menjadikannya  sebagai ritual yang kosong , dengan hanya sekedar diepringati, dijadikan tema-tema diskusi, dijadikan tema-tema aksi tanpa pernah kita benar-benar merefleksikan releansi semangat sumpah pemuda dalam tantangan bangsa hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Selamat Hari Sumpah Pemuda..&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-933927843433932786?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/933927843433932786/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=933927843433932786' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/933927843433932786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/933927843433932786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2010/10/spirit-sumpah-pemuda-dan-relevansinya.html' title='Spirit Sumpah Pemuda dan Relevansinya dalam Permasalahan Bangsa Ini'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-6863696770806307918</id><published>2010-10-23T10:18:00.000-07:00</published><updated>2010-10-23T10:22:24.736-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dialog ke-HmI-an'/><title type='text'>NDP Lama vs NDP Baru; Benarkah Tak Bisa Dipertemukan?</title><content type='html'>Perdebatan  dalam tubuh HmI terkait dengan penggunaan dua versi NDP (NDP lama versi kongres malang tahun 1969 dan NDP beru versi kongres Makassar tahun 2006) dalam pengkaderan hari ini semakin alot dan pelik. Jika tidak diselesaikan secepatnya, maka permasalahan ini akan menjadi semakin besar bahkan bukan tak mungkin akan menyebabkan perpecahan di tubuh HmI. Semua pihak yang masih peduli dan percaya pada kekuatan HmI tentu saja tidak mau peristiwa terpecahnya HmI menjadi HmI Dipo dan HmI MPO beberapa tahun silam terulang kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah permasalahan adanya dualism versi NDP ini tak bisa diselesaikan? Mari kita mencoba melihat ke belakang, terkait latar belakang penyusunan dua versi NDP ini. NDP yang disusun oleh Nurkholish Madjid (mantan ketua umum PB HmI dua periode) berangkat dari kegalauan beliau akan tidak adanya konsep seragam yang baku dan representative untuk  digunakan dalam semua pengkaderan HmI. Kegelisahan ini memuncak setelah Nurkholish Madjid (Cak Nur) melakukan kunjungan ke Amerika dan Negara-negara islam di timur tengah pada penghujung tahun 60-an. Dalam perjalanannya itu, Cak Nur melihat bahwa ajaran-ajaran dan praktek-praktek keberagamaan islam di seluruh penjuru dunia ternyata sangat beragam satu sama lain. Oleh karena itu, sepulangnya ke Indonesia  Cak Nur merasa bahwa inti-inti ajaran agama islam yang harusnya menjadi dasar bagi seluruh gerak langkah umat islam perlu disarikan ke dalam sebuah format resmi agar bisa diajarkan secara sistematis dalam kegiatan-kegiatan pengkaderan HmI. Karena hal inilah, cak Nur hampir menamai NDP ini dengan nama Nilai-nilai dasar Islam, namun karena takut jika nantinya NDP ini di kemudian hari menjadi tafsir tungggal atas ajaran islam, maka Cak Nur menyebutnya sebagai Nilai dasar perjuangan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puluhan tahun setelah Nilai dasar perjuangan ini dipakemkan, seiring dengan perkembangan tantangan zaman, muncullah banyak keluhan dari hampir semua daerah di Indonesia bahwa banyak hal-hal baru yang tak mampu lagi dijawab oleh NDP  lama ini. Di berbagai cabang, penafsiran kader dan metode penyampaian NDP sudah berbeda-beda, di Badko Jabar dan sekitarnya msialnya,  dikenal adanya metode revolusi Kesadaran, di Badko Sulselrabar dikenal adanya dialog Kebenaran, dan berbagai metode penyampaian NDP lainnya. Di berbagai daerah juga muncul keluhan bahwa NDP lama sudah susah dimengerti oleh kader HmI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, jika kita lihat, usia NDP lama yang telah 40 tahun digunakan dalam kegiatan pengkaderan HmI merupakan usia yang telah cukup lama dan meniscayakan dibutuhkannya perbaikan dan rekonstruksi. Beberapa kader bahkan berkelakar bahwa NDP ini kadang-kadang diperlakukan seperti Al-Quran buruk: dibaca enggan karena tidak paham, tapi kalau dibuang juga takut kualat. Cak Nur sendiri juga pernah mengakui bahwa ekspektasinya sewaktu menyusun NDP pertama kali ialah bahwa NDP yang disusunnya itu bisa digunakan dalam waktu dua puluh tahun, sementara sekarang usia NDP sudah empat puluh tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, pada dasarnya perbaikan dan rekonstruksi NDP memang merupakan hal yang rasional dan wajar dilakukan, apalagi bagi organisasi seperti HmI yang terkenal akan kultur intelektual dan dinamisnya. Namun letak masalahnya adalah sikap kekanak-kanakan kitadalam mempertahankan NDP yang kita gunakan masing-masing. &lt;br /&gt;Jika saya perhatikan, letak penolakan orang-orang yang menggunakan NDP lama terhadap NDP baru disebabkan karena dua issu besar. Pertama, karena faktor legalitas proses penyusunannya yang tidak konstitusional dan yang kedua adalah karena isi materinya yang katanya lebih condong ke mazhab tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Factor legalitas ini banyak dipertanyakan karena keabsahan tim delapan yang merupakan penyususn resmi NDP baru tidak pernah disahkan secara resmi oleh PB, apalagi kemudian terungkap bahwa penyusunan NDP ini lebih banyak merupakan pemikiran tunggal Arianto Ahmad (seorang kader HmI dar cabang Makassar). Bagi saya penolakan NDP karena proses penyusunannya ini merupakan hal yang lucu. Harusnya, sebagai seorang kader HmI yang selalu mengaku mengedepankan rasionalitas dan berpikiran terbuka, permasalahan tentang abash atau tidaknya tim penyusun ini tak perlu dibesar-besarkan. Siapapun yang menyusun NDP ini selama sesuai dengan rasionalitas dan Alquran/sunnah maka ia wajib diterima. Tak peduli mau ditulis oleh tukang becak, sopirpete-pete, ataupun seorang professor selama ia sesuai dengan kebenaran maka wajib hukumnya kita terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penolakan terhadap NDP baru karena terlihat lebih condong ke mazhab pemikiran tertentu dalam islam pun sebenarnya sangat aneh, karena sepanjang yang saya tahu NDP tak pernah berbicara tentang mazhab. Perbedaan mazhab adalah perbedaan tafsiran manusia di wilayah syariat, sedangkan NDP tak membahas tentang syariat. Kalaupun beberapa pemikiran dalam NDP baru, serta penyusun-penyusunnya dikatakan lebih dekat dengan mazhab-mazhab tertentu dalam islam, bukankah kita selama ini meyakini bahwa pendapat dari mazhab apapun, selama tidak bertentangan dengan rasionalitas dan Alquran/Sunnah maka wajib kita terima? Cak Nur sendiri, orang yang menyusun NDP lama, di masa hidupnya banyak ditolak pemikirannya karena dituduh berpikiran sekuler dan kebarat-baratan. Toh tuduhan itu tidak menjadikan kita menolak sosok Cak Nur dan pemikiran-pemikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu benarkah NDP ini tak bisa dipertemukan. Jawabannya, iya, jika masih tetap mempertahankan sikap arogansi intelektual kita, jika semua orang masih merasa terlalu hebat dan pintar untuk menurunkan ego. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, perbedaaan antara NDP lama serta NDP baru terletak dalam sistematika penyusunan dan pendekatannya dalam menemukan kebenaran. konten-konten materi teologis (yang terdiri dari bab I hingga bab IV) dalam NDP baru banyak dipengaruhi oleh cara berpikir metafisika islam yang dikembangkan oleh pemikir-pemikir islam kontemporer, beberapa di antara pemikir-pemikir tersebut seperti Muhammad Baqir Al Shadr dan Mulla Shadra (yang banyak terlihat dalam bagian-bagian teologis NDP baru) serta Ali syariati  (yang banyak dijadikan referensi pemikiran dalam aspek sosiologis NDP baru). Karena pentingnya pemahaman metafisika Islam dalam bagian teologis NDP baru, makanya dalam NDP baru ditambahkan bab logika dan kerangka berpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam NDP baru, diajarkan bahwa keyakinan mestilah bersumber dari pengetahuan yang rasional. Karena itu dalam bab-bab awal NDP baru diajarkan bagaimana menemukan kebenaran rasional hingga sampai pada pembuktian kebenaran ajaran Islam. Sedangkan dalam NDP lama sendiri, tidaklah banyak membahas tentang metode rasional dalam membuktikan kebenaran ajaran Islam, tapi hanya menyarikan inti ajaran-ajarannya saja. Sedangkan pada wilayah Antropo-sosiologis (bab V sampai bab VIII), NDP lama tidak banayk berbeda dengan NDP baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menemukan titik temu dalam materi NDP ini sebenarnya bukanlah hal yang sulit jika semua kader mulai dari tingkatan komisariat hingga tingkatan PB mau berniat baik menurunkan ego demi perbaikan HmI ke depan. Perdebatan tentang NDP ini jika dibiarkan berlarut-larut justru akan menimbulkan perpecahan di internalHmI dan tentu saja yang akan menjadi korban adalah adik-adik di bawah. Bukankah tantangan hari ini semakin berat dan rumit, yang membutuhkan waktu dan tenaga kita? jika kita masih saja terus berdebat di wilayah NDP ini, maka kita akan dilindas oleh perubahan zaman.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-6863696770806307918?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/6863696770806307918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=6863696770806307918' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/6863696770806307918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/6863696770806307918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2010/10/ndp-lama-vs-ndp-baru-benarkah-tak-bisa.html' title='NDP Lama vs NDP Baru; Benarkah Tak Bisa Dipertemukan?'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-5064574540409722782</id><published>2010-10-22T20:19:00.000-07:00</published><updated>2010-10-22T20:30:20.482-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dialog ke-HmI-an'/><title type='text'>Perdebatan tentang NDP; Perdebatan yang Kekanak-kanakan</title><content type='html'>Dalam dua tahun belakangan ini, ada sebuah hal menarik yang menjadi isu besar dalam dinamika permasalahan internal Himpunan Mahasiswa Islam (HmI), yaitu perdebatan tentang Nilai Dasar Perjuangan.  Secara garis besar, dapat dikatakan bahwa perdebatan ini dimulai sejak disahkannya NDP baru di kongres HmI ke 26 di Makassar (makanya sering juga disebut sebagai NDP Makassar). Disebut baru, karena NDP ini merupakan pertama kalinya materi-materi NDP yang diajarkan di seluruh Indonesia diubah, sejak NDP ini pertama kali dirumuskan oleh Nurkholish Madjid (Cak Nur) pada tahun 1969. Pasca pengesahan penggunaan NDP baru ini sebagai dasar pengkaderan HmI menggantikan NDP versi Cak Nur (atau sering disebut sebagai NDP lama) rausan cabang yang ada di seluruh Indonesia terbelah dua, antara menggunakan NDP baru versi kongres Makassar dengan yang tetap menggunakan NDP lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdebatan tentang NDP mana yang digunakan dalam kegiatan-kegaiatan pengkaderan HmI ini berlangsung alot dan berlarut-larut dalam dua tahun belakangan. Mulai dari perdebatan  warung kopi ala anak-anak HmI, menjadi bahan diskusi di forum-forum basic training  hingga menjadi wacana panas yang bergulir pra-kongres. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Memang perbedaan pandangan dan pendapat dalam tradisi HmI bukanlah hal yang tabu dan janggal, bahkan budaya pluralitas dan perbedaan pandangan ini sendiri merupakan sebuah ciri khas sendiri  bagi puluhan tahun pengalaman hidup HMI. Namun saya melihat bahwa ada yang salah dalam perdebatan tentang dualisme NDP di tubuh HmI selama ini. Perdebatan tentang NDP yang saya lihat cenderung mengarah pada perdebatan yang tidak substantif. Mengapa saya katakan tidak substantif, karena argumentasi-argumentasi yang sering muncul dalam perdebatan NDP bukanlah argumentasi yang menjelaskan tentang materi NDP yang berusaha dipertahankan oleh masing-masing pihak, melainkan argumentasi yang berusaha menyerang kelemahan NDP lain. Parahnya, saya melihat ada kecenderungan bahwa yang diserang dari NDP lain itu bukanlah isi NDP nya melainkan proses penyusunan NDP nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita perhatikan, Pihak yang mendukung NDP lama menyerang NDP baru karena proses penyusunannya yang katanya sangat tidak konstitusional, karena legalitas tim 8 sebagai penyusun naskah NDP tidak pernah diakui, Selain itu tim penyusunnya waktu itu dipengaruhi oleh pemikiran tunggal Arianto Ahmad yang disebut-sebaut sebagai pencetus ide NDP baru. Jika anda pernah membaca laporan hasil kerja tim sembilan (tim yang dibentuk oleh Pengurus Besar HmI untuk memverivikasi keabsahan NDP) serta naskah NDP yang dikirim ke seluruh cabang, maka kita bisa melihat bahwa argumentasi diberikan oleh Pengurus Besar (PB) HmI (yang belakangan menyatakan kembali ke NDP lama versi Cak Nur) merupakan penghakiman-penghakiman atas proses penyusunannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak, para pendukung NDP baru juga cenderung terjebak dalam perdebatan kekanak-kanakan ini dengan menyerang pemikiran Cak Nur sewaktu penyusunan NDP lama yang katanya banyak dipengaruhi oleh perjalanannya ke Amerika dan Timur Tengah.&lt;br /&gt;Kenyataan ini diperparah dengan sikap tidak dewasa yang turut dipertontonkan oleh kader-kader HmI dalam polemik NDP ini. Sikap arogan dan merasa benar sendiri merupakan hal yang lumrah kita temui dalam perdebatan-perdebatan tentang NDP. Beberapa forum ilmiah yang harusnya bisa menjadi tempat dialog dan mempertemukan pendapat, berakhir tanpa menghasilkan apa-apa karena masing-masing pihak tidak dewasa dalam memandang permasalahan ini. Tokoh-tokoh dan sesepuh HmI yang harusnya bisa menunjukkan sikap dewasa dalam perdebatan ini juga malah ikut-ikutan menunjukkan arogansi intelektualnya, bahkan dalam beberapa hal menunjukkan taqlid buta dan pengagungan berlebihan terhadap Cak Nur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harusnya, perdebatan-perdebatan tentang NDP ini tidak dibawa ke perdebatan kusir yang tak kunjung usai melainkan dibawa ke forum-forum yang ilmah. Tapi tentu saja, menyediakan forum ilmiah juga tak akan pernah menyelesaikan masalah jika tak dibarengi dengan kedewasaan kader HmI  dalam memandang persoalan ini. Bagi yang mendukung NDP lama versi kongres Makassar, silahkan ajukan rasionalisasi di forum ini secara ilmiah, jangan menutup diri terhadap perubahan, bukankah Cak Nur sendiri pernah bilang bahwa NDP hanyalah tafsiran beliau terhadap ajaran agama Islam yang selalu terbuka untuk dikritik dan diperbaiki. Yang mendukung NDP baru juga silahkan ajukan argumentasi dan berhenti memojokkan Cak Nur. Semua pihak juga harus berupaya  persoalan NDP ini tidak dibawa ke ranah-ranah politis. Bagi para senior-senior HmI, juga harus menunjukkan kebijaksanaan dan keluasan cara berpikir, karena arogansi intelektual hanya akan membuat kita ditertawakan.  Bukankah selama ini kader-kader HmI selalu mengklaim diri sebagai manusia-manusia intelektual, yang selalu bepikir inklusif dan dinamis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, saya ingin menyitir pendapat salah seorang pengurus PB HmI (saya lupa namanya) terkait dengan dualisme NDP ini. Beliau bilang, Jika kita ingin menyelesaikan masalah NDP ini secara serius, singkirkan NDP Cak Nur, singkirkan NDP Makassar, mari susun NDP baru. Mari melangkah maju, jangan mundur ke belekang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-5064574540409722782?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/5064574540409722782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=5064574540409722782' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/5064574540409722782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/5064574540409722782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2010/10/perdebatan-tentang-ndp-perdebatan-yang.html' title='Perdebatan tentang NDP; Perdebatan yang Kekanak-kanakan'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-6391524135368390761</id><published>2010-10-21T18:48:00.000-07:00</published><updated>2010-10-21T20:40:10.876-07:00</updated><title type='text'>Anak-anak yang kehilangan masa kecil?</title><content type='html'>Minggu lalu, ada yang menarik dari kuliah hari pertama sistem tumbuh kembang dan geriatri. Bukan karena tempat kuliahnya yang lain dari biasanya ataupun jumlah mahasiswa yang ikut yang cuma 18 orang (yah maklumlah, kelas terminal). Namun yang menarik dari kuliah hari pertama itu, yang masih saya ingat hingga sekarang, adalah cerita dosen tumbuh kembang anak waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini, setelah menjelaskan konsep dan aspek-aspek medis dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, dosen bercerita tentang pasiennya beberapa waktu lalu. Alkisah, si dosen yang kebetulan dokter ahli penyakit anak (yang tentu saja berprofesi juga sebagai dokter klinik, seperti kebanyakan dokter lainnya) didatangi oleh sepasang orang tua yang membawa serta anaknya. Sepasang orang tua itu mengeluhkan anaknya yang sudah seminggu tak mau makan. Tentu saja si orang tua ini kelimpungan. Si anak yang baru berusia enam tahun ini, tiba-tiba saja  selalu menolak makan. Ditanya apa sebabnya juga tak mau menjawab. Usut-punya usut setelah dokter meminta kedua orang tua si anak keluar ruangan dan berbicara sebentar dengan si anak, barulah si dokter tahu, kalo si anak ini tak mau makan karena protes pada kedua orang taunya. Beberapa minggu lalu dia dipaksa keduia orang tuanya untuk ikut les matematika. Si anak beralasan tak mau lagi ikut les, karena kalau dia ikut les, waktu bermainnya akan berkurang, padahal, dia sebelumnya sudah ikut les bahasa inggris, dan les piano masing-masing dua kali seminggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagi beberapa dokter, terutama dokter anak dan dokter kejiwaan, kejadian semacam ini bukanlah hal yang langka terjadi, apalagi bagi dokter-dokter yang hidup dan buka praktek klinik di kota besar. tingginya angka keluhan tekanan pada anak merupakan hal yang disepakati, berkaitan erat dengan kehidupan kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja ini adalah fenomena yang memiriskan. usia anak pada dasarnya adalah usia untuk bermain. Perkembangan kecerdasan emosi dan spiritual anak berkemmbang secara pesat pada usia 0-6 tahun, Jika anak terlalu cepat dipaksa belajar hal-hal yang sebenarnya belum waktunya, maka akan menimbulkan efek negatif bagi perkembangan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada banyak hal yang menyebabkan orang tua bertindak di luar batas hingga memaksa anak untuk mengikuti berbagai les atau pendidikan khusus dan semacamnya. faktor yang paling berpengaruh adalah ketidaktahuan orang tua akan pertumbuhan dan perkembangan anak. kebanyakan orang tua tak tahu bahwa usia kanak-kanak  merupakan waktu bagi anak untuk belajar melalui bermain. melalui bermain anak-anak belajar berinteraksi dengan lingkungannya, belajar mengenali hal-hal baru dalam kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang menurut saya cenderung menjadikan kita memaksa anak untuk terlalu cepat menjadi "dewasa' adalah pemikiran materialistis kita. Kita cenderung menganggap bahwa keberhasilan anak cenderung ditentukan oleh secepat apa ia belajar matematika, belajar bahasa inggris, belajar eksakta dan sebagainya. Kita menganggap bahwa kesuksesan akan perlu dipersiapkan sedini mungkin. memmang betul, bahwa anak perlu dipersiapkan, tapi memaksakan anak untuk mencerna da melakukan aktifitas rutin yang membelenggu waktunya untuk bermain justru mengganggu perkembangan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa akibat yang terjadi bagi anak yang terlalu cepat menjadi dewasa ini? ya, mereka akan kehilangan kreatifitasnya, anak-anak akan kehilangan kemampuan kreatifitas, kemampuan belajar hal-hal baru, dan kemampuan belajar mengembangkan bakat alamiahnya karena terlalu cepat digerendel dengan cara belajar ala sekolah yang kaku. akibatnya anak akan kehilangan karakter, bahkan sedikit lagi menjadikan anak bermental robot.Bermental robot, karena perkembangan kepribadian anak yang harusnya berkembang di umur aweal terhalang oleh rutinitas yang menjemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengurangi waktu bermain anak dengan teman-temannya juga dipercaya menjadi penyebab utama perilaku asosial anak. Kehilangan kemampuan bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang lain sejak kecil justru membunuh kecerdasan interpersonal anak. Padahal kemampuan inilah yang dibutuhkan bagi masa depan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya.. semua orang sepakat bahwa pendidikan memang penting bagi anak. Tetapi memaksa anak-untuk melakukan di luar kemampuanya adalah perilaku yang tidak memanusiakan anak.. Bukankah tujuan kita mendidik anak adalah menjadikannya manusia seutuhnya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-6391524135368390761?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/6391524135368390761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=6391524135368390761' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/6391524135368390761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/6391524135368390761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2010/10/anak-anak-yang-kehilangan-masa-kecil.html' title='Anak-anak yang kehilangan masa kecil?'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-7125398601891794312</id><published>2010-10-15T00:47:00.000-07:00</published><updated>2010-10-17T22:21:11.221-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskursus kebangsaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dialog ke-HmI-an'/><title type='text'>BAsic Training dan relevansinya dalam kehidupan kita</title><content type='html'>Saya menulis catatan ini, beberapa jam sebelum pembukaan basic training Himpunan Mahasiswa ISlam (HmI)angkatan ke-80 komisariat kedokteran Unhas, yang akan dibuka sebentar lagi di LAN antang. basic training yang ke-80, sebuah rentang waktu yang begitu panjang tentu saja. Dari sejak basic training diselenggarkan berpuluh-puluh tahun lalu di fakultas kedokteran oleh para generasi fakultas kedokteran Unhas pertama, telah begitu panjang waktu yang telah dilewati, begitu banyak perubahan yang terjadi dan begitu banyak alumni yang telah ditetaskan di forum yang sering juga disebut LK (latihan kader) tingkat I ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, di usianya yang telah dewasa( saya berusaha menghibur diri dengan tak menyebutnya tua), ada banyak hal yang telah dilewati dan mengalami perubahan dari penyelenggaraan basic training, mulai dari permasalahan teknis, seperti bagaimana cari dana, bagaimana panjang waktunya, hingga permasalahan konseptual mendasar dalam penyelenggaraan pengkaderan. Namun dari sekian banyak perubahan yang terjadi itu, ada satu pertanyaaan penting yang harusnya kita jawab, yaitu benarkah basic training telah mencapai tujuan mulianya sejak pertama diselenggarakan yaitu membentuk karakter insan cita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari begitu banyak alumni basic training HmI yang kelak di kemudian hari menjadi tokoh-tokoh nasional di berbagai bidang kehidupan, mulai dari pengusaha sampai politikus, mulai dari dokter sampai tentara, kita tetap saja harus bertanya, bagaimana relevansi basic training dengan peningkatan kualitas manusia-manusia alumninya, utamanya dalam menghadapi kompleksitas permasalahan masyarakat hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini kita hidup di dunia yang semakin kompleks dan rumit untuk dimengerti. &lt;br /&gt;Kemajuan peradaban manusia, dalam berbagai bidang telah membawa kita pada kondisi dunia yang semakin rumit untuk dijelaskan. Perkemabngan kebudayaan kita telah menghasilkan kecenderungan-kecenderungan yang membuat kita tak mampu lagi benar-benar memahami realitas dunia tempat kita hidup dengan menggunakan teori-teori sosial klasik. Itulah sebanya, belakangan ini berkembanglah teori-teori baru yang berusaha menjelaskan fenomena-fenomena sosial yang semakin sulit dimengerti, semisal teori-teori post strukturalisme, teori-teori postmodernisme dan berbagai pendekatan lain yang berusaha dikembangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat lebih jauh dari semakin kompleks dan rumitnya realitas dunia ini, membuat nilai-nilai norma dan batas-batas kebajikan yang selama ini menjadi tempat kita berpegang dan berpijak sedikit banyaknya perlu disusun kembali. Kadang-kadang, pergeseran nilai dan batas-batas ini menjadikan kita kehilangan arah dan orientasi dalam menjalani kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah.. harusnya di sinilah peran basic training sebagai tempat kelahiran pemikiran-pemikiran kader HmI. Basic Training tidak hanya menjadi tempat kita merevolusi pemikiran kita dari pemikiran yang primitif ke pemikiran yang lebih baik, tapi juga memberikan pijakan dasar bagi pembangunan paradigma (cara pandang) baru kita dalam melihat realitas dunia, agar di tengah zaman yang multitafsir (bahkan dalam beberapa hal, mengarah ke nihilisme) kita tidak kehilanan arah dan pijakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Basic Training sendiri, sebenarnya yang menjadi intinya adalah nilai dasar perjuangan, atau bisa disingkat NDP (mohon maaf  jika analisa ini berasal dari pemikiran saya yang masih dangkal mengenai Basic Training dan nilai dasar pejuangan). Dan NDP sendiri pada hakikatnya mengandung dua hal penting yaitu, dekonstruksi cara berpikir lama dan pembangunan pondasi bagi cara perpikir baru yang lebih rasional. Dekonstruksi cara berpikir lama mengarah pada usaha mengubah cara berpikir kita yang selama ini masih primitif, suka taqlid buta, tidak rasional dan cenderung menjauhi kebenaran. Itu sebabnya di forum basic training, sering ada yang disebut sebagai forum "dialog kebenaran" (sering dipakai di daerah sulawesi) atau "revolusi kesadaran" (sering dipakai di daerah jawa barat dan sumatera) atau istilah-istilah lain yang mengarah pada usaha mengubah cara berpikir kita menjadi lebih rasional, inklusif, dan universal. materi-materi NDP sendiri, yang dibagi ke dalam 8 bab adalah paradigma baru dalam memandang dunia kader HmI. NDP tidak hanya memberikan arahan bagi pencapaian keimanan yang sebenarnya (aspek teologis) namun juga sampai pada pencapaian tanggung jawab kemanusiaan dan tanggung jawab sosial (aspek antropo-sosiologis) manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada fungsinya, dalam merekonstruksi dan memberikan arahan bagi cara pandang baru inilah, basic training diharapkan menjadi sebuah langkah awal bagi pembagunan karakter insan cita. Tentu saja, selalu dibutuhkan perbaikan-perbaikan dan adaptasi agar forum-forum baic training tidak hanya menjadi ritual-ritual yang kehilangan makna dan fungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; Selamat buat bunga-bunga baru hijau hitam. tumbuhlah. hiduplah seribu tahun lagi, agar wangimu mewarnai jalan-jalan masa depan &lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-7125398601891794312?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/7125398601891794312/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=7125398601891794312' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/7125398601891794312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/7125398601891794312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2010/10/basic-training-dan-relevansinya-dalam.html' title='BAsic Training dan relevansinya dalam kehidupan kita'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-3127121260816640780</id><published>2010-07-27T10:49:00.000-07:00</published><updated>2010-07-27T11:18:02.246-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskursus kebangsaan'/><title type='text'>The Footprints of God, novel scifi yang sangat filsafat</title><content type='html'>Berhari-hari tinggal di posko dengan aktifitas yang sedikit lowong ternyata tak melulu membosankan dan tidak produktif. Saya akhirnya punya waktu untuk menyelesaikan buku-buku yang tak pernah selesai saya baca sebelumnya, punya waktu untuk menonton film-film yang hanya saya dengar ceritanya dari teman-teman tanpa pernah punya waktu untuk nonton &lt;i&gt;(pasti sudah riuh koor “sokk sibuuukkk”)&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya, pas ada kesempatan buat pulang ke makassar satu hari, buat menemani pak desa mengantar ibunya buat periksa mata di orbita, pas pulang saya bawa beberapa buku di rumah untuk dihabiskan selama KKN. Plus copy paste  koleksi film (bukan film yang bukan-bukan) dari teman-teman,  jadi saya punya aktifitas untuk dilakukan di kamar. Tentu saja, aktifitas membaca buku dan nonton sendirian itu punya konsekuensinya sendiri. setelah dua hari berkutat dengan buku-buku dan film-film terus, teman-teman jadi punya bahan ledekan ke saya dengan kata-kata yang sepertinya tidak asing:AUTIS!!! &lt;i&gt;ahhhh kaya’ tong kalian tidak, teman-teman...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu buku yang selama ini tak pernah saya habiskan di kampus, dan selama di lokasi KKN akhirnya bisa saya selesaikan dalam dua hari satu malam adalah THE FOOTPRINTS OF GOD, sebuah novel scifi karangan GREG ILES (sudahlah, tak usah sok kenal dengan bilang “sepertinya saya pernah dengar namanya”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya sebenarnya biasa. Seperti sering diangkat di novel scifi lainnya, idenya adalah usaha sekelompok ilmuwan menciptakan super-komputer cerdas yang memiliki intelegensi artifisial.  Yang kemudian setelah diciptakan, komputer super cerdas ini berusaha mengontrol dan menguasai manusia. Sangat klasik bukan? Tapi, yang menjadikan novel ini berbeda dari novel-novel scifi lainnya adalah, penulis mampu meng&lt;i&gt;include&lt;/i&gt;kan  pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang esensi kehidupan manusia dan perdebatan tentang Ke-tuhan-an dalam konflik yang dibangun dalam cerita ini. Bahkan pertanyaan mendasar tentang Ke-tuhan-an ini tak sekedar menjadi bumbu pelengkap dalam cerita tapi juustru menjadi elemen dasar yang membangun cerita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui, wawasan Greg Iles, sang penulis, tentang dunia kedokteran klinis, fisika teoritik sungguh sangat luas dan membuat novel ini begitu hidup. Tapi yang menjadikan novel ini lebih luar biasa lagi adalah ide Greg tentang tujuan dan hakikat penciptaan. Menggunakan pendekatan fisika quantum untuk menjelaskan Tujuan Besar kelahiran alam semesta, Greg berhasil menyajikannya dengan menarik. Jika diperhatikan mungkin ide-ide Greg banyak terinspirasi dari pemikiran-pemikiran Nietzche, dan Deepak Chopra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi anda yang penggemar novel scifi, buku ini sangat saya rekomendasikan, utamanya lagi bagi teman-teman yang lagi KKN dan kekeurangan pekerjaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arungkeke, 27 juli 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-3127121260816640780?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/3127121260816640780/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=3127121260816640780' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/3127121260816640780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/3127121260816640780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2010/07/footprints-of-god-novel-scifi-yang.html' title='The Footprints of God, novel scifi yang sangat filsafat'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-7453754021426139623</id><published>2010-07-27T10:39:00.001-07:00</published><updated>2010-07-27T11:22:47.822-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskusi ke_KEMA-an'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kehidupan sehari-hari'/><title type='text'>KKN=liburan yang ada SKS nya...</title><content type='html'>Akhirnya kembali bisa posting lagi, setelah hampir sebulan ini terjebak di posko KKN. Terjebak dalam rutinitas posko desa Arungkeke kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto &lt;i&gt;(sudah lengkap sekali mi toh?) &lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama –tama datang ke lokasi KKN, (apalagi KKN profesi kesehatan), saya berpikir  bahwa hari-hari KKN sangat sibuk dan melelahkan (ditambah lagi komentar-komentar  senior tahun lalu pasca KKN yang entah memang sangat melelahkan ataukah sedikit dilebih-lebihkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tiga hari tinggal di lokasi KKN, mulai ada yang terasa salah dalam rutinitas KKN ini. Mungkin orang-orang di sekitar saya yang malas atau memang kondisi KKN selalu seperti ini. KKN terasa seperti liburan panjang di kampung orang. Berkunjung ke posko-posko lain di jeneponto, ternyata teman-teman yang lain juga merasakan hal yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah (pengalaman dan pengetahuan saya terlalu dangkal untuk menyimpulkan), tapi begitu lowongnya kegiatan KKN, kebingungan peserta KKN dalam menyusun dan menjalankan program kerja sedikit menandakan bahwa konsep Kuliah melalui kerja nyata di lapangan yang selama ini kita jalankan bertahun-tahun butuh ditinjau ulang kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arungkeke, 14 Juli 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-7453754021426139623?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/7453754021426139623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=7453754021426139623' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/7453754021426139623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/7453754021426139623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2010/07/kknliburan-yang-ada-sks-nya_27.html' title='KKN=liburan yang ada SKS nya...'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-8205747639288255428</id><published>2010-06-23T19:33:00.000-07:00</published><updated>2010-06-23T21:16:25.548-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskursus kebangsaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskusi ke_KEMA-an'/><title type='text'>KKN profesi atau KKN reguler?</title><content type='html'>asslm.&lt;br /&gt;akhirnya setelah beberapa hari vakum dari dunia per-blog-an (istilah apa itu?), akhirnya bisa posting lagi. maklumlah beberapa hari kemarin lagi rame-rame dan ribut-ribut-nya PEMILUKADA (???? apa hubungannya?) maksudnya, PEMILU RAYA KEMA FK UNHAS. dan sebagai sebuah bentuk penghormatan dan dan penghargaan terhadap pesta demokrasi terbesar di KEMA ini, segala bentuk tulisan untuk sementara dihentikan dulu.. (alasaaann...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa hari ini, banyak sekali teman-teman yang bertanya, "ikut ji KKN bulan depan? ambil KKN apa? profesi atau reguler?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bulan juli, mahasiswa UNHAS yang sudah mencapai 130 SKS sudah bisa ikut KKN (kuliah kerja nyata yaa, bukan korupsi kolusi nepotisme, apalagi kejar-kejar nona). banyak sekali teman-teman yang bertanya, sebenarnya lebih tepat disebut curhat, tentang kebingungannya mau pilih ikut KKN profesi atau KKN reguler. KKN profesi itu KKN yang diselenggarakan secara berkelompok oleh beberapa fakultas yang memiliki kedekatan displin ilmu, misalnya faklutas kedokteran, kedokteran gigi, kesehatan masyarakat, dan Farmasi buat KKN profesi kesehatan, trus fakultas pertanian, kehutanan, perikanan, kelautan dan peternakan juga menyelenggarakan KKN profesi agro, dll. sedangkan KKN reguler adalah KKN yang diselenggarkan oleh universitas secara reguler, jadi pesertanya adalah mahasiswa dari berbagai fakultas tanpa batasan kedekatan disiplin ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teman-teman banyak yang lebih cenderung memilih reguler karena pertimbangan lokasinya yang kebetulan (atau memang dibetul-betulkan)dekat dengan makassar .kalau tidak salah lokasi KKN reguler tahun ini, di maros, bone, sinjai. (banyak teman-teman yang punya akses ke rektorat hingga mampu mengatur penempatan lokasi KKN nya, hingga bisa ditempatkan di daerah yang dekat dengan makassar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedangkan yang memilih KKN profesi sebagian besar karena alasan supaya bisa dekat dengan teman-teman se fakultas (yahh.. ini juga susahnya mahasiswa FK, jarang sekali berinteraksi dengan mahasiswa lain. paling kalo ada kenalan di luar,tak jauh-jauh dari mahasiswa FKG, FKM, atau paling jauh mahasiswa Teknik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keputusan mau memilih KKN profesi dan reguler kembali ke teman-teman (tentu saja berdasarkan pemikiran sadar dan rasional).apapun pilihan itu, fungsi utama KKN adalah agar mahasiswa bisa merasakan langsung realita permasalahan di masyarakat (bukankah universitas dan perguruan tinggi hari ini semakin menjadi menara gading, semakin jauh dari realita masyarakat). Yang ikut KKN profesi, sebenarnya lebih punya peluang besar untuk mengaplikasikan ilmunya di masyarakat, karena mahasiswa yang ikut KKN profesi rata-rata punya basis keilmuan yang sama, sehingga program kerja bisa lebih difokuskan pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Mahasiswa yang mengikuti KKN reguler juga seharusnya mampu mengerti permasalahan kemasyarakatan secara holistik karena permasaahan-permasalahan yang didapatkan di masyarakat lebih bisa dikaji secara komprehensif dan diterapi secara holistik lintas disiplin ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga, KKN nanti tidak hanya menjadi sebuah bagian dari rutinitas jadwal akademik saja, yang pada akhirnya hanya akan merepotkan warga yang kita datangi. tapi semoga bisa meninggalkan sebuah hasil KERJA yang NYATA. amiinn...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-8205747639288255428?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/8205747639288255428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=8205747639288255428' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/8205747639288255428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/8205747639288255428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2010/06/kkn-profesi-atau-kkn-reguler.html' title='KKN profesi atau KKN reguler?'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-6140349896665959820</id><published>2010-06-01T07:14:00.001-07:00</published><updated>2010-06-01T07:15:01.584-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Mavi Marmara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/TAUVz4OOLaI/AAAAAAAAAGA/qpJRP2BMkQI/s1600/30721_1462856301375_1532494284_31126762_3431116_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/TAUVz4OOLaI/AAAAAAAAAGA/qpJRP2BMkQI/s320/30721_1462856301375_1532494284_31126762_3431116_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477808502775623074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ini kapal, tuan&lt;br /&gt;berisi tangis dan air mata penduduk bumi&lt;br /&gt;yang kami bungkus dalam peti-peti&lt;br /&gt;karena negara kami tak pernah punya lisensi&lt;br /&gt;untuk membuat nuklir dan jutaan amunisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini kapal, tuan&lt;br /&gt;makanan bagi jutaan bocah tak berdosa&lt;br /&gt;yang Tuan bunuh ayah-ibunya&lt;br /&gt;selimut bagi ribuan perempuan tua&lt;br /&gt;yang Tuan hancurkan rumahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini kapal, tuan&lt;br /&gt;hanyalah tubuh yang dengan tabah memutuskan&lt;br /&gt;meninggalkan rumah, menanggalkan ketakutan&lt;br /&gt;karena percaya bahwa kemanusiaan&lt;br /&gt;hanya bisa diperjuangkan&lt;br /&gt;dengan menempuh lautan&lt;br /&gt;menyerahkan diri di ujung senapan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-6140349896665959820?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/6140349896665959820/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=6140349896665959820' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/6140349896665959820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/6140349896665959820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2010/06/mavi-marmara.html' title='Mavi Marmara'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/TAUVz4OOLaI/AAAAAAAAAGA/qpJRP2BMkQI/s72-c/30721_1462856301375_1532494284_31126762_3431116_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-8948242689798634582</id><published>2010-05-31T06:54:00.000-07:00</published><updated>2010-05-31T06:56:51.712-07:00</updated><title type='text'>Kita tak butuh pemain dan pelatih yang hebat, kita butuh tim yang hebat!</title><content type='html'>&lt;i&gt;"Real Madrid akan sukses, hanya jika mereka semua percaya bahwa bukanlah pelatih hebat atau kumpulan pemain hebat, tapi tim hebat lah yang akan memenangkan pertandingan"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jose Mourinho&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan seorang jose Mourinho, seorang pelatih hebat, yang memenangkan gelar liga Champion bersama Porto dan Inter Milan, memenangkan liga Inggris, Liga portugal, dan Liga Inggris, yang terkenal dengan sikap angkuh dan besar mulutnya juga percaya bahwa butuh tim kuat untuk untuk membangun kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berkaca dari persoalan yang dihadapi lembaga hari ini, mungkin benar bahwa hari ini butuh tim kuat. Tim yang kuat, bukan karena para pemainnya yang ber-skill, tapi timbul dari kerja sama yang bagus dan suasana tim yang kondusif. Mungkin kita semua masih ingat bagaimana Porto menjuarai Liga Champion tahun 2003. sebuah tim yang sangat biasa-biasa saja yangtidak punya sejarah kuat di daratan eropa, dan juga dihuni hanya oleh pemain-pemain kelas dua. tapi, kerjasama dan suasana tim yang kondusif kuat itulah yang menyebabkan Porto mampu menjuarai Liga Champion, mengalahkan MU, real madrid dan tim-tim bertabur bintang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu sisi, memang tim bertabur bintang punya potensi lebih dibanding tim-tim yang lain. tapi coba kita lihat, kenyataannya justru tim-tim elit tersebut tak mampu meredam ego kebesaran para pemain bintangnya. yang timbul malah perselisihan antar pemain dan membuat suasana tim menjadi tidak kondusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi hari ini kita tak butuh seorang ketua BEM yang hebat. tapi kita butuh tim pengurus yang solid dan suasana berlembaga yang kondusif&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-8948242689798634582?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/8948242689798634582/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=8948242689798634582' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/8948242689798634582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/8948242689798634582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2010/05/real-madrid-akan-sukses-hanya-jika.html' title='Kita tak butuh pemain dan pelatih yang hebat, kita butuh tim yang hebat!'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-7884913740049803868</id><published>2010-05-29T09:31:00.000-07:00</published><updated>2010-05-29T22:19:58.060-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskusi ke_KEMA-an'/><title type='text'>Senioritas dan kelangsungan lembaga (2)</title><content type='html'>Diskusi tentang senioritas memang diskusi yang tak kunjung habis. berbagai diskusi tentang pro kontra senioritas itu hampir kita temui tiap hari. mungkin fakultas kedokteran adalah fakultas yang paling tinggi kadar senioritasnya. Betapa tidak,tidak seperti di fakultas lain, ikatan kesejawatan profesi di fakultas ini sangatlah kental . ikatan profesi ini bahkan berlaku seumur hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terlepas dari berbagai stigma jelek senioritas itu, bagi saya senioritas itu sebenarnya tetap dibutuhkan, utamanya di Fakultas kedokteran. Mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pertama, bagi saya, di fakultas kedokteran, senioritas adalah sebuah bentuk penghargaan kepada sesama manusia. Ajaran agama mana atau ajaran moral mana yang bisa membantah bahwa menghormati yang jauh lebih duluan ada sebagai bukan sesuatu yang baik. dan bagi seorang mahasiswa kedokteran, penghormatan dan penghargaan kepada orang lain adalah hal yang pertama harus dipelajari, karena selama hidup sebagai dokter kita akan berjumpa dan berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai kalngan. dari yang kaya hingga yang paling miskin, dari yang sehat sampai yang penyakitnya tak mampu lagi diselamatkan. Dan jika di kampus saja mereka tak bisa memberikan penghargaan kepada sesamanya mahasiswa atau kepada orang yang lebih tua dari mereka entah itu seniornya, dosennya, pegawai tata usaha atau mungkin cuma cleaning service, bagaimana bisa ia menghormati orang-orang yang mungkin lebih rendah statusnya secara sosial dan ekonomi dari dirinya di luar sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, tak pernah ada orang yang bisa menjadi dokter hanya dengan membaca buku. Secerdas dan sejenius apa pun dia. Bahkan jika pun ia adalah seorang malaikat yang menjelma menjadi manusia. Seorang mahasiswa kedokteran dalam perjalanannya menjadi seorang dokter selalu butuh interaksi dengan orang lain, dengan orang yang lebih duluan belajar ilmu kedokteran dari mereka. Setiap mahasiswa kedokteran pasti pernah diajar secara personal oleh seorang senior baik itu disamping tempat tidur pasien, di ruang diskusi atau bahkan di meja operasi. Ilmu itu diajarkan oleh mereka secara langsung person per person. Artinya, apa yang kita miliki hari ini sebagai dokter adalah sumbangsih dari orang yang pernah menjadi guru kita, senior kita. Oleh karena nya tidak ada alasan untuk tidak memberikan penghargaan dan penghormatan kepada mereka secara wajar dan pantas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun juga tidak sepakat dengan senioritas yang memaksakan segala kehendak. Senioritas yang mengindoktrinasi sang yunior seolah mereka tak punya pikiran dan kepala. Membuat mereka seperti hamba dihadapan raja. Pada zaman saya menjadi maba, saya pun lebih banyak tidak sepakat dan membangkang kepada senior. Saya punya pengalaman, dikeluarkan dari MPMB oleh senior karena membangkang, dan sampai sekarang pun saya tetap dicap sebagai junior pembangkang oleh beberapa senior-senior.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apapun itu, kita tetap butuh ruang-ruang pengkaderan dan bimbingan dari orang yang lebih tua (senior) kepada adik-adiknya yang lebih muda (junior). jadi, harus dipahami bahwa senioritas ada sebagai sebuah metode, bukan tujuan. senioritas adalah jalan bagi kita untuk membimbing adik-adik bukannya mengeksploitasi tanpa batas. bagi saya pribadi, tanpa bantuan dari seorang senior dan belajar dari mereka, saya mungkin tak akan bisa menjadi diri saya seperti sekarang. Di FK ini, sejak saya masuk di FK saya sangat termasuk orang yang beruntung karena mendapat kesempatan untuk berkenalan dan berinteraksi dengan orang-orang hebat yang telah mengajari saya bagaimana menjalani hidup sebagai mahasiswa. Saya bersyukur bahwa di waktu kuliah di Fakultas Kedokteran yang singkat ini, saya bisa bisa kenal dengan kanda khalik yang selalu mengajarkan  bagaimana menjadi seorang problem solver, kanda irga yang selalu menunjukkan keteladanan seorang pemimpin, kanda tazrif yang selalu mengajarkan keteguhan sikap dan idealisme, dan kanda-kanda lainnya yang tak sempat saya sebutkan nama-namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui memang, bahwa senior-senior hari ini sudah semakin jauh dari makna senioritas yang sesungguhnya. Bagi saya, menjadi senior adalah berarti menjadi teladan, dan senioritas berati menunjukkan keteladanan. Mari menjadi senior yang sebenarnya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-7884913740049803868?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/7884913740049803868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=7884913740049803868' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/7884913740049803868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/7884913740049803868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2010/05/senioritas-dan-kelangsungan-lembaga-2.html' title='Senioritas dan kelangsungan lembaga (2)'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-4759825989301492085</id><published>2010-05-28T17:03:00.001-07:00</published><updated>2010-05-29T09:56:01.512-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskusi ke_KEMA-an'/><title type='text'>Senioritas dan kelangsungan lembaga (1)</title><content type='html'>Bagi anda yang lumayan sering berkecimpung di dunia kemahasiswaan, atau setidaknya sering bersentuhan dengan dunia kemahasiswaan, maka anda pasti akan akrab dengan kata senioritas. mari kita sedikit bicara mengenai sebuah kata yang sakral ini. kata-kata yang membuat apapun argumen anda akan patah jika dibantah dengan kata "senioritas" ini, atau jika anda seorang yang bicara blak-blakan, maka saya yakin kata ini pasti akan mampu membuat anda diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;benarkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senioritas adalah sebuah fenomena penghargaan atau penghormatan terhadap orang yang lebih dulu berkecimpung di sebuah lembaga. Fenomena senioritas ini dipraktekkan dalam segala bentuk interaksi antar komponen organisasi. Dalam tatanan kelembagaan formal, ada senioritas. Dalam kegiatan-kegiatan lembaga juga ada senioritas. Untuk beli gorengan juga ada senioritas, untuk pakai toilet juga ada senioritas. Ya, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hampir semua lembaga kemahasiswaan, senioritas adalah hal yang mutlak ada. Tidak boleh tidak. tak dapat disangkal lagi, bahwa dalam beberapa kasus, fenomena senioritas ini punya efek positif bagi kelangsungan dan regenerasi sebuah lembaga. Mengapa? Karena dalam bilik-bilik senioritas, penanaman nilai-nilai dan tujuan organisasi, lebih mudah dilakukan. Doktrin-doktrin organisasi jauh lebih mudah ditanamkan kepada (utamanya) anggota baru jika kita berada dalam suasana "senioritas".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, adalah ketika senioritas menjadi liar dan tidak terkendali, yaitu ketika senioritas ditempatkan tidak lagi pada tempatnya. Seyogyanya, senioritas ada ketika kita berada dalam ranah proses transformasi nilai-nilai organisasi antara yang lebih tua kepada yang lebih muda. Sialnya, seringkali senioritas dijadikan legitimasi untuk mengeksploitasi pihak-pihak subordinat kita. Lebih sialnya lagi, senioritas yang menyimpang ini dibenar-benarkan (lebih tepatnya disalahgunakan) oleh orang-orang pragmatis untuk meraih tujuan-tujuan yang tak lagi ada hubungannya dengan organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senioritas yang tidak terkendali ini lambat laun akan melahirkan sebuah bentuk penjajahan yang (celakanya) terstrukturkan. Apa gunanya kita (mahasiswa senior) berdiri di jalan berbicara menentang penjajahan jika di kampus kita, jika setiap hari di depan mata kita, penjajahan dan feodalisme masih ada di kampus. Apa gunanya kita berbicara di depan mahasiswa baru tentang independensi dan intelektualitas, jika kita masih selalu saja membunuh independensi dan intelektualitas itu dengan eksploitasi dan feodalisme?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-4759825989301492085?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/4759825989301492085/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=4759825989301492085' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/4759825989301492085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/4759825989301492085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2010/05/senioritas-dan-kelangsungan-lembaga-1.html' title='Senioritas dan kelangsungan lembaga (1)'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-5611190661818431961</id><published>2010-05-27T17:32:00.000-07:00</published><updated>2010-05-29T09:56:15.509-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Merelakan Kepergian</title><content type='html'>setiap daun-udaun yang tumbuh adalah &lt;br /&gt;kehilangan bagi rimbun musim sebelumnya&lt;br /&gt;setiap nafas-nafas yang pergi&lt;br /&gt;adalah kehadiran bagi jiwa-jiwa yang lain &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita tahu bahwa kepergian itu niscaya &lt;br /&gt;maka mengapa kita tak mampu pergi dengan bahagia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah kita selalu percaya&lt;br /&gt;bahwa setiap jalan penciptaan-Nya&lt;br /&gt;lahir dari kematian-kematian yang lain&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-5611190661818431961?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/5611190661818431961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=5611190661818431961' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/5611190661818431961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/5611190661818431961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2010/05/merelakan-kepergian.html' title='Merelakan Kepergian'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-7832973009823783526</id><published>2010-05-25T21:37:00.000-07:00</published><updated>2010-05-25T22:33:15.234-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskursus kebangsaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskusi ke_KEMA-an'/><title type='text'>mahasiswa makassar Rusuh?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/S_yycDR7wxI/AAAAAAAAAEg/OjiyLkZ8yjE/s1600/batu2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 230px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/S_yycDR7wxI/AAAAAAAAAEg/OjiyLkZ8yjE/s320/batu2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475447441962287890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu belakangan media-media lokal di Sulsel lagi ramai-ramainya memblow up kasus seringnya mahasiswa makassar rusuh. Tidak tanggung-tanggung topik tentang budaya rusuh mahasiswa makassar ini dimuat di halaman depan media-media cetak besar di makassar, seperti fajar dan tribun timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena rusuh, baik rusuh saat aksi demonstrasi maupun rusuh tawuran antar mahasiswa sendiri, sebenarnya bukanlah hal yang langka di daerah ini. Namun belakangan fenomena ini kemudian diblow up di media, terutama setelah beberapa pengusaha asal sulsel memberikan statemen bahwa sarjana-sarjana keluaran unversitas dimakassar sulit untuk mendapatkan tempat di perusahaan-perusahaan nasional, dan penyebab utamanya adalah karena adanya stigma negatif di luar makassar bahwa lulusan-lulusan asal makassar terkenal biang rusuh. belum lagi-katanya- investor-investor dari luar sulit untuk menanamkan investasinya di kota ini akibat kesan sebagai kota yang tidak aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui memang, stigma negatif bahwa label biang rusuh, anarkis, keras, terus melekat dalam diri mahasiswa asal makassar. dalam beberapa forum-forum nasional yang penulis ikuti, penulis betul-betul merasakan betapa dalam pikiran teman-teman-teman mahasiswa di luaar sana, maahsiswa asal makssar itu berwatak temperamental. pernah suatu kali penulis mengikuti kegiatan pertemuan di semarang, dan pertanyaan yang penulis dapatkan dari mahasiswa asal daerah lain adalah: "di makassar, tawuran itu berapa SKS sihh?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena tauran dan rusuh ini memang merupakan hal yang perlu kita prihatinkan dan kaji bersama-sama. Saya percaya bahwa, mahasiswa bukanlah satu-satunya pihak yang harus disalahkan atas fomena rusuh ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena jika kita mencermati baik-baik fenomena rusuh akhir-akhir ini, sebagian besar kejadian rusuh yang melibatkan mahasiswa di kota ini lahir bukanlah dari reaksi spontanitas mahasiswa. sebagian besar penyebab rusuh mahasiswa akhir-akhir ini, umumnya adalah akibat dipantik hal-hal "sepele" yang sebenarnya bisa dibicarakan baik-baik. fenomena tawuran antar fakultas di Unhas yang biasanya dipicu masalah ketersinggunagn personal, fenomena rusuh mahasiswa asal Luwu versus SATPOL PP, rusuh aparat versus mahasiswa di pintu 1 UNHAS, dan rusuh-rusuh lain membuktikan bahwa fenomena rusuh bukanlah lahir dari kehendak sadar dan rasional mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kawan-kawan (terutama pimpinan-pimpinan dan pengurus lembaga mahasiswa- teman-teman penulis sendiri) mengungkapkan bahwa melihat pemicu bentrokan selama ini yang terkesan sepele, ada kecurigaan bahwa bentrokan mahasiswa ini hanyalah &lt;i&gt;settingan&lt;/i&gt; orang-orang tertentu yang punya kepentingan dengan pergolakan dan kekacauan yang ditimbulkan. Apalagi kemudian ketika kita mencermati, waktu ke bentrokan biasanya berdekatan dengan momen-momen tertentu yang sifatnya politis. Sebut saja menjelang pemilihan dan pelantikan rektor, pemilihan pembantu rektor, LPJ gubernur, dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab lain dari fenomena rusuh ini adalah pola komunikasi yang kita bangun selama ini mengalami kebuntuan. harusnya kekerasan tak perlu terjadi andaikan pihak-pihak yang terkait bisa membangun komunikasi yang dialektis. Namun yang terjadi hari ini,komunikasi yang harusnya menjadi fungsi pemimpin lembaga mahasiswa tidak berjalan maksimal. akibatnya mahasiswa menjadi liar dan mudah terprovokasi. Parahnya lagi birokrat kampus yang harusnya menjadi mediator hanya bisa berkoar-koar di media tanpa pernah terjun langsung ke lapangan dan menyelesaikan akar permasalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi yang berjalan tidak maksimal ini, baik antar pemimpin lembaga mahasiswa, mahasiswa dan birokrat kampus, maupun mahasiswa dan pemerintah telah berlangsung bertahun-tahun. Akibatnya, setiap ada friksi sedikit aja, maka akan menyebabkan letupan kekerasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;harusnya pemerintah sebgai pengayomrajin membuka keran-keran diskusi yang dialektik dan dialogis. Selama ini proses mediasi yang dilakukan cenederung pasif dan menunggu bola, yaitu hanya dilakukan ketika bentrokan sudah terjadi. harusnya birokrat lebihdewasa dan aktif dalam membangun komunikasi, bukannya malah mengeluarkan statemen-statemen yang tidak produktif di media, seperti yang dilakukan selama ini. Penulis yakin dengan cara seperti itu akan terbangun rasa saling percaya dan kesepahaman bersama menenai gerak langkah dan arah pembangunan bangsa yang lebih produktif. &lt;br /&gt;wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-7832973009823783526?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/7832973009823783526/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=7832973009823783526' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/7832973009823783526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/7832973009823783526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2010/05/mahasiswa-makassar-rusuh.html' title='mahasiswa makassar Rusuh?'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/S_yycDR7wxI/AAAAAAAAAEg/OjiyLkZ8yjE/s72-c/batu2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-5870925146118431681</id><published>2010-05-23T17:26:00.000-07:00</published><updated>2010-05-25T22:41:28.876-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskursus kebangsaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kehidupan sehari-hari'/><title type='text'>manusia modern dan keterasingan dengan masa lalu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/S_y0fm80oSI/AAAAAAAAAEo/HReUBBi1zVs/s1600/240px-EAirTempleStatue.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 180px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/S_y0fm80oSI/AAAAAAAAAEo/HReUBBi1zVs/s320/240px-EAirTempleStatue.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475449702100279586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya sedang menonton serial katun avatar ketika menulis tulisan ini. Apakah anda pernah menonton seril kartun avatar? Kisah tentang bocah kecil bernama aang bersama dua temannya yang bernama sokka dan katara yang berusaha menyelamatkan dunia. Saya sedang menyaksikan episode ketika aang dan teman-temannya mendatangi reruntuhan kuil udara, tempat suci yang menjadi tempatnya dibesarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat kisah, aang bersama teman-temannya sangat terkejut ketika mendapatkan kuil udara yang harusnya menjadi tempat suci yang dikeramatkan telah diubah menjadi tempat modern yang serba canggih. Ratusan tahun setelah para pengendali udara dibantai di tempat itu oleh Negara api, sekelompok pengembara menemukan tempat itu dan menjadikannya laboratorium bagi penemuan-penemuan penting. Aang marah melihat itu semua. Bagaimana tidak, tempat suci bagi para pengendali udara yang harusnya menjadi tempat bagi para pengendali udara telah menjadi tempat asing bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengembara yang  menemukan tempat itu dan mengubahnya menjadi  tempat yang lebih modern, juga tentunya punya alasan sendiri. Membiarkan tempat itu menjadi tempat kosong, bukankah jauh lebih tidak berguna  dibanding  dengan membuatnya tempat bagi penemuan-penemuan yang bermanfaat bagi umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan manusia modern kadangkala memang membuat kita terasing dari dunia kita sendiri. Di tengah perubahan cara hidup (mulai dari cara kita bekerja, cara kita bersosialisasi, cara kita berinteraksi, cara kita berbicara, sampai cara kita berpakaian), Kita kadang-kadang tidak lagi mampu mengenali jati diri dan lingkungan kita sendiri. Kita menemukan kehidupan kita begitu asing dan jauh. Coba bayangkan jika anda adalah manusia yang berasal dari tahun 80-an. anggaplah anda tertidur selama 20 tahun, dan ketika anda dibangunkan, anda melihat sekeliling anda telah begitu berubah. Anda kebingungan. Anda merasa seakan-akan berada diplanet yang lain. kehidupan yang benar-benar lain. Itulah yang kadang kala terjadi bagi manusia modern yang sedang berada dalam perjalanan menemukan kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia modern yang kehilangan jati diri itu lalu kebingungan dan  lalu berusaha mencari jalan bagi keterhubungan dirinya dengan masa lalu. Parahnya, untuk membangun keterhubungan itu kita membangun kuil-kuil peringatan, membangun monumen, membuat kuil.  Melalui simbol-simbol semacam tugu itu, kita merasa menemukan keterhubungan dengan jati diri kita di masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mana-mana kita menemukan tugu-tugu peringatan, setiap tahun digelar pesta peringatan. mulai dari simbol-simbol agama, simbol-simbol kebangsaan, simbol-simbol kesukuan, dan simbol-simbol yang lain. peringatan hari kemerdekaan, peringatan hari raya agama, upacara suku, dan seterusnya menegaskan betapa kita butuh akan simbol-simbl itu. Bahkan belakangan ini, kita lalu membangun simbol yang sifatnya pribadi untuk menegaskan kedudukan kita. Hari kelahiran, hari jadian, hari tunangan dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi benarkah symbol-simbol peringatan itu telah menemukan makna yang sebenarnya. Selama ini kita menganggap Kuil-kuil itu sebagai bentuk penghormatan kita kepada para pendahulu. Dengan penuh hikmad kita memperingati peringatan hari-hari besar setiap tahunnya, namun tak sedikit pun makna di balik peringatan itu kita selami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap peringatan 17-an misalnya, benarkah makna perjuangan dan perlawanan melawan ketidakadilan itu kita hadirkan ke dalam diri kita? Atau jangan-jagan setiap peringatan-peringatan yang kita gelar hanyalah bagian dari euphoria massal masyarakat modern yang memang berjiwa imitatif. Dalam konteks keagamaan, benarkah peringatan tahun baru hijrah, kita maknai sebagai bentuk bagian dari pejuangan membangun kebenaran? Ataukah kita hanya ikut-ikutan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harusnya makna masa lalu yang menjadi spirit bagi lahirnya sejarahlah yang kita hadirkan ke dalam kotak baru bernama dunia modern, bukannya dengan menghadirkan barang-barang antik, yang lalu kita anggap sebagai symbol penghormatan terhadap sejarah. Misalnya, dalam konteks dunia modern, harusnya makna proklamasi dimaknai sebgai keberanian mendobrak hegemoni dan bayang-bayang Negara maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita tetap terpatron pada tradisi-tradisi  lama namun kehilangan makna peringatan yang sebenarnya, maka kita akan dilindas oleh arus modernisasi yang tak kenal ampun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kuil udara yang dibangun oleh para pengendali udara sebagai benteng perlawanan terhadap Negara api, para pengembara yang menemukannya memang mengubah tampilan fisiknya ke bentuk yang jauh lebih modern, namun perubahan tersebut didasari oleh semangat perlawanan terhadap penindas. Bisa dibayangkan, jika para pengembara tetap mengadalkan senjata-senjata klasik melawan Negara api yang teknologinya jauh lebih maju. tentu saja mereka akan kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke cerita avatar; Di akhir cerita, aang menggambarkan modernisasi seperti keong yang menemukan cangkang baru. Ketika cangkang yang lama hancur, maka keong mencari cangkang lain yang betuk fisiknya mungkin berbeda, tapi bukankah isinya tetap sama?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-5870925146118431681?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/5870925146118431681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=5870925146118431681' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/5870925146118431681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/5870925146118431681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2010/05/manusia-modern-dan-penemuan-jalan-bagi.html' title='manusia modern dan keterasingan dengan masa lalu'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/S_y0fm80oSI/AAAAAAAAAEo/HReUBBi1zVs/s72-c/240px-EAirTempleStatue.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-3067392251011280605</id><published>2010-05-18T10:40:00.000-07:00</published><updated>2010-05-18T12:15:41.492-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskursus kebangsaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskusi ke_KEMA-an'/><title type='text'>Peran Lembaga Mahasiswa dalam Membangun Indonesia Emas</title><content type='html'>&lt;b&gt;Realita Kehidupan bangsa Indonesia hari ini&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak zaman perjuangan kemeerdekaan hingga kini, bangsa kita terus berada dalam ketertinggalan dan keterpurukan. Dan sampai hari ini pun kita masih tak bisa lepas dari keterpurukan dan ketertinggalan tersebut. Berbagai ketertinggalan tersebut meliputi hamper semua sendi-sendi kehidupan bangsa ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di bidang ekonomi tingkat pengangguran masyarakat kita masih tinggi. Kemiskinan cenderung naik. Tingkat investasi masih belum optimal. Pertumbuhan ekonomi cenderung lambat. Daya saing kita cenderung melemah, sementara Negara-negara di kawasan (China, India, serta Negara-negara asia lainnya) semakin menunjukkan performance yang cemerlang dalam laju pertumbuhan ekonomi. di bidang politik sejak era reformasi tahun 1998, kita memang berhasil mencapai kebebasan berpolitik yang lebih dari era sebelumnya. Keberhasilan membangun demokrasi ini memang patut diacungi jempol, namun, jika kita melihat realita yang terjadi di tangkatan &lt;i&gt; grass root&lt;/i&gt; yang terjadi justru adalah praktik politik yang tidak sehat, yang brujung pada ketidak percayaan public pada perangkat-perangkat politik, desentralisasi yang kebablasan (bahkan sampai mengarah pada disintegrasi) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di bidang hukum, upaya reformasi terus dilakukan termasuk dalam pemberantasan korupsi, tetapi masih banyak catatan tersisa, bahwa praktik-praktik dunia hukum kita masih belum mengarah pada penguatan kepastian hukum. Bahkan ada kecenderungan masyarakat kita semakin antipasti terhadap kinerja perangkat-perangkat hokum negeri ini (masih ingat kasus cicak vs buaya, susno vs polri, serta kasus lainnya). di bidang sosial-kemasyarakatan, kondisi kesehatan yang memprihatinkan, kurangnya keseriusan pemerintah dalam membangun pendidikan serta semakin lunturnya kebudayaan local yang menjadi watak dan &lt;i&gt;local geniusity&lt;/i&gt; bangsa ini menjadi sebuah tugas berat untuk diselesaikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah-masalah kita sebagai bangsa memang kompleks serta saling terkait satu sama lain. Kita tak mungkin menyelesaikan permasalahan pendidikan tanpa melakukan perubahan mendasar pda kebijakan ekonomi. Demikian pula tidak mungkin berbicara tentang pembanguna kesehatan tanpa berbicara budaya, ekonomi dan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tantangan masa depan Indonesia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beban berat bangsa ini akan semakin berat dengan semakin beratnya tantangan masa depan. Di tengah ketertinggalan mutlak bangsa ini di semua sendi kehidupan, kita tak mampu menghentikan berbagai perubahan-perubahan global yang akan berimplikasi besar dalam kehidupan masa depan (coba bayangkan kita sedang balapan. Kita menggunakan motor dengan mesin 90 cc, yang rusak di sana sini, sementara bangsa lain menggunakan motor dengan mesin 300 cc dan peralatan yang serba baru, sementara jalan di depan semakin berkelok, semakin menanjak dan sulit dilewati)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia masa depan akan dihadapkan pada arus informasi yang semakin cepat, perkembangan sains dan teknologi yang semakin cepat dan luas, pola kehidupan dunia yang semakin mengglobal dan terbuka, serta brbagai tantangan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Di mana peran mahasiswa?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai tantangan itu tentu saja menjadikan kita (mahasiswa, sebagai generasi muda bangsa ini) patut untuk cemas dan gelisah. Mengapa? Pertama, karena berbicara masa depan adalah berbicara tentang masa depan kita dan anak cucu kita, dan tentu saja kita tidak ingin di masa depan kita mendapati diri kita atau anak cucu kita hidup sebagai budak bangsa lain. Kedua, karena sejauh ini, kita masih juga tenang-tenang saja seakan tidak terjadi apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun bangsa Indonesia masa depan, maka kita akan berbicara tentang membangun kualitas bangsa ini agar sanggup menghadapi tantangan masa depan. Menurut prof. Gunawan Mintohardjo dalam bukunya Membangun Indonesia Emas, untuk membangun Indonesia masa depan maka kita membutuhkan generasi yang  menguasai 3 hal yaitu concepts, competencies, dan conections&lt;br /&gt;Karena kompetensi (soft skill) mahasiswa kita telah anggap didapatkan oleh mahasiswa di bangku kuliah (atau sejenisnya) maka tanggung jawab dan fungsi lembaga kemahasiswaan hari ini adalah memberikan ruang bagi mahasiswa untuk membangun konsep dan koneksi. Di situlah lembaga mahasiswa berperan, dalam hal ini, utamanya melalui berbagai kegiatan-kegiatan kelembagaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun konsep mahasiswa maka kita akan berbicara tentang penanaman idealisme kemahasiswaan, tanggung jawab sebagai mahasiswa dan generasi penerus bangsa, pemahaman akan kompleksitas permasalahan bangsa, pembangunan karakter mahasiswa, serta pembekalan kemampuan manajerial dan kepemimpinan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan konsep dan koneksi mahasiswa dalam dunia kemahasiswaan masa kini yang semakin bergerak ke arah pola hidup hedonis dan konsumtif, bukanlah sebuah tugas yang mudah. Tapi tentu saja di atas segalanya, adalah sebuah kebanggan bagi lembaga mahasiswa hari ini untuk menjadi Loyang (atau tungku) bagi pencapaian generasi Indonesia Emas&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-3067392251011280605?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/3067392251011280605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=3067392251011280605' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/3067392251011280605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/3067392251011280605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2010/05/peran-lembaga-mahasiswa-dalam-membangun.html' title='Peran Lembaga Mahasiswa dalam Membangun Indonesia Emas'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-2297010236064093038</id><published>2010-05-18T01:28:00.000-07:00</published><updated>2010-05-18T12:18:23.317-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskursus kebangsaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskusi ke_KEMA-an'/><title type='text'>Tantangan dokter masa depan, tantangan dunia lembaga mahasiswa hari ini, dan perlunya pengawalan kader</title><content type='html'>Mahasiswa kedokteran masa kini hidup di abad 21, di mana dihadapkan pada tantangan dunia kesehatan secara umum dan dunia kedokteran secara khusus yang makin berat dan makin sulit ditebak. Untuk menghadapi tantangan dunia kesehatan yang semakin berat tersebut, Mahasiswa kedokteran, baik sebagai individu maupun sebagai komunitas kedokteran membutuhkan persiapan dan bekal yang matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan yang paling besar yang menjadi tugas berat bagi dokter masa depan adalah permasalahan kesehatan yang semakin mengglobal dan semakin kompleks serta tuntutan akan tanggung jawab profesi seorang dokter yang semakin besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui bahwa semakin kompleks dan semakin terintegrasinya berbagai bidang kehidupan masyarakat kita hari ini membuat masalah kesehatan (yang merupakan tanhggung jawab bagi seorang dokter) tak lagi bisa dipisahkan dengan bidang kehidupan lain. Permasalahan kesehatan tak lagi bisa diselesaikan dengan mengandalkan pendekatan biomedik, seperti yang kita pelajari di bangku kuliah namun membutuhkan pemahaman lintas disiplin ilmu, kajian yang kompleks akan permasalahan sosial budaya, ekonomi, pendidikan dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa yang akan datang, kebutuhan masyarakat akan tenaga kesehatan akan semakin besar (dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti kesejahteraan masyarakat yang makin meningkat, tingkat pendidikan masyarkat semakin tinggi, pola hidup masyarakat yang semakin konsumtif, yang berakibat perhatian individu pada masalah kesehatannya akan semakin besar). Hal ini akan berimplikasi pada peran dokter dalam kehidupan sosial akan menjadi semakin vital. Posisi dokter dalam kehidupan masyarakat semakin penting dan ini menegaskan akan kebutuhan kita akan dokter-dokter yang berkarakter pemimpin, cerdas, dan berwawasan luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai tantangan di atas membawa kita pada kesimpulan akan butuhnya kita akan kader yang mau belajar/mengerti wacana-wacana dunia kesehatan, lintas disiplin ilmu, serta berkarakter pembelajar, peka dan kritis terhadap peramasalahan-permasalahan sosial kemasyaraktan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain sisi, dinamika kemahasiswaan kita, yang harusnya menjadi tempat kita membina dan mempersiapkan dokter-dokter yang mampu menghadapi tantngan masa depan juga menghadapi tantangan yang tak kalah peliknya yang tentu saja membutuhkan kreativitas agara mahasiswa kita bisa beradaptasi dengan pola dunia kemahasiswaan hari ini. Cepatnya regenerasi dalam dunia lembaga kemahasiswaan, masih rendahnya keteladanan, serta system kelembagaan yang belum terarah dan sinergis satu sama lain menjadi penyebab utama belum maksimalnya fungsi perangkat lembaga mahasiswa sebagai tempat belajar dan mempersiapakan diri mahasiswa dalam menghadapi tantngan masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjawab permasalahan tersebut, maka butuh sebuah metode pengawalan yang sistematis serta terencana dan berkesinambungan agar transfer pengetahuan, wacana, idelisme, serta budaya kemahasiswaan mampu berjalan secara maksimal. Selain itu butuh pula sebuah metode pendampingan yang kreatif dan fleksibel agar mampu menjadi sebuah wadah belajar yang menarik dan efektif.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-2297010236064093038?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/2297010236064093038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=2297010236064093038' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/2297010236064093038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/2297010236064093038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2010/05/tantangan-dokter-masa-depan-tantangan.html' title='Tantangan dokter masa depan, tantangan dunia lembaga mahasiswa hari ini, dan perlunya pengawalan kader'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-269288412705292157</id><published>2010-05-16T02:02:00.000-07:00</published><updated>2010-05-18T12:18:59.550-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskursus kebangsaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskusi ke_KEMA-an'/><title type='text'>PERGUB no 28 th.2010 dan Disorientasi Arah Pembangunan Hari Ini</title><content type='html'>Saya ingin menulis tulisan ini, dengan berangkat dari kenyataan bahwa bangsa kita hari ini berada dalam sebuah kondisi yang mandeg. Di mana-mana pembangunan bangsa ini mengalami stganasi.  Dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, budaya, politik, bangsa ini berada dalam kondisi yang memprihatinkan. Sangat rumit memang untuk mengurai benang kusut pemasalahan bangsa hari ini. Karena masalah bangsa kita hari ini telah menjadi sebuah jaring laba-laba sistemik yang saling terkait satu sama lain. Permasalahan kesehatan akan terkait dengan pendidikan, permasalahan ekonomi, permasalahan, politik, dan sebagainya. Oleh karena itu, untuk memutus mata rantai sistemik krisis bangsa ini, kita perlu sebuah arahan dan prioritas pembangunan yang realistis dan terukur.  dan bagi penulis, membangun kualitas sumber daya manusia rakyat Indonesia hari ini adalah satu-satunya jalan bagi angsa ini untuk keluar dari keterbelakangn dan ketertinggalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita berbicara tentang pembagunan kualitas sumber daya manusia bangsa ini, maka kita akan berbicara tentang kualitas pendidikan dan kesehatan bangsa kita. Karena itu, di tengah segala kekurangan dan kelemahan Negara kita hari ini (lemah dalam kekuatan modal finansial, kualitas SDM, pernagkat hokum suprastruktur, dan sebagainya), pemerintah wajiblah untuk menjamin akselerasi  pembangunan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas. Hal ini sebenarnya telah digariskan dalam konstitusi di mana UUD 1945 sendiri menegaskan bahwa Pendidikan dan kesehatan dijamin oleh Negara dalam hal ini pemerintah sebagai  pelaksana tugas Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pergub no.28 , ke mana arahnya?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan Pemerintah provinsi Sulawesi Selatan baru-baru ini yang mengeluarkan pergub (peraturan gubernur) no.28 tahun 2010 yang salah satu poinnya (poin 23) mewajibkan koass (mahasiswa kedokteran yang sementara menjalani praktik magang di Rumah sakit), residen (dokter yang sedang mengambil program pendidikan dokter spesialis) dan perawat/ bidan yang sedang praktik magang  unuk membayar retribusi tiap menjalani stase di rumah sakit milik pemerintah provinsi , tentu saja merupakan sebuah hal yang aneh dan tak berdasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan hal yang aneh, karena tanpa alasan yang jelas pemerintah provinsi Sulawesi Selatan mengeluarkan pergub ini. Kebijakan ini, terlepas dari dalih pemprov bahwa kebijakan ini bertujuan untuk  merapikan administrasi dan akuntabilitas keuangan di rumah sakit, menimbulkan pertanyaan besar bagi kita semua , bahwa bukankah pemerintah berkewajiban untuk mneyelenggarakan pendidikan yng berkualitas bagi segnap rakyatnya, bukannya malah “memeras”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih lagi bayaran rtribusi yang diminta bukanlah jumlah yang kecil untuk ukuran kantong mahasiswa Makassar, Koass diwajibkan membayar Rp. 60.000 per minggu, residen Rp.75.000 per minggu, dan mahasiswa keperawatan/kebidanan Rp.50.000 per minggu. Sebuah angka yang tidak sedikit tentu saja. Kebijakan ini juga jelas-jelas tak berdasar karena melanggar aturan yang lebih tinggi, yaitu UU penyelenggaraan Rumah sakit yang jelas-jelas menggariskan bahwa fungsi Rumah sakit selain sebagai penyelenggara layanan kesehatan juga berfungsi menyelenggarakan pendidikan kesehatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kerjasama antara institusi penyelenggara pendidikan kedokteran (di Makassar khususnya, dalam hal ini UNHAS dan UMI) dengan rumah sakit milik pemprov telah berlangsung puluhan tahun. Dalam rentang waktu yang cukup panjang itu, ribuan tenaga kesehatan telah dihasilkan, yang tentunya ujung-ujunganya sebagian besar dari lulusan-lulusan itu akan berkontribusi besar (baca:menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan) di Sulawesi selatan. Alangkah sebuah pikiran yang picik jika kerjasama bertahun-tahun itu yang telah menjadi tulang punggung bagi pelayanan kesehatan hingga sekarang dinodai dengan retribusi yang targetnya tak lbih dari mengejar PAD belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisruh mengenai retribusi ini semakin diperparah oleh statement gubernur Sulsel di sebuah media local, bahwa wajar saja residen, koass dan perawat dimintai retribusi karena mereka mneggunakan rumah sakit untuk memperoleh pendidikan, makan dan tidur di Rumah sakit. Sebuah pernyataan yang sangat menyakitkan, terlebih lagi diucapkan oleh seorng kepala daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menganggap bahwa pernyataan ini keluar dari ketidak tahuan ggubernur kita akan realita di Rumah Sakit-Rumah Sakit milik pemprov (bebrapa teman dengan nada bercanda menyebut, mungkin karena gubernur kita terlalu sering berobat ke luar negeri hingga tak tahu realita yang terjadi di lapangan). Harus dipahami bahwa di rumah Sakit-Rumah Sakit milik pemprov di mkassar (RS Labuang Baji, RS Haji, RS ertiwi, RS Fatimah) ujung tombak pelayanan di Rumah sakit ada di tangan koass, residen dan perawat magang. Mereka memang menjalani pendidikan di sana, tapi harus diakui mereka juga berfungsi sebagai tenaga teknis pelayanan di rumah sakit (bahkan fungsi pelayanan seorang residen dan koass terasa lebih besar porsinya dibanding porsi pendidikannya).  Sementara dokter-dokter dan perawat yang dimiliki oleh pemprov, tak lebih dari 30% dari total tenaga kesehatan di Rumah Sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apatah lagi, residen dan koass, serta perawat magang di sana bekerja siang malam untuk melayani pasien di sana, bahkan harus menginap di Rumah Sakit untuk tugas jaga tanpa pernah digaji sepeser pun. Di daerah-daaerah lain, koass dan residen bahkan diberikan tip oleh Rumah Sakit tiap mereka berdinas di Rumah sakit tersebut, karena menganggap residen dan koass telah memberikan jasa pelayanan di Rumah Sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harusnya, pemerintah sadar bahwa di atas segalanya, menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau merupakan harga mati bagi pembangunan manusia Indonesia, Terlebih lagi pendidikan kesehatan. Karena tenaga-tenaga kesehatan terdidik inilah yang nantinya menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di daerah. Kita tak mampu membayangkan jika kelak biaya pendidikan kesehatan makin mahal, maka lulusan-lulusan yang akan dihasilkan merupakan teaga kesehatan yang profit oriented (setela lulus dari pendidikan, orang akan cenderung berpikiran megembalikan modal yang telah dibayar selama pendidikan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ke mana arah kebijakan pemerintah hari ini?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisruh retribusi ini harusnya menjadi cerminan bagi kita semua, betapa pembangunan di sulsel hari ini berjalan tanpa arah. Di tengah  ruwetnya masalah pendidikan dan kesehatan di Sulsel (ingat, angka buta aksara dan tingkat penderita penyakit infeksi, Sulsel masih “berhasil” masuk lima besar). Adalah sebuah kesalahan besra jika kita kemudian mengorbankan pendidikan dan kesehatan di SulSel hanya untuk mnegejar PAD belaka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih miris lagi kemudian, ketika kita coba melihat arah pembangunan pemerintah provinsi selama 3 tahun belakangan yang cenderung mengutamakan program dan bangunan-bangunan simbolis yang milyaran bahkan trilyunan rupiah sementara pembangunan pendidikan dan kesehatan yang menjadi pilar utama pembangunan bangsa ini masih compang camping di sana sini.  Pembangunan CPI (central point of Indonesia), reklamasi tanjung Bunga, dan rogram-program  lain memang terkesan megah dan lux jika dilihat dari luar, akan tetapi bukankah pembangunan pendidikan dan kesehatan kita  jauh lebih  urgen untuk diselesaikan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-269288412705292157?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/269288412705292157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=269288412705292157' title='16 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/269288412705292157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/269288412705292157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2010/05/pergub-no-28-th2010-dan-disorientasi.html' title='PERGUB no 28 th.2010 dan Disorientasi Arah Pembangunan Hari Ini'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-6638118030248418471</id><published>2010-05-03T21:24:00.000-07:00</published><updated>2010-05-18T12:20:38.448-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dialog ke-HmI-an'/><title type='text'>Back to Basic</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/S-351xRxL6I/AAAAAAAAADo/KXsZEse_UTU/s1600/HmI%27s+Flag+1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 226px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/S-351xRxL6I/AAAAAAAAADo/KXsZEse_UTU/s320/HmI%27s+Flag+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471303824481267618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana HMI saat ini?, pertanyaan ini sudah menjadi trademark bagi organisasi mahasiswa Islam terbesar ini untuk peran selanjutnya. Siapa yang tidak kenal dengan HMI yang mempunyai kiprah besar terhadap tegaknya bangsa ini. Tapi juga ada tuduhan, bahwa HMI pun turut andil dalam kebobrokan para politisi yang notabene alumni HMI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada kata lain yang bisa dijadikan patokan bagi HMI, kecuali back to basic. Yaitu kembali pada Insan Akademis, Pencipta, Pengabdi yang 'bernafaskan Islam' dan bertanggung jawab atas terselenggaranya negara adil makmur yang diridhai Allah SWT. Hanya ini yang harus dijadikan tolok ukur eksistensi HMI. Lain dari itu, tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kata Fachri Ali, dia menyebutkan "Dulu HMI adalah organisasi intelektual yang mencetak kader-kader technocrat dan merupakan idola tiap anak muda terpelajar, serta curiga dengan politisi yang cenderung manipulatif dan bohong melalui kemampuan berpidato. Sedangkan hari ini HMI adalah pencetak para kader politisi yang dulu dicurigai oleh HMI itu sendiri. Saya berkeyakinan 10 tahun kedepan rakyat kian bosan dengan politik, bosan dimanipulasi dan bosan dibohongi. Oleh karenanya 60 tahun HMI kini, jika dia ingin tetap Berjaya, maka mencetak kader-kader intelektual (technocrat) adalah sebuah keharusan, karena bangsa ini akan bersiap melakukan substitusi kepemimpinan politik dengan kepemimpinan technocrat. Membaca dan menulislah, karena itu yang akan membuat anda dewasa secara intelektual." (sumber : http://pbhmi.com). Nah... sekarang, apa yang dimiliki dan yang bisa ditonjolkan oleh si-'Hitam Hijau' ini?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, ini mungkin saja, saat ini telah terjadi degradasi kaderisasi di tubuh HMI sendiri. Entah apa sebabnya. Bisa jadi juga tanggungjawab para rakanda alumninya yang terus menerus meng'kooptasi' adik-adiknya di HMI. Demi kepentingan para rakandanya, adik-adiknya diobok-obok. Dan yang paling penting, bagi HMI-nya sendiri harus mulai sadar bahwa HMI bukan milik alumni, tapi milik anggota. Sehingga maju-mundurnya organisasi ini tergantung bagaimana sikap anggotanya. Jika anggotanya mau di'mainkan' oleh para rakandanya, maka sudah jelas bahwa HMI sedang menggali liang lahatnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HMI adalah HMI, bukan HMI adalah juga Alumni HMI. Paradigma ini jelas berbeda. Karena akan bermuara pada hilangnya sikap independen. Tanpa sikap independen ini, maka tidak ada HMI. Dan menjadi wajar jika kemudian ada pertanyaan 'Bagaimana HMI saat ini?'. Bukan berarti anti kepada Alumni HMI. Akan tetapi bersikap proporsional. Bahwa Alumni HMI merupakan wadah silturrahmi dan komunikasi antar komunitas keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam. Tidak lebih. Apalagi kemudian ada transaksi, deal-deal politis yang bakal berdampak pada proses perbaikan institusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HMI akan terbawa-bawa dalam berbagai proses politik yang terjadi. Akan sangat membanggakan jika ternyata proses politik itu membawa dampak positif pada kehidupan berbangsa dan bernegara. Akan tetapi sebaliknya, institusi HMI akan terbawa buruk dan rusak karena tingkah laku para alumninya yang tidak patut dan tidak layak, apalagi bagi para alumninya yang terlibat unsur-unsur KKN. Jelas-jelas ini merusak dan menghancurkan. Bukan saja HMI tapi juga bangsa dan negara secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, dengan ucapan bismillah...HMI harus back to basic. Yakin Usaha Sampai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-6638118030248418471?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/6638118030248418471/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=6638118030248418471' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/6638118030248418471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/6638118030248418471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2010/05/back-to-basic.html' title='Back to Basic'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/S-351xRxL6I/AAAAAAAAADo/KXsZEse_UTU/s72-c/HmI%27s+Flag+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-557350444935027164</id><published>2010-05-03T21:11:00.000-07:00</published><updated>2010-05-18T12:20:19.941-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskursus kebangsaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dialog ke-HmI-an'/><title type='text'>rekonstruksi ideologi dalam NDP Cak Nur</title><content type='html'>Tulisan dari mas Andito. patut untuk dibaca dan didiskusikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HANYA dengan Al-Quran dan terjemahnya kita sudah dapat memakai dan ‘memelintir’ ayat-ayat suci dengan bebasnya. Masalah kemampuan bahasa arab, asbab al-nuzul dan tetek bengek lainnya ‘tidak dipentingkan’. Memang lazimnya demikian. Toh, semuanya akan berpusing-pusing pada tafsir. Itu bahasa sadisnya saat kita berhadapan dengan majlis pengajian pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktik tadi sungguh berbeda saat kita berhadapan dengan naskah Nilai-nilai Dasar Perjuangan/Nilai Identitas Kader (selanjutnya ditulis NDP), sebuah rumusan Islam yang khas Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang didirikan pada 5 Februari 1947. Naskah NDP itu sendiri baru disahkan pada Kongres HMI IX di Malang (Mei 1969).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memahami, apalagi mengajarkan, NDP kita harus menjalani praktik-praktik ritual tertentu yang tidak sembarang orang dapat melakukannya, mulai dari Basic Training (Latihan Kader I/LK I), pendalaman NDP Pasca LK, Training Up Grading NDP, Senior Course sampai Training Instruktur NDP. Kita juga tidak boleh meninggalkan wirid intensif dengan membaca karya-karya Nurcholish Madjid (Cak Nur).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembalseman Cak Nur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/S-37F8DCkCI/AAAAAAAAADw/KYmv9ThDOXQ/s1600/20090306_050958.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 210px; height: 227px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/S-37F8DCkCI/AAAAAAAAADw/KYmv9ThDOXQ/s320/20090306_050958.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471305201761816610" /&gt;&lt;/a&gt;Mengapa hal ini dapat terjadi? Banyak alasan dapat dikemukakan. Pertama, Pembalseman Cak Nur secara sistematis. Pengaguman terhadap Cak Nur membuat semua orang merasa rendah diri ketika berhadapan dengan pemikiran-pemikirannya. Penjara imajinasi ini mengkondisikan Cak Nur laksana Tuhan bagi agama HMI. Ia bersabda di puncak gunung dan umat di bawahnya cuma mengaminkannya. Fobia kritik dijadikan alasan utama melarang dan menghakimi orang agar berbuat hal yang sama sebagaimana dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, NDP bukan tafsir kitab suci, juga bukan kumpulan hadis. Orang lupa, Cak Nur yang membuat draft NDP di periode 69-an berbeda dengan Cak Nur millenium baik dari sisi usia, intelektualitas, pengalaman dan lain-lain. NDP merupakan sebuah cara pandang Islam ala Cak Nur muda, yang ekstremnya, belum tentu benar. Repotnya, kader HMI sulit memahami evolusi pemikiran seseorang yang dapat berubah seiring waktu, kontemplasi, dan kedewasaan. Adalah hal biasa pemikiran masa lalu tidak lagi sesuai dengan pemikiran masa kini. Tidak ada alasan untuk takut mengkritik Cak Nur muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengkritisi NDP tidak ada hubungannya sama sekali dengan penghormatan kepada Cak Nur. Cak Nur tetap kita hormati dan terhormat dengan sendirinya ketika pemikiran-pemikirannya turut memperkaya khazanah pemikiran Islam Indonesia. Cak Nur adalah sedikit tokoh yang pemikiran brilyannya didengar betul oleh paling tidak 4 presiden mulai dari Suharto sampai Gus Dur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bias Figur dalam Kerja Kolektif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/S-37GJq6qrI/AAAAAAAAAD4/xhcdEbpLFFI/s1600/HMI+tua_2.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 168px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/S-37GJq6qrI/AAAAAAAAAD4/xhcdEbpLFFI/s320/HMI+tua_2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471305205418732210" /&gt;&lt;/a&gt;Kedua, bias personalisasi dalam realitas kolektif. Sesungguhnya perumusan NDP dihasilkan dari kerja kolektif, bukan individual. Beberapa bagian NDP jelas dikerjakan oleh kader muda HMI lainnya, seperti Endang Saefuddin Anshari, Saqib Mahmud, M Dawam Rahardjo dan yang lain. Bukan tidak mungkin terjadi benturan ide dan paradigma satu sama lain. Penguapan konsistensi ideologi dapat berbanding lurus pada wilayah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, pada saat itu, arus pemikiran keislaman disemarakkan oleh pertentangan yurisprudensi simbolis antara berbagai organisasi Islam tradisional dan modernis; di sisi lain, terbatasnya wacana keislaman alternatif dan referensi —ditandai dengan sangat minimalnya peredaran buku-buku pemikiran keislaman berbahasa Indonesia— turut memainkan peranan yang tidak sedikit pada gaya bahasa, kedalaman bahasan dan kelengkapan tema NDP. Apalagi saat itu HMI sedang berada pada dua arus besar konflik politis-ideologis, dengan CGMI, dan rezim transisional dari Orla ke Orba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan seluruh fenomena di atas, wacana-wacana keagamaan alternatif —yang mungkin bukan sesuatu yang “luar biasa” di masa kini— seperti mendapat momentum. Pemikiran-pemikiran radikal, Ahmad Wahib misalnya, menjadi sesuatu yang wah diperhadapkan dengan pemikiran keislaman konvensional saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada posisi inilah kita dapat mencoba memahami mengapa dalam suatu kurun waktu yang panjang, NDP menjadi sesuatu yang khas dan sulit untuk dikoreksi. Keterjagaan momentum ini, secara alamiah, terus “dilestarikan” dengan semakin gemilangnya tokoh-tokoh perumus NDP dalam konstelasi pemikiran sosial keagamaan di Indonesia. Hal berbeda mungkin akan kita temukan seandainya para perumus NDP berevolusi sebagai orang-orang kebanyakan sehingga tidak populer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, kita juga paham mengapa banyak kader tidak memahami naskah NDP, meskipun membaca berulang kali. Ketidakmengertian dinisbahkan pada kebekuan intelektual mereka dan bukan pada naskahnya. Setiap kali selesai membaca yang berakhir dengan kebingungan, setiap kali itu pula kader seakan berkata bahwa ia ternyata begitu bodoh. Dan masih saja bodoh meskipun telah membaca referensi-referensi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengapuran Intelektualisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, pengapuran intelektualisme, akibat semakin menggejalanya wacana politis praktis ketimbang intelektualisme. HMI yang menang perang bharatayudha melawan PKI/CGMI dan anasir Orla lainnya seperti ketiban pulung. Gelombang besar mahasiswa yang mendaftar sebagai kader HMI baru pasca Orla ternyata tidak berdampak signifikan pada pembaruan dan pematangan teologis. Memang format dan materi perkaderan senantiasa terus berkembang, tapi semua itu tidak dibarengi dengan peninjauan ulang seluruh nilai yang menjadi landasan ideologis HMI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan struktural konstelasi politik dan kesibukan lainnya membuat kader-alumni HMI boleh dikata tidak dapat lagi mencurahkan sedikit perhatian kepada materi-materi utama perkaderan yang mendasar. Bahkan fenomena bombastis di atas dijadikan salah satu alasan untuk tidak menoreh tinta merah pada materi ideologi. Apalagi yang harus diutak-atik, kalau dengan keadaan sekarang saja HMI sudah dapat besar, kader-kadernya banyak yang sudah jadi orang dan menjadi motor di banyak wilayah strategis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alih-alih memperbarui, keberadaan NDP diperkokoh dengan polesan dalil-dalil ayat suci sebagai lampiran untuk mencuatkan dimensi keagamaan naskah tersebut. Kongres diadakan sebagai legitimasi naskah. Padahal, perangkat hukum yang menopang bagi kemungkinan diadakannnya sebuah rekonstruksi naskah ideologi sudah cukup memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lengkaplah sudah mistifikasi NDP. Ia merupakan naskah suci, sakral sehingga anti kritik. Padahal, sakralisasi pada segala sesuatu selain Allah adalah praktik kemusyrikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengawali Rekonstruksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai nilai dasar perjuangan, NDP membutuhkan unsur-unsur penyempurna bagi tumbuhnya sebuah ideologi/paradigma/filsafat hidup/pandangan dunia: Sistematika yang jelas dalam penalaran rasional (filosofis), kemudahan aplikasi teori praktis (sosiologis), efek perubahan individu dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penguatan dimensi kemanusiaan yang ada di NDP jelas membawa dampak signifikan. Di satu sisi ia membawa dengan genial pesan-pesan peradaban, agar kader HMI tidak gamang dan takut menghadapi perubahan zaman. Di sisi lain, materi NDP menjauh dari pendekatan filosofis, sesuatu yang selayaknya menjadi titik sentral ideologi. Pendekatan sosiologis membuat Islam ditampilkan sebagai ‘Kehadiran’ yang mendahului ‘Kebenaran’, dasar teologi Kristen, bukan ‘Kebenaran’ mendahului ‘Kehadiran’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek filosofis di NDP, kalaulah ada, juga berputar-putar pada paradigma Calvinian. Kerancuan aspek filosofis dan sosiologis ketika berhadapan dengan teologi membuat kader semakin percaya bahwa tiada keterkaitan sama sekali antara ruang publik (rasionalisme) dan ruang privat (keimanan). Alih-alih mewartakan kebenaran Islam, pemberian materi NDP menggiring kader pada paradigma Kristen (pada Bab Ketuhanan, Bab Kemanusiaan dan Bab Ilmu Pengetahuan) dan Marxian (pada Bab Individu-Masyarakat dan Bab Keadilan Sosial Ekonomi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesenjangan inilah yang menyebabkan mengapa instruktur NDP cenderung berbeda visi dan pemahaman satu sama lain. Ketidakmampuan memahami konteks historis yang melatarbelakangi perumusan NDP; ketidakmampuan memahami paradigma yang dipakai para perumus; ketidaktahuan batasan liberalisasi NDP; kurangnya referensi perbandingan dalam memahami NDP; dan kurangnya ilmu alat yang dimiliki pemateri NDP dapat dijadikan kambing hitam susulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efeknya, sebagian pemateri NDP, terutama pada LK I, membawa materi seperti pengajian yang monolitik dan dogmatik. Alih-alih menggiring kader menuju kesadaran teologis, instruktur malah membuat kader terhalusinasi pada ghirah kebablasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemateri NDP cenderung membawa materi dengan paradigmanya masing-masing. Cak Nur difitnah untuk membenarkan keyakinan pemateri. Perlu dicurigai bahwa banyak pemateri yang belum bersentuhan dengan pemikiran-pemikiran Cak Nur dan studi banding dengan referensi lain yang berhubungan. Di sisi lain, studi kritis NDP dimentahkan oleh alasan bahwa segala penjelasan tentang nasklah ideologi tahun 1969 telah ada di buku-buku Cak Nur yang baru beredar tahun 1990an. Ini tidak logis. Tiada relevansi apa pun antara buku Cak Nur dengan NDP qua NDP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya banyak pihak yang tidak bisa membedakan dengan jernih antara rekonstruksi dan dekonstruksi. Sedari awal tulisan ini hanyalah kritik terhadap pondasi bangunan NDP Cak Nur yang lebih nampak sebagai ‘Natsir Muda’. Namun penulis tetap yakin bahwa nilai-nilai pengubah/perbaikannya masih dapat dilihat pada evolusi pemikiran Cak Nur setelah ia semakin kosmopolit dan universal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tingkat struktural, bias ideologi berkembang semakin kompleks ketika organisasi dituntut agar memberikan kejelasan arah kaderisasi. Pada satu aspek HMI telah berhasil membentuk kader yang mempunyai karakter ideologis tertentu. Namun pada aspek lain, sebagaimana telah diterangkan di atas, HMI boleh dikata telah gagal membentuk format keislaman yang utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjawab keparsialan NDP, instruktur yang mempunyai dalil kuat untuk menolak isi materi NDP Cak Nur bermain dengan kerangkanya sendiri. Pada aspek dinamika intelektual, ia layak diacungi jempol karena mampu membuat sebuah konsep alternatif. Pada aspek struktural, ia dikategorikan menyimpang dari kurikulum baku dan melanggar aturan main organisasi. Apalagi yang ‘didekonstruksi’ adalah materi ideologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyusun Agenda Rekonstruksi&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/S-37GtdTJzI/AAAAAAAAAEA/y20srKHZiGU/s1600/hmi.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 220px; height: 165px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/S-37GtdTJzI/AAAAAAAAAEA/y20srKHZiGU/s320/hmi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471305215025293106" /&gt;&lt;/a&gt;Niat awal yang melandasi pembuatan rekonstruksi ini adalah bagaimana kita melihat wacana perubahan dalam menatap (naskah) ideologi. Biarkanlah semua pihak menimbang NDP dengan sudut pandangnya masing-masing. Toh semuanya akan dinilai secara objektif lagi proporsional untuk mencari yang terbaik. Dari mana pun datangnya hikmah itu. Yang penting, tidak boleh ada satu pun wilayah yang bebas kritik. Namun hendaknya perlu diingat bahwa sebuah rumusan ideologi senantiasa berisi konsep-konsep umum, bukan semacam juklak atau juknis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah barang tentu setiap draft tidak boleh disebut sempurna. Masih banyak hal yang perlu dikoreksi, diperjelas dan disempurnakan. Masih banyak tema dan bahasan yang perlu ditambah. Draft rekonstruksi ini juga tidak menafikan keberadaan draft lain yang dibuat oleh perorangan dan/atau institusi lain. Semakin banyak konseptor akan semakin baik. Maka dari itu, sangat disayangkan apabila ada pihak yang menganggap rekonstruksi diarahkan atau dimonopoli oleh seseorang/kelompok tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lain yang perlu dicermati adalah keberadaan senior/instruktur ideologi di daerah masing-masing. Lepas dari kadar keilmuan masing-masing, menurut penulis, mereka layak dikunjungi untuk dimintakan urun rembuknya. Biar bagaimana pun, mereka punya kontribusi tak ternilai bagi perkaderan HMI secara nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan iklim politis HMI yang kental, keterlibatan mereka akan menguatkan rekonstruksi secara konseptual dan faktual, sehingga tidak akan ada ungkapan sinis kepada perekonstruksi, “Anak kemarin mau menandingi Cak Nur?” tentu kita sudah tahu kesalahan logika dari ungkapan melankolis tersebut. Namun dalam ‘dunia politik’ HMI, ketidaksetujuan sebagian kalangan bisa menjadi duri. Alih-alih bicara ideologi, praktiknya adalah saling jegal setiap ide baru. Bukan rahasia, banyak pihak yang tidak setuju atas ide rekonstruksi NDP hanya karena dirinya tidak merasa dilibatkan dalam perumusannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membentuk Tim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah usulan konseptual cenderung mudah diterima ketika hadir sebagai sebuah kebutuhan kolektif dalam suasana yang kondusif. Pada kondisi yang tidak tepat sebuah tawaran alternatif dari segelintir individu dan/atau institusi, misalnya menjelang suksesi, dapat didramatisasi-dipolitisasi-dinilai secara a priori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengantisipasi hal tersebut, sebuah tim yang mengakomodasi seluruh perumus dari level komisariat hingga PB perlu dibentuk. Rumusan-rumusan yang terseleksi secara konseptual ini (seleksi I) sebaiknya diuji coba dalam sebuah pilot project yang akan dievaluasi dalam forum khusus (seleksi II) dan diuji kembali (seleksi III). Setelah konsep ini utuh, draft rekonstruksi NDP dapat diajukan dalam Kongres mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, gerakan rekonstruksi NDP dapat dilakukan dengan gerakan kultural dan struktural. Pada satu sisi kita mengikuti ketentuan dan hierarki organisasi dengan keputusan akhir tetap di Kongres. Di sisi lain penguatan basis (komisariat/korkom/cabang) tetap dilakukan. Tanpa basa-basi birokrasi, internalisasi NDP dapat dilakukan sedini mungkin. Praktik ini secara alamiah pula dapat dianggap sebagai proses pembentukan Lembaga Pengelola Latihan (LPL) di setiap insitusi cabang, kalau memang belum ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca rekonstruksi ideologi, kita perlu juga memikirkan rekonstruksi perkaderan mengingat perubahan materi berimplikasi signifikan pada pembumian materi. NDP yang selama ini diformat dalam satu naskah dapat dikembangkan menjadi tiga naskah dengan titik fokus dan berat yang berbeda mengikuti tingkatan perkaderan formal: basic (LK I), intermediate (LK II) dan advance (LK III).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merangkai Mimpi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu harapan idealnya. Jangan berharap banyak bahwa pada akhir pelaksanaan rekonstruksi berikut segala pelatihan percontohannya akan menghasilkan kader-kader yang menjadi pemikir tercerahkan (rausyan fikr). Eksplorasi wacana ini bukanlah indoktrinasi mekanis seperti yang dilakukan banyak harakah, yang mengalami split personality, menuhankan dirinya karena bingung membedakan pendapatnya dengan ayat-ayat Tuhan yang ditentengnya ke sana ke mari. Juga bukan seperti kebanyakan aktivis rasialis himpunan mahasiswa yang mengalami post-power syndrome, menganggap kebenaran hanya datang dari duli senior.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dirinya sendiri, NDP bukanlah himpunan peraturan operasional yang menawarkan tindakan praktis. Tidak seperti materi-materi informatif lainnya, materi NDP kering dan abstrak sehingga tidak menarik minat banyak kader untuk mengkajinya. Dengan demikian, adalah hal wajar kalau hanya ada segelintir orang yang berhasil tersaring, syukur-syukur menjadi pemateri, dari ramaian peserta kajian atau pelatihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah seluruh aktivitas rekonstruksi ini berjalan, boleh kita bermimpi tentang terbentuknya kader yang dapat menggabungkan pengetahuan tradisional dan modern; yang menghimpun nilai-nilai kebijakan secara harmonis. Kader seperti ini tiada pernah meninggalkan dan melupakan dimensi transenden; mempunyai pemahaman yang integral seputar diri/manusia-alam-Tuhan; tidak mudah terseret pada paradigma politis, serta tidak mudah terhegemoni oleh negara. Boleh kita mengharap kader yang menjadi cahaya, yang terang dengan sendirinya dan menerangi segala sesuatu di luar dirinya. Rekonstruksi ideologi adalah sebuah tindakan wajar sebuah organisasi kader ketika ingin mereposisi diri pada dunia yang terus berubah. [andito]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-557350444935027164?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://hmibecak.wordpress.com/2009/02/12/rekonstruksi-ideologi-cak-nur-di-hmi/' title='rekonstruksi ideologi dalam NDP Cak Nur'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/557350444935027164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=557350444935027164' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/557350444935027164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/557350444935027164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2010/05/rekonstruksi-ideologi-dalam-ndp-cak-nur.html' title='rekonstruksi ideologi dalam NDP Cak Nur'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/S-37F8DCkCI/AAAAAAAAADw/KYmv9ThDOXQ/s72-c/20090306_050958.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-2649146536272824549</id><published>2010-04-02T20:38:00.001-07:00</published><updated>2010-05-14T18:30:49.090-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>persinggahan terakhir</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/S-34vDkZ2SI/AAAAAAAAADg/9WcAHs4dmj4/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 194px; height: 259px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/S-34vDkZ2SI/AAAAAAAAADg/9WcAHs4dmj4/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471302609620556066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;pernah di suatu sore saat kita ketinggalan kereta&lt;br /&gt;kau cerita terbata-bata tentang cita-cita&lt;br /&gt;yang selalu ingin kau ke sana: sebuah kota&lt;br /&gt;tempat bagi pengembara seperti kita&lt;br /&gt;tapi ini bukan tentang ziarah&lt;br /&gt;yang sekedar singgah melepas lelah, menengadah&lt;br /&gt;lalu perlahan lahan kita gerah&lt;br /&gt;kau ingin menetap, membangun atap&lt;br /&gt;tempat kita berbagi senyap yang kerap hinggap&lt;br /&gt;melalap&lt;a href="javascript:spoiler('Spoiler')" title="click to expand"&gt;baca lebih jauh&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="spoilerhide" id="Spoiler"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di ujung galah, saat kita telah lelah bernafas&lt;br /&gt;saat usia kita hampir meretas&lt;br /&gt;kau berjanji ceritakan ke anak-anak kita&lt;br /&gt;sebuah kota&lt;br /&gt;tempat kita menanam mimpi dengan kerikil&lt;br /&gt;tempat kita mejahit langit dengan perca&lt;br /&gt;peta kota yang buta dan pengembara tak tahu arah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebuah kota: tempat kita membangun rumah&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-2649146536272824549?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/2649146536272824549/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=2649146536272824549' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/2649146536272824549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/2649146536272824549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2010/04/persinggahan-terakhir.html' title='persinggahan terakhir'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/S-34vDkZ2SI/AAAAAAAAADg/9WcAHs4dmj4/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-5894015752935232296</id><published>2010-04-02T20:37:00.000-07:00</published><updated>2010-04-02T20:38:18.193-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>teruslah berjalan</title><content type='html'>sebelum lelah tangan ini memanggul&lt;br /&gt;nyanyian-nyanyian pilu dalam bakul&lt;br /&gt;dan sekantung penuh air mata&lt;br /&gt;akan  kuantar kau kau menuju kota&lt;br /&gt;tempat kita harusnya berhenti&lt;br /&gt;menunggu mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teruslah berjalan&lt;br /&gt;hingga sampai kita ke tanah harapan&lt;br /&gt;tempat kita menebar nyanyian&lt;br /&gt;yang sepanjang jalan meronta-ronta&lt;br /&gt;tempat kita bisa menanam airmata&lt;br /&gt;yang kelak tumbuh menjadi rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teruslah berjalan&lt;br /&gt;sebelum tangan ini menjadi akar&lt;br /&gt;tubuh ini menjelma belukar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-5894015752935232296?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/5894015752935232296/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=5894015752935232296' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/5894015752935232296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/5894015752935232296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2010/04/teruslah-berjalan.html' title='teruslah berjalan'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-8054027483828450267</id><published>2010-01-26T12:42:00.000-08:00</published><updated>2010-01-26T12:50:44.955-08:00</updated><title type='text'>untuk ranting-ranting muda yang baru tumbuh</title><content type='html'>Saat musim berganti, siapa yang akan melanjutkan menjaga rumah ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya selalu ada gelisah saat matahari pagi membangunkan kami dari jendela yang kosong, karena matahari yang terbit tiap pagi di belakang rumah selalu saja mengingatkan kami akan musim yang semakin renta, akan tubuh kami yang semakin rapuh. beberapa hari dalam semusim, kami menyaksikan bagaimana uzur menggerogoti tiap tiang rumah ini yang semakin kepayahan memanggul mimpi yang terlanjur kita gantung di langit-langit…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tahu, akan tiba waktunya, saat musim berganti meninggalkan kami dalam dingin yang kering dan beku. Akan ada yang hilang dan pergi dari rumah ini , perlahan-lahan daun-daun menjadi kering dan berguguran satu persatu, ranting ranting berderak dan jatuh ke tanah. Saat itu kami sadar betapa kami telah melewati musim yang panjang sementara kami tak mampu mampu juga menjawab pertanyaan usang tentang sepeninggal kami, siapa yang akan melanjutkan kami menegakkan tiang rumah ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bunga-bunga dan tunas baru tumbuh di halaman rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya baru saja kemarin, saat kami hanyalah bocah-bocah kecil yang berlarian mengejar belalang atau menjerang tubuh dalam panas matahari di padang ilalang belakang rumah. Lalu hari ini, tiba-tiba kami telah mendapati diri kami harus menjadi tonggak bagi rumah yang semakin rapuh. Menjadi atap bagi rumah yang telah bertahun tahun kehujanan dan kedinginan dalam prahara..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami baru saja belajar membaca arah angin, baru saja berusaha mengeja awan dan larik-larik bintang saat di halaman rumah bunga-bunga baru muncul. Beberapa di antaranya mungkin layu dan mati, beberapa tumbuh menjadi ranting ranting baru. Ranting ranting baru yang akan menggantikan kami menopang tiang-tiang rumah ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kami masih ragu, apakah kami mampu membesarkan bunga-bunga baru yang masih rapuh, sementara kami masih lelaki gamang. Lengan kami bahkan tak cukup kuat untuk sekedar mampu menahan angin muson yang semakin keras. Tapi setidaknya, kami merasa bahagia sebab tak ada yang lebih membahagiakan dari menyaksikan bunga bunga baru itu tumbuh dan mekar di halaman rumah, menyebarkan wanginya ke sepanjang zaman yang semakin remang..&lt;br /&gt;*************************************************************************************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makassar 26/01/10&lt;br /&gt;Mungkin karena dulu kami bukanlah adik yang baik&lt;br /&gt;hingga sekarang kami tak pernah mampu menjadi kakak yang baik&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-8054027483828450267?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/8054027483828450267/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=8054027483828450267' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/8054027483828450267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/8054027483828450267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2010/01/untuk-ranting-ranting-muda-yang-baru.html' title='untuk ranting-ranting muda yang baru tumbuh'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-4676496322564838714</id><published>2010-01-23T20:01:00.001-08:00</published><updated>2010-01-23T21:59:32.377-08:00</updated><title type='text'>catatan yang ditulis seekor kodok dalam perjalanan mnecari bulan</title><content type='html'>Setelah berkilo-kilo waktu &lt;br /&gt;dan bertumpuk-tumpuk jarak&lt;br /&gt;aku lewati&lt;br /&gt;tak ada yang kubawa selain sederet catatan perjalanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang danau:&lt;br /&gt;Aku sebenarnya masih membenci genangan air ini  dan masih menyesal dilahirkan disini dengan kulit hijau yang basah, lembab dan berminyak, sampai akhirnya aku pertama kali menemukanmu terapung di tengah danau. hanyut di antara teratai dan ranting-ranting yang patah. &lt;br /&gt;sejak saat itu aku belajar menahan napas kuat-kuat hingga keluar semua urat-urat di tenggorokanku, menggembungkan tubuh agar mampu mengapung mengejarmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tentang sungai:&lt;br /&gt;Aku masih belajar mengapung saat kau hanyut terbawa arus ke muara. Ke air lapar yang tak pernah kulihat sebelumnya , yang menghisap sisa-sisa daun yang membusuk, membawa semua air entah ke mana. Beberapa di antaranya penuh batu yang licin dan tajam, sementara aku harus berjuang melawan arus yang semakin buas, sementara tanganku yang lain masih berusaha menggapaimu&lt;br /&gt;Karena itu, aku harus belajar berenang, belajar sekuat mungkin melawan arus, dan segesit mungkin menghindari batu: untuk mencapaimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tentang rawa-rawa:&lt;br /&gt;Aku kehilangan jejakmu di sana. Tersesat di antara rumput-rumput tinggi yang menjulang menembus air. Aku mencarimu di antara air yang hitam dan berbau, tapi aku tak menemukanmu.&lt;br /&gt;Sejak saat itu aku harus belajar berteriak keras, berteriak memanggil namamu di sepanjang air dan lumpur yang hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tentang langit:&lt;br /&gt;sampai sekarang aku masih berusaha mencapaimu, walaupun beberapa hari terakhir baru kutahu kalu kau sudah terbang ke atas sana. &lt;br /&gt;Maka aku belajar terbang, tapi sampai sekarang  aku tak mampu juga bahkan mnyentuh sinarmu…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-4676496322564838714?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/4676496322564838714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=4676496322564838714' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/4676496322564838714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/4676496322564838714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2010/01/catatan-yang-ditulis-seekor-kodok-dalam.html' title='catatan yang ditulis seekor kodok dalam perjalanan mnecari bulan'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-6492779999943144061</id><published>2010-01-02T19:22:00.000-08:00</published><updated>2010-05-18T12:21:07.812-07:00</updated><title type='text'>Lembaga mahasiswa dan masyarakat</title><content type='html'>Ketika melihat korelasi hubungan mahasiswa dengan masyarakat pada saat sekarang dengan kondisi dulu pada zaman pra kemerdekaan, akan terasa ada nuansa yang jauh berbeda. Jika dulu, mahasiswa melalui organisasi di kampus, baik itu intra maupun ekstra universitas, tidak melihat perjuangan perubahan sosial hanya sebatas dunia kampus saja. Mereka rela turun gunung untuk membantu memberi pendidikan ke masyarakat, baik itu melalui forum-forum diskusi maupun mimbar bebas di alun-alun desa/kota. Ada hubungan yang bisa dikatakan mesra antara mahasiswa dan masyarakat pada saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sekarang, kita bisa sama-sama melihat orientasi perjuangan dan pergerakan organisasi mahasiswa malah cenderung kampus oriented. Sangat jarang kegiatan-kegiatan bersama masyarakat dilakukan. Kalau pun ada, hanya pada saat-saat Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau pun Kuliah Kerja Nyata (KKN). Dunia mahasiswa hari ini adalah bagaimana caranya menyelamatkan diri masing-masing dengan cara secepatnya menyelesaikan studi dan bekerja. Seolah-olah tugas kemasyarakatan hanyalah tugas pemerintah dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) saja. Ini adalah bentuk pergeseran paradigma yang semakin menambah dalam gap antara dunia ilmu pengetahuan dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kacamata idealnya, hubungan organisasi mahasiswa dan masyarakat adalah hubungan saling membutuhkan dan mengembangkan. Ilmu pengetahuan yang diproduksi di kampus seyogyanya ditransformasikan ke kehidupan bermasyarakat. Organisasi mahasiswa tidak boleh alpa dalam mengadvokasi masyarakat baik itu yang berada dalam lingkungan sekitar kampus maupun secara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menjalankan amanah sebagai agent of change , organisasi mahasiswa sangat dibutuhkan peran strategisnya dalam membantu masyarakat. Hal ini dikarenakan ada beberapa potensi dan kekuatan dalam sebuah organisasi. Pertama, organisasi mahasiswa memiliki potensi untuk menggerakkan massa yang cukup rill. Kedua, memiliki legitimasi sebagai representasi universitas untuk melakukan sesuatu kegiatan. Ketiga, organisasi mahasiswa memiliki kader-kader yang mumpuni dan cenderung lebih berkomitmen untuk aktif membangun masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya mahasiswa melalui wadah organisasi kemahasiswaan tidak menjadi menara gading yang angkuh di tengah sulitnya kondisi masyarakat. Teori-teori yang diperoleh di kampus tidak akan menemukan esensinya jika tidak diterapkan di masyarakat.Untuk itu, organisasi mahasiswa sudah waktunya kembali ke khittahnya sebagai pengayom dan selalu hadir di masyarakat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-6492779999943144061?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/6492779999943144061/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=6492779999943144061' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/6492779999943144061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/6492779999943144061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2010/01/lembaga-mahasiswa-dan-masyarakat.html' title='Lembaga mahasiswa dan masyarakat'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-4916401533350052224</id><published>2009-11-29T19:16:00.000-08:00</published><updated>2010-05-18T12:20:56.738-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskursus kebangsaan'/><title type='text'>krisis ekonomi jilid dua di depan mata!</title><content type='html'>Apakah anda orang yang mengerti tentang pasar saham? atau setidaknya peduli dengan perkembangan ekonomi global? kalo ya, maka anda pasti mengerti jika hari minggu kemarin adalah hari yang sangat mencemaskan bagi dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari sabtu-minggu kemarin diberitakan jika dubai world, perusahaan paling besar di Uni Emirat Arab mengalami gagal clearing. Lalu apa hubungannya dengan dunia?&lt;br /&gt;Dubai World mengalami kegagalan akibat seretnya penjualan properti-properti super mahal mareka oleh karena menurunnya daya beli dunia. Konsumen mereka yang terdiri dari bangsawan eropa, politikus, artis dunia, yang tahun lalu begitu tergila-gila dengan bangunan di dubai kini juga mengalami kesulitan keuangan, atau setidaknya melakukan penghematan finansial (mungkin akibat lesunya ekonomi dunia belakangan ini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya adalah dubai World merupakan perusahaan properti super besar yang sangat terkait dengan berbagai institusi keuangan besar dunia. Jika Dubai world dinyatakan gagal clearing (dalam bahasa kasar hampir bangkrut) maka, Bank besar dunia seperti HSBC, RBS dan lainnya akan terseret dan menimbulkan dampak sistemik. Pasar modal dunia akan kacau, dan akan menimbulkan badai krisis ekonomi global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus ini mirip dengan krisis ekonomi global baru-baru ini. Ketika perusahaan-perusahaan properti di amerika mengalami kemacetan akibat kebangkutan bisnis properti. Institusi keuangan yang menjadi pemodal bagi perusahaan properti ini ikut terseret yang mengakibatkan krisis ekonomi global tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi Uni Emirat Arab adalah negara yang merupakan salah satu negeri dengan lalu lintas ekonomi yang super sibuk. Bisa dipastikan, jika kondisi ini tidak ditangani dengan tepat, maka efek yang akan ditimbulkannya akan sangat fatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bisa pastikan, dua hari ke depan, menteri-menteri keuangan di seluruh dunia, apalagi di negara-negara besar tidak akan tidur nyenyak. Sebab krisis ekonomi dunia jilid dua sedang berada di depan mata!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-4916401533350052224?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/4916401533350052224/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=4916401533350052224' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/4916401533350052224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/4916401533350052224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2009/11/krisis-ekonomi-jilid-dua-di-depan-mata.html' title='krisis ekonomi jilid dua di depan mata!'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-7109376478789455611</id><published>2009-11-29T18:10:00.000-08:00</published><updated>2010-05-18T12:21:18.054-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kehidupan sehari-hari'/><title type='text'>Setiap masuk blok baru</title><content type='html'>hmmm... perasaan seperti ini selalu saja datang tiap masuk blok baru. Perasaan menyesal, merasa bersalah, yang biasanya ditutup dengan tekad mantap untuk berubah. Setiap masuk blok mata kuliah baru, pasti dalam hati timbul rasa menyesal karena tidak serius mengikuti satu mata kuliah. Ditambah dengan rasa tertekan akan hasil ujian yang jeblok, tekanan akibat pesan-pesan orang tua, membuat setiap sistem baru kita seperti ingin betul-btul berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyatanya setelah masuk blok baru, kita sama sekali tak berubah. Tetap bangun jam delapan pagi, habis itu nonton avatar atw kuis siapa berani, makan, berangkat ke kampus jam sebelas. sampai di kampus tidak langsung masuk ke kelas, tapi langsung stand by di SC. mumpung kalo sempat masuk satu kuliah dalam satu hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memang sih, jadwal belajar telah dibuat. Tapi, entah kenapa, hidup begitu sangat susah diatur. Kehidupan berjalan begitu bandel dan susah dikendalikan. Kadang-kadang dalam beberapa malam, saya merenung dan menyusun jadwal kembali. Tapi, begitulah, kehidupan tetap berjalan dengan caranya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang saya masih mencoba untuk bisa mngendalikan hidup. Mungkin, hidup itu seperti kuda ya? Keliarannya menunjukkan kualitasnya. hmmm... masalahnya jokinya belum begitu mahir mengendalikan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-7109376478789455611?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/7109376478789455611/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=7109376478789455611' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/7109376478789455611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/7109376478789455611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2009/11/setiap-masuk-blok-baru.html' title='Setiap masuk blok baru'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-2478962149787998440</id><published>2009-11-29T13:04:00.000-08:00</published><updated>2010-01-02T18:59:43.296-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kehidupan sehari-hari'/><title type='text'>puisi-puisi yang keberatan ide</title><content type='html'>hingga sekarang&lt;br /&gt;aku asih enggan menulis puisi&lt;br /&gt;yang keberatan ide&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena puisi-puisi yang besar&lt;br /&gt;kelak tak mampu berjalan&lt;br /&gt;dan hanya mampu menceritakan anak-anakku&lt;br /&gt;dongeng yang telah usang&lt;br /&gt;tentang mimpi dan kenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku lebih suka menulis puisi&lt;br /&gt;yang mampu berjalan-jalan&lt;br /&gt;menemani anak-anakku berjalan di belakang rumah&lt;br /&gt;di sepanjang kanal yang airnya menghitam&lt;br /&gt;oleh plastik dan jelaga&lt;br /&gt;di sepanjang bibir pantai&lt;br /&gt;yang kehilangan pasir&lt;br /&gt;di tepi hutan, di padang ilalang&lt;br /&gt;di sepanjang lorong kota kecilku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau jika tidak aku lebih suka membiarkannya&lt;br /&gt;menjadi erangan-erangan&lt;br /&gt;menjadi raungan-raungan&lt;br /&gt;yang berlalu lalang tiap malam&lt;br /&gt;di langit-lagit kamarku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-2478962149787998440?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/2478962149787998440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=2478962149787998440' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/2478962149787998440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/2478962149787998440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2009/11/puisi-puisi-yang-keberatan-ide.html' title='puisi-puisi yang keberatan ide'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-3322550869298113762</id><published>2009-11-29T13:02:00.000-08:00</published><updated>2010-01-02T19:01:56.543-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskursus kebangsaan'/><title type='text'>saat nonton elclassico</title><content type='html'>di tengah teriakan dan hingar bingar laga derby elclassico real vs madrid, saya terkagum-kagum dengan permainan yang ditunjukkan kedua tim. Sangat berkelas. Ada tarian, ada pertunjukan, ada drama, hingga luapan emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil berpikir-pikir apakah semua yang ditampilkan dalam laga itu sebanding dengan harga yang harus dibayar oleh para penonton, saya teringat dengan pertandingan liga indonesia beberapa jam sebelumnya. Tentu saja bedanya antara langit dan bumi. ga usah dibahas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya tercenung. Kira-kira kapan ya stadion-stadion di Indonesia bisa menampilkan pertunjukan seperti itu?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-3322550869298113762?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/3322550869298113762/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=3322550869298113762' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/3322550869298113762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/3322550869298113762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2009/11/saat-nonton-elclassico.html' title='saat nonton elclassico'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-5127034307720656716</id><published>2009-11-29T13:00:00.000-08:00</published><updated>2010-01-02T18:52:35.291-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>kenduri ziarah</title><content type='html'>seperti baru kemarin kita berbincang&lt;br /&gt;di tepi ladang saat kemarau begitu bandang&lt;br /&gt;dan gumpal awan belum menuliskan kata hujan&lt;br /&gt;engkau katakan ingin berziarah&lt;br /&gt;ke sebuah padang, kau menyebutnya padang cinta&lt;br /&gt;tempat bapak adam dan ibu hawa berjumpa&lt;br /&gt;sebagai anak aku berkata, pergilah&lt;br /&gt;sebagaimana para tetua pernah melakukan&lt;br /&gt;bersama palka dan angin muson&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu kau ikat kayu bakar, dan sama-sama kita panggul&lt;br /&gt;menyusur jalan pulang, seraya menyebut perjalanan kelak&lt;br /&gt;sebagai perjalanan yang mungkin terakhir engkau lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada suatu pagi, ketika angin muson mulai berputar di atas bandar&lt;br /&gt;aku mengantarmu pergi, seperti hendak menjemput mati&lt;br /&gt;sebab sebuah perjalanan mungkin sampai, mungkin juga bukan&lt;br /&gt;hanya, aku berharap tidak ada perjalanan yang sia-sia&lt;br /&gt;air mataku jatuh, saat tubuh rentamu melambai seperti daun jagung&lt;br /&gt;mungkin ini cara perpisahan yang aneh&lt;br /&gt;atau semacam cara untuk memberi pesan, bahwa hidup manusia&lt;br /&gt;hanyalah telur di ujung jarum, yang genting tetapi juga penting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sepanjang pergimu, air mataku meleleh-leleh&lt;br /&gt;sekalipun air mataku bukan lilin&lt;br /&gt;di mataku, engkau bukan lelaki renta&lt;br /&gt;melainkan sosok yang begitu perkasa menantang ketakutanmu&lt;br /&gt;sendirian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kelak jika engkau pulang, aku ingin mendengar cerita&lt;br /&gt;tentang peziarah renta yang tersesat di sudut kota tua&lt;br /&gt;dan di sebuah gang, ada seorang nabi meninggalkan anak istri&lt;br /&gt;demi cinta tanpa syarat&lt;br /&gt;lalu kita mengenalnya sebagai berkorban&lt;br /&gt;sejenis kemampuan untuk tidak terikat kepada cinta&lt;br /&gt;yang mungkin sia-sia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;entahlah, selamat jalan lelaki renta, takdir menunggumu di sana&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-5127034307720656716?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/5127034307720656716/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=5127034307720656716' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/5127034307720656716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/5127034307720656716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2009/11/kenduri-ziarah.html' title='kenduri ziarah'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-1113923474564054781</id><published>2009-11-29T05:15:00.000-08:00</published><updated>2010-05-18T12:21:35.462-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kehidupan sehari-hari'/><title type='text'>Kita Telah Menjadi Mesin!!</title><content type='html'>Tiap hari kita bangun jam enam pagi, lalu bergegas menuju kantor, menuju kampus, menuju tempat kerja&lt;br /&gt;Di kampus, di kantor, di sekolah kita melakukan hal yang sama tiap hari. Lalu kita pulang jam empat sore dan kembali ke rumah. besoknya kita kembali mengulang ritme hidup yang sama. Maka jadilah kita, kita tiap hari menjalani ritme hidup yang teratur dan monoton. Parahnya, Ritme hidup seperti tiap hari selama lebih dari dua pertiga umur kita. Tak diragukan lagi kita telah benar-benar terbelenggu oleh rutinitas kita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sementara itu di sekitar kita, kita tak sempat menyadari, begitu banyak hal-hal yang kita lewatkan. Begitu banyak peristiwa langka yang kita tak mampu nikmati karena kita telah menjadi mesin.karena begitu teraturnya kita dalam menjalani hidup, kita tak mampu lagi merasakan kehidupan, selayaknya manusia. Begitu banyak peristiwa-peristiwa di luar kita yang terjadi tiap hari karena kiat Kita telah menjadi mesin bagi siklus hidup yang kita ciptakan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selama ini kita sibuk dengan rencana masa depan kita. kita terlalu terobsesi dengan masa depan yang kita khayalkan. maka jadilah kita budak masa depan. Sebuah Fatamorgana yang telah menipu kita selama bertahun-tahun kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita meninggalkan banyak hal penting dalm kehidupan kita yang singkat. Kita tak sempat lagi melihat anak2 kita tumbuh dewasa. Kita tak semapt lagi berbagi kebahagiaan dengan orang-orang di sekeliling kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada akhirnya kita akan sadar dengan apa yang kita tinggalkan,&lt;br /&gt;kita akan sadar setelah samnpai di depan fatmorgana dan menyadari bahwa apa yang selama ini kta anggap sebagai tujuan hidup adalah kebohongan besar!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-1113923474564054781?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/1113923474564054781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=1113923474564054781' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/1113923474564054781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/1113923474564054781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2009/11/kita-telah-menjadi-mesin.html' title='Kita Telah Menjadi Mesin!!'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-409707963071589163</id><published>2009-11-29T05:13:00.000-08:00</published><updated>2010-05-18T12:21:45.250-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskursus kebangsaan'/><title type='text'>mati lampu..</title><content type='html'>Bang One ngeluh, koq listrik mati terus? Tiap hari listrik mati terus. tak terhitung berapa alat-alat elektronik yang rusak gara-gara listrik mati-nyala. kerugian industria kibat listrik tak terhitung lagi.. Jadi listrik ini gimana sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya orang yang awam tentang masalah ke-energi-an di Indonesia, jadi jangan berharap bnayak dari tulisan ini. Tulisan ini hanya sedikit gambaran dari apa yang saya tahu entang krisis kelistrikan di Indonesia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis kelistrikan di Indonesia memang sangat rumit. Tapi setidaknya sya dapat melihat ada dua hal yang menjadi masalah dari pengelolaan kelistrikan di Indonesia. Yang pertama adalah masalah sistemik dan yang kedua adalah masalah di tubuh PLN sebagai pengelola listrik di Indonesia snediri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah sistemik yang saya maksud adalah tidak adanya political will dari pemerintah untuk segera mengakhiri masalah krisis kelistrikan. Usul-usul JK mengenai masalah kelistrikan seperti dipandang sebelah mata. Program listrik 10.000 MW yang dicanangkan oleh JK tak dikerja secara serius. Padahal hitung-hitungannya, untuk memacu ertumbuhan ekonomi smapai 7% per tahun, pembangunan power plant harus minimal 20% per tahun. Dengan masalah kelistikan yang kacau balau, mana mungkin investasi bisa berjalan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, harus kita tahu bahwa tiga puluh persen dari pembangkit listrik di Indonesia adalah PLTG yang menggunakan gas sebagai bahan bakarnya. Tapi apa yang terjadi? karena semua tambang-tambang gas yang ada di Indonesia dikuasai oleh asing, yang karena ingin untung besar tak mau menjual gas-nya ke PLN, PLTG-PLTG milik PLN terpaksa harus menggunakan solar! bayangkan kerugian yang harus ditanggung jika mesin-mesin yang harusnya menggunakan gas terpaksa diberi makan solar. Pemerintah sampai sekarang harus mensubsidi PLN 80-90 Triliun per tahun untuk membeli solar. belum lagi mesin yang cepat rusak gara-gara salah makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tubuh PLN sendiri, masih banyak ditemui praktik-praktik yang tidak profesional. Efektifitas`dan efisinsinya masih sangat memprihatinkan.&lt;br /&gt;Jadi, apa yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah kelistrikan di INdonesia? di mata saya yang awam ini. Yang dibutuhkan adalah political will pemerintah!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-409707963071589163?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/409707963071589163/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=409707963071589163' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/409707963071589163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/409707963071589163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2009/11/mati-lampu.html' title='mati lampu..'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-3617667861938140659</id><published>2009-11-18T21:03:00.000-08:00</published><updated>2010-05-18T12:22:00.193-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kehidupan sehari-hari'/><title type='text'>kita hidup dalam mimpi</title><content type='html'>beberapa hari yang lalu, saya berbincang-bincang dengan salah seorang senior saya di Fakultas Kedokteran. beliau sudah koass, sudah mau wisuda, tinggal tunggu hasil ujian anestesi katanya. Dokter pengujinya ke luar kota dan baru pulang esok hari. Beliau tinggal di asrama mahasiswa kedokteran, dan saya sering ke sana karena teman-teman saya banyak tinggal di sana. Beliau mantan pengurus lembaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suatu malam, waktu saya lagi main ke asrama, kami berbincang-bincang di ruang depan asrama. tempat para warga (sebutan untuk para penghuni asrama) biasanya menerima tamu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu mati lampu, jadi suasananya agak hening. Setelah ngobrol ngalor-ngidul beberapa jam, beliau bertanya ke saya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah kita semua sadar dengan apa yang kita lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maksudnya? saya tidak mengerti..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah kalian, orang-orang yang sedang kuliah, sadar dengan apa yang kalian lakukan?&lt;br /&gt;apakah kalian yang sedang berlembaga sadar dengan apa yang kalian lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maksudnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah pilihan-pilihan yang kalian ambil dan jalani untuk kalian hidupi itu murni dari diri kalian sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;faktanya orang berlembaga karena kedekatan emosional belaka. bukan karena pertimbangan- pertimbangan rasional. Orang kuliah karena itulah yang digariskan dunia. bahwa orang yang lulus SMA harus lanjut kuliah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya.. kalian semua sedang bermimpi. kita semua sedang bermimpi. Kita sekarang ini sedang tertidur lelap, dan hanya menjalani mimpi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-3617667861938140659?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/3617667861938140659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=3617667861938140659' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/3617667861938140659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/3617667861938140659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2009/11/tentang-m.html' title='kita hidup dalam mimpi'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-4427245796455203916</id><published>2009-10-11T14:48:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T18:03:15.243-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>sajak tentang kau yang tertancap di langit</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Setiap Malam, Sesaat Sebelum Aku Menatap Bintang, Aku Selalu Bertanya Pada Hatiku Tentang Seberapa Besar Rasa Cintaku Kepadamu Dan Setiap Kali Itu Pula Aku Mendapatkan Jawaban Yang Sama Bahwa Seberapapun Besarnya Cintaku Kepadamu Itu Menjadi Tak Ada Artinya Ketika Pada Kenyataannya Tak Ada Cinta Yang Kau Sisakan Untukku Walau Hanya Sedikit Saja"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi lagi-lagi aku mencoba tak percaya pada kata hatiku dan lebih memilih percaya pada senyummu saja, dengan begitu mungkin aku akan tetap bertanya sambil lalu pada hatiku sesaat sebelum aku melihat kembali bintang--yang sejak bertemu denganmu rutin aku lakukan, di malam selanjutnya tanpa memerdulikan jawaban yang hanya akan mengundang airmata itu&lt;br /&gt;&lt;a href="javascript:spoiler('Spoiler')" title="click to expand"&gt;baca lebih jauh&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="spoilerhide" id="Spoiler"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"aku mencintaimu, untuk itulah di setiap malamku dan malammu yang mungkin saja berbeda, aku menanam bintang-bintang dengan bibit dari keringatku yang menetes ketika terlalu lelah aku berlari menujumu hanya demi membalas senyummu yang tertinggal begitu saja di mataku"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku membayangkan di suatu hari baik nanti, ketika tanganku dan tanganmu adalah satu, bintang-bintang itu tumbuh menjadi matahari dan menyinari mataku dan matamu dengan tanpa memerdulikan cuaca dan waktu karena hari-hari hanya menjanjikan terang bahkan pada malam-malam tergelapmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(dan kau akan menciptakan bayangan panjang di belakangmu untuk kau titipkan padanya rindu sementara aku menciptakan bayangan di hatimu untuk aku sampaikan padanya rayu, dan aku hanya tinggal menunggu bayanganmu berpaling dan kemudian berdua aku dan kau melihat bayangan kita terikat di antara terang matahari dan teduh cinta sejati)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-4427245796455203916?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/4427245796455203916/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=4427245796455203916' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/4427245796455203916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/4427245796455203916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2009/10/sajak-tentang-kau-yang-tertancap-di.html' title='sajak tentang kau yang tertancap di langit'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-3170618149757020878</id><published>2009-08-27T09:31:00.000-07:00</published><updated>2010-05-18T12:22:15.164-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskursus kebangsaan'/><title type='text'>Arsenal, bukti para pemain muda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/Spavof-NuWI/AAAAAAAAADU/qoRAkNqsSd0/s1600-h/arsenal+TOM+HEVEZI.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/Spavof-NuWI/AAAAAAAAADU/qoRAkNqsSd0/s320/arsenal+TOM+HEVEZI.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374676315625339234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Subuh hari sambil sahur saya sempat nonton Arsenal bermain di liga cahampions melawan Glasgow celtics. Luar biasa! Arsenal dengan pemain-pemain mudanya (rata-rata usia pemain Arsenal yang diturunkan malam tadi 23 tahun!)berhasil menunjukkan sebuah pertunujkan sepabola (saya lebih suka menganggapnya sebagai pertunjukan, untuk membedakannya dengan permainan sepakbola ala indonesia yang sereing kita lihat di TIVI yang kita sebut dngan pertndingan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arsenal memamg bersinar awal musim ini. sempat diragukan untuk bersaing di papan atas liga Inggris dan liga champions setelah kehilangan dua pilarnya musim lalu, Emanuel Adebayor dan Kolo Toure yang pindah ke manchester City, Arsenal malah enunjukkan penampilan luar biasa di awal musim. beberapa pengamat yang sempat memprediksi posisi Arsenal sebagai bagian dari Big Four Liga inggris (empat tim papan atas liga inggris, bersama dengan Manchester United, Liverpool dan Chelsea) bakal digusur oleh manchester City yang jor-joran beli pemain hebat di bursa transfer, justru berbalik menjagokan arsenal sebagai kandidat jaura Liga Inggris tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya apa yang dimiliki oleh sekelompok anak muda dari London Utara ini shingga mampu meraih hasil yang begitu cemerlang (setidaknya) di awal musim? Padahal Banyak orang yang masih menyangsikan  jika young guns arsenal semacam Ramsey,Walcott, Denilson, Diaby, Clichy, Song, wilshere, bendtner yang miskin pengalaman mampu melewati hadangan lawan-lawan di Liga Inggris dan Liga Champions. Kapten Arsenal, Fabregas bahkan masih berumur 24 tahun, kapten termuda yang pernah memimpin Arsena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecemerlangan Arsenal dalam bermain di Liga inggris menjadi sebuah contoh betapa anak muda, betappun miskin pengalamnnya mereka berhak untuk diberi kepercayaan. Ketika banyak fans Arsenal mengecam kebijakan manajer Arsenal, Arsene Wenger yang menjual "aset" penting mereka (adebayor dan Toure) dan hanya mendatangkan Thomas Vermaelen dari Ajax Amsterdam (itupun bukan pemain bintang), Arsene Wenger dengan tegas mengatakan bahwa dia lebih bangga bermain dengan para anak muda yang bermain untuk sepakbola dengan penuh semangat bukan karena uang!" Saya lebih percaya pada semangat para anak muda ini, dibanding dengan kekuatan uang yang klub lain miliki!", katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktunya anak muda diberi kepercayaan, bahwa mereka berhak untuk membuktikan kemampuan mereka. Jika kita mau melihat dua tahun terakhir, klub-klub yang berjaya baik di liga domestik maupun di Liga Champions adalah klub-klub yang berhasil mengembangkan kemampuan para pemain muda yang mereka miliki. Selain arsenal, masih ada Manchester United, Barcelona, dan atletico Madrid yang berhasil megembangkan talenta-talenta muda yang mereka miliki untuk meraih prestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, klub-klub yang mengandalkan nama-nama bintang untuk meraih prestasi seperti kehilangan kekuatannya. Lihat saja klub-klub semacam AC Milan di Italia, yang berjaya di era 90-an hingga 2005 tak mampu berkembang karena lambatnya regenerasi di skuad intinya. Yang paling teranyar, Bayern Muenchen di Jerman yang selama beberapa tahun terakhir menjadi penguasa tunggal di Bundesliga kalah bersaing dari Wolfsubrg, klub tak terkenal yang mengandalkan pemain-pemain muda. Bahkan Bayern harus rela berada di bawah klub semacam Werder Bremen dan Hamburg Sv yang berhasil meremajakan skuadnya dengan memanfaatkan para skuad muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadikan para pemain muda di klub-klub ini bisa berkembang bukan hanya semangat mereka untuk menunjukkan yang terbaik, namun juga kemauan keras mereka untuk belajar. Tentu saja ini berbeda ketika tim-tim kaya merekrut pemain-pemain bintang untuk membeli prestasi. Para pemain bintang cenderung bermain selfish di lapangan. Mungkin hal ini yang menjadikan pemain sekelas Ronaldinho, Cristiano Ronaldo, Ruud Van Nistelroy, Luis Figo atau Arjen Robben, dan Andriy Shevchenko tak mampu berbuat banyak ketika bermain di klub yang bertabur bintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya, kita juga tak boleh menafikan pentingnya pengalaman-pengalaman orang tua. Kita tentu butuh pengalaman itu untuk mengajari kita, para anak muda, yang sering kebablasan dan tak konsisten. Peran itulah yang dijalankan dengan sempurna oleh William Gallas di Arsenal. Di umurnya yang sudah menginjak 32 tahun, Gallas mampu menjadi mentor yang baik bagi junior-juniornya di Arsenal. Mampu menjadi motivator ketika , fabregas dkk kehilangan semangat, menjadi pengingat ketika menuai kemenangan, serta menjadi pengontrol emosi bagi para pemain muda yang emosinya masih labil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari arsenal, kita bisa percaya satu hal: Waktunya anak muda berkarya, membuktikan potensi besar yang mereka miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IN YOUNG GUNS WE TRUST!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-3170618149757020878?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/3170618149757020878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=3170618149757020878' title='23 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/3170618149757020878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/3170618149757020878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2009/08/arsenal-bukti-para-pemain-muda.html' title='Arsenal, bukti para pemain muda'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/Spavof-NuWI/AAAAAAAAADU/qoRAkNqsSd0/s72-c/arsenal+TOM+HEVEZI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>23</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-1392073957414839440</id><published>2009-08-15T19:46:00.000-07:00</published><updated>2010-05-18T12:23:37.474-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskursus kebangsaan'/><title type='text'>makna kemerdekaan bagi kita yang tak saling mengenal satu sama lain</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SoePdOSLJ6I/AAAAAAAAADM/Fl9Hv5JgEVo/s1600-h/17an.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 193px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SoePdOSLJ6I/AAAAAAAAADM/Fl9Hv5JgEVo/s320/17an.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370418812875909026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;beberapa hari yang lalu saya ke kampus lebih pagi. Tentu saja yang saya maksud dengan lebih pagi adalah jam tujuh pagi (saya yakin, standar pagi anda dan saya pasti berbeda). melewati ruas-ruas jalan di kota ini lebih pagi dari biasanya, saya jadi punya cukup waktu dan punya cukup semangat untuk melihat ke samping kiri-kanana jalan. Wah, sepertinya ada yang berbeda. Walaupun sebenarnya sayaa bukanlah tipe orang yang suka memperhatikan lingkungan sekitar, saya tetap mudah untuk mengetahui ada yang berbeda. umbul-umbul merah putih dipasang di pasang di samping jalan, di depan rumah-rumah warga, depan toko, depan kantor, sekolah, juga pohon-pohon di samping jalan dililiti kain merah putih. Ini bulan agustus? ya, aku baru sadar, ini bulan agustus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda, tapi mungkin bagi kita yang tiap hari selama bertahun-tahun melewati jalan yang sama, gang yang sama, terasa tak ada yang istimewa. Toh, bulan agustus kita lewati tiap tahun, toh tak ada yang istimewa bagi kita di bulan agustus ini selain acara-acara TTv jadi lebih banyak menayangkan film-film perang jadul dan konser kemerdekaan serta kita dapat tontonan lawakan gratis selama beberapa hari : mulai dari menyaksikan ibu-ibu tetangga lomba makan kerupuk yang digantung, pemuda-pemuda tetangga mulai dari yang paling gemulai sampai yang paling berotot main bola pakai daster, sampai tontonan-tontonan gratis lainnya yang bisa kita saksikan, gratis!(setidaknya saya dapat hiburan, terakhir saya sempat liat perayaan tujuh belasan waktu kelas 1 SMA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, apa yang terlewat dari peringatan tujuhbelasan yang kita gelar tiap tahun? Karena setelah tujuh belasan itu saya tetap ke kampus dengan rutinitas, perasaan, dan kebosanan yang sama. bu ira setelah dapat hadiah mini tape dari hasil juara lomba lari karung, besoknya tetap ke ngutang ke warung buat makan anak-anaknya seperti biasa, Pak Hasan setelah dapat honor drai menyiapkan panggung perayaan tujuh belasan, minggu berikutnya tetap nongkrong di pos ronda minum kopi smabil main catur sama teman-temannya karena mereka kembali nganggur (lagi-lagi seperti biasa), dan kain merah yang meliliti pohon-pohon di pinggir jalan akan dibiarkan lumutan sampai akhirnya diambil jika warna putihnya sudah berubah jadi kuning kecoklatan. jadi, di mana letak istimewa perayaan kemerdekaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                    ********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi pagi, selesai mandi, saya ikut melayat ke rumah Pak Dani, tetagga yang kemarin baru aja meninggal. Hari ini hari libur, jadi saya masih punya waktu buat melayat. Yang hadir rata-rata cuma tetangga-tetangga dan keluarga dekat almarhum. Ketemu orang-orang di sana, saya baru sadar ternyata sebagian besar dari orang-orang itu, tetangga-tetangga saya itu, baru saya kenal dari hasil nonton lomba semarak tujuhbelasan kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah mengutuki diri sendii, saya bertanya dalam hati, kemana saja, saya selama ini? Bukankah di sini saya sudah tinggal sejak pertama kuliah. Sudah dua tahun, lebih tepatnya dua tahun dua bulan. Dan orang-orang ini baru sya kenal kemarin? saat lomba tujuh belasan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                   *********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pulang ke rumah. Saya baru sadar, dari perayaan-perayaan tujuh belasan kemarin, ada sesuatu yang bisa kita maknai sama-sama: Saling mengenal! Di tengah-tengah kesibukan masyarakat kota yang apatis dan oportunis, akhirnya kita punya sebuah wahana (setidaknya sekali dalam setahun) untuk kita (orang-orang kota yang kehilangan lingkungannya) untuk saling bertemu, saling menyapa, saling mengenal, Walaupun dengan sikap sama-sama malu-malu (bayangkan saja, rumah kita hanya berbatasan tembok, dan kita hanya sempat saling menyapa paling banyak sekali sebulan!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah bangsa dibangun dari sebuah masyarakat dan sebuah masyarakat dibangun dari interaksi-interaksi manusianya. Jika kita tak pernah lagi membangun interaksi, bahkan dengan tetangga terdekat kita, bagaimana kita bisa merasa sebagai sebuah bangsa?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di tengah keriuhan tarik tambang, saya bisa mengenal pak bambang, pak dani, dg. Tutu, dg. Jani, dan yang lainnya, orang-orang yang melihatnya pun saya masih ragu, apakah pernah bertemu dengan mereka  sebelumnya. Saya bisa kenal dari pak darso, ketua RT yang ternyata gokil abis, kontras dengan badannya yang besar sampai si Santi panitia lomba karaoke yang lumayan cantik. Di momen-momen seperti inilah akhirnya interaksi dibangun, dan hebatnya lagi, interaksi itu dibangun dalam suasana kemerdekaan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah makna perayaan kemerdekaan yang sesungguhnya. Setidaknya bagi saya yang tak pernah paham menerjemahkan kata-kata nasionalisme, patriotisme, heroisme, dan isme-isme lainnya yang marak muncul di TV-TV dan koran-koran belakangan ini. &lt;br /&gt;Jayalah Indonesia!!!&lt;br /&gt;merdeka!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-1392073957414839440?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/1392073957414839440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=1392073957414839440' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/1392073957414839440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/1392073957414839440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2009/08/makna-kemerdekaan-bagi-kita-yang-tak.html' title='makna kemerdekaan bagi kita yang tak saling mengenal satu sama lain'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SoePdOSLJ6I/AAAAAAAAADM/Fl9Hv5JgEVo/s72-c/17an.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-8793988287446660242</id><published>2009-07-18T12:41:00.000-07:00</published><updated>2010-05-18T12:23:51.187-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kehidupan sehari-hari'/><title type='text'>tak penting berhasil atau tidak, karena yang penting adalah kita tahu kebenarannya...</title><content type='html'>saya terinspirasi untuk menulis tulisan ini setelah menonton film harry potter and the prisoner of azkaban. anda pasti telah menonton film ini. saya bahkan  telah berulang kali menonton film ini, dan itu sama sekali tidak membuat film ini berkurang menariknya (terlebih setelah di akhir cerita, saya menemukan sebuah kata-kata yang menurut saya sangat penting untuk dimaknai lebih dalam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini mengisahkan kehidupan Harry Potter di tahun ketiganya sekolah sihir Hogwarts. (mohon maaf, saya sebenarnya tak ingin menceritakan cerita film ini, karena saya yakin anda sudah tahu jalan ceritanya, tapi saya harus menuliskannya, bukan hanya agar anda lebih mudah mengerti tulisan saya, tapi juga untuk  membuat tulisan ini terlihat lebih panjang. heehhehee ) di awal cerita dikisahkan seorang tahanan penjara sihir azkaban, sirius black, melarikan diri untuk mencari Harry. Orang-orang mengira Sirisu balck yang telah membantu membunuh orang tua Harry akan membunuh Harry. Tapi di akhir cerita, akhirnya terungkap jika Sirius tidaklah bersalah, karena yang membantu membunuh orangtua harry adalah Peter pettigrew sang pengkhianat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir film ketika harry potter tahu bahwa peter pettigrew sang pengkhianat berhasil maelaroikan diri, harry potter sangat kecewa. Ia berbicara kepada professor Lupin, sahabat sekaligus gurunya&lt;br /&gt;"apa yang kita lakukan, apa yang kita perjuangkan selama ini menjadi sia-sia. peter pettigrew berhasil melarikan diri"&lt;br /&gt;Tapi Profeesor lupin menyanggahnya&lt;br /&gt;"tidak. tidak sama sekali Harry. Apa  yang kau dan kami semua lakukan selama ini tidak lah sia-sia. Kau menemukan kebenaran. itu sebuah anugrah yang tak ternilai harganya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin ketika kita dihadapkan pada situasi yang sama, kita akan berpendapat seperti Harry. Tentu saja, siapa siih yang tak marah ketika kita setengah mati memperjuangkan sesuatu yang kemudian gagal di akhir? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang paling penting adalah dengan memperjuangkan sesuatu (tak peduli berhasil atau tidak) kita sedang membangun pribadi kita. kita sedang membangun nilai-nilai yang kita yakini kebenarannya. Nilai-nilai inilah yng nantinya akan menunjukkan jati diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat ketika saya belajar berenang waktu kecil (yahhh.. walaupun sampai sekarang saya tak mampu berenang), ayah saya bilang, "Coba saja, jika kau tak mampu berenang, setidaknya kau tahu rasanya belajar berenang"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangan takut untuk berbuat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-8793988287446660242?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/8793988287446660242/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=8793988287446660242' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/8793988287446660242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/8793988287446660242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2009/07/saya-terinspirasi-untuk-menulis-tulisan.html' title='tak penting berhasil atau tidak, karena yang penting adalah kita tahu kebenarannya...'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-1836017004883248465</id><published>2009-07-12T18:04:00.000-07:00</published><updated>2010-02-05T16:21:10.815-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>jika waktu adalah panas matahari, maka aku ingin demam sedemam-demamnya</title><content type='html'>waktu, seperti jerang (atau rejang) panas matahari yang membakari tubuh kita sepanjang hari yang dengan itu kita menyusun satu demi satu cerita-cerita yang hampir punah tentang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang sisa-sisa panasnya masih tertinggal di ubun-ubun menjalari leher, dada, lengan dan semua tubuhku menjadikanku menggigil kears di sepanjang malam-malamku yang dokter menyebut itu demam tinggi, Tapi aku lebih suka menyebutnya sebagai kenangan. Kau bilang, apa bedanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena itu khusus untukmu, aku ingin demam sedemam-demamnya: agar aku bisa mengenangmu sedalam yang aku bisa...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-1836017004883248465?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/1836017004883248465/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=1836017004883248465' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/1836017004883248465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/1836017004883248465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2009/07/jika-waktu-adalah-panas-matahari-maka.html' title='jika waktu adalah panas matahari, maka aku ingin demam sedemam-demamnya'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-4024809447078057300</id><published>2009-06-30T23:02:00.000-07:00</published><updated>2010-01-02T18:52:35.295-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>kau tahu? aku senang bisa menemanimu menangis...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SkvblaC4P1I/AAAAAAAAADE/w4Wj36t9O2Q/s1600-h/menangis.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 260px; height: 210px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SkvblaC4P1I/AAAAAAAAADE/w4Wj36t9O2Q/s320/menangis.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353614017753005906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;makassar, 26.06.09, 20:05&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;kau benar. kadang-kadang memang kita harus menangis untuk merasa bahagia...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam detik-detik yang makin kering, malam-malam yang bisu dan hari-hari yang beku kita akan tahu apa arti ketakutan. Entahlah, aku juga tak tahu dengan cara apa, tapi ada malam-malam tertentu, di mana potongan-potongan kenangan akan terputar ulang dengan sendirinya tepat di depan mata kita, menumpuk di hemispher-hemispher kita, menyesakinya, kadang-kadang bahkan sampai membuat kita terpojok.lalu kita akan butuh tangisan untuk itu. Saat itu, kita akan bersyukur kepada Tuhan karena telah memberi kita air mata...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ya, aku tahu rasanya. Antara puas dan kecewa bukan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu. Rasanya akan selalu seperti itu. kau akan puas karena kau bisa lepas dari kenangan yang menghimpitmu tepat di jantung. Tapi kau akan kecewa, bukan hanya karena kenangan-kenangan akan memmbuka kembali luka yang tak kau mengerti mengapa masih teringgal di girus-girusmu walau kau telah menguburnya dalam-dalam. tapi juga karena sebenarnya kau tahu, semakin kau menangis, semakin kau merasa sendiri. Aku berat mengatakannya, tapi jujurlah, tak ada yang tahu kau sedang menangis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;hmmm... baiklah, aku akan menemanimu menangis malam ini...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tahu, aku akan menemanimu menangis. Setidaknya malam ini. Tapi tak akan lama. Menangis itu menular bukan? dan aku tak ingin (terlihat) menangis di depanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;tapi, aku tak tahu caranya bagaimana membujuk. aku masih menganggap itu pekerjaan yang tak rasional...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah berharap seorang lelaki cengeng dan manja akan membujukmu. Sebenarnya aku ingin, tapi aku tak tahu caranya. kadang-kadang aku merasa membujuk itu seperti mengajarimu tentang kehidupan (siapa yang lebih tahu tentang pelajaran kehidupan daripada kau?)Mungkin suatu saat nanti, aku akan ikut kursus membujuk. tahun depan mungkin. belakangan ini aku sangat sibuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jangan pedulikan apa isinya, karena yang penting adalah aku membujukmu!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin, tahun depan kau bahkan tak lagi mengingat apa yang kukatakan malam ini. Tapi aku yakin, kau akan selalu ingat bahwa pernah ada suatu malam di mana kau menangis dan aku ada di sampingmu. Sebenarnya aku berat mengatakannya, tapi kau tahu? aku senang bisa menemanimu menangis...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-4024809447078057300?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/4024809447078057300/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=4024809447078057300' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/4024809447078057300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/4024809447078057300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2009/06/kau-tahu-aku-senang-bisa-menemanimu.html' title='kau tahu? aku senang bisa menemanimu menangis...'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SkvblaC4P1I/AAAAAAAAADE/w4Wj36t9O2Q/s72-c/menangis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-2873860916442750535</id><published>2009-06-27T03:09:00.000-07:00</published><updated>2010-01-02T18:52:35.295-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Maafkan aku jika tak kuat menahan tangis....</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Tubuhmu makin lemah, aku tak yakin kau mampu bertahan lebih lama..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah belasan musim kita lewati dalam ringkih hari-hari yang makin menipis. Kita sama-sama tahu tubuhmu tak kan bertahan hingga musim baru tiba. Setiap aku bangun di pagi hari, aku akan bersyukur karena masih diberi (setidaknya satu hari) bersamamu. Kau tahu? kalau bukan karena aku tak ingin membuatmu tersinggung, akan kuajak kau menghabiskan sisa musim yang kita punya dengan bermain ski di alpen, menjelajahi sungai-sungai di venesia, atau menyusuri kebun-kebun tulip di eindhoven...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Ya, aku tahu. Setelah aku pergi, kau akan hidup bahagia dan jadi periang, kan sayang?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari-hari makin menipis dan beberapa hari terakhir kau mulai rajin memandangi tanggal-tanggal di kalender. Kadang-kadang kau membuka album foto-foto usang yang telah bertahun-tahun tak kita sentuh. Kau bahkan memintaku menemanimu mencari foto berdua kita yang pertama (seingatku itu telah belasan tahun yang lalu), yang ternyata kau masih simpan tepat di balik foto pernikahan kita. Beberapa minggu ini kau bahkan melingkari setiap hari yang kita lewati, yang ketika kutanya alasannya kau menjawab kau ingin pergi dengan membawa kenangan indah tentangku sebanyak mungkin. Aku menangis, dan kau marah. kau tak suka aku menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SkYAS6MmkBI/AAAAAAAAAC8/wfUDXjnv6Ng/s1600-h/jendela.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 220px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SkYAS6MmkBI/AAAAAAAAAC8/wfUDXjnv6Ng/s320/jendela.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5351965532036173842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Tentu tidak! Aku tak dapat membayangkan hidupku tanpa kau!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeninggalmu aku ragu, tak ada lagi yang sempat mengingatkanku untuk sejenak melupakan antrian pasien di klinik, telfon dari perusahaan farmasi, atau berkas-berkas laboratorium yang menumpuk di meja kerjaku untuk sejenak kita menikmati sekedar teh manis di beranda belakang rumah, atau kadang-kadang matahari sore, atau kadang-kadang kau mengajakku berjalan di sepanjang taman di halaman yang karena itu semua aku punya alasan untuk bertanya, apakah ada hidup yang lebih sempurna dari ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Tidak, aku tak ingin setelah aku pergi, kau menjadi lelaki cengeng dan merana..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih ingat, beberapa tahun lalu, ketika pertama kalinya aku tahu, bahwa ada yang salah dengan tubuhmu, aku tak mampu menatap wajahmu lama-lama seperti biasa (walau sebenarnya aku ingin). Aku takut semakin banyak kenangan yang kau tinggalkan di memoriku, semakin berat bagiku untuk membiarkan kau beristirahat dengan tenang. Lalu ketika kau tahu itu, kau mengajakku menyusuri langit bulan desember mengajariku tentang arti dari sebuah kepergian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Bagaimana bisa? sedangkan kau pemilik tawa dan senyumku?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang mampu membuatku tersenyum di sepanjang musim ini selain tingkahmu yang kadang-kadang kuanggap terlalu garing untuk wanita secerdas kau. Kadang-kadang bebeberapa hari dalam sebulan kau memaksaku untuk menemanimu menyusuri taman ilalang belakang rumah, mengumpulkan ranting-ranting yang patah lalu kita bakar di sepanjang malam, hanya untuk membuatku yakin bahwa kau masih kuat, dan aku tak perlu takut atau menangis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"ayolah... kau harus berjanji kau tak boleh menangis sepeninggalku..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berjanji. Tapi aku meminta izin untuk menangis kali itu. untuk yang terahir kalinya. Aku menangis, dan kau memelukku. erat. lalu kau melakukan satu hal yang tak pernah kau lakukan. Apalagi di hadapanku. Kau juga menangis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-2873860916442750535?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/2873860916442750535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=2873860916442750535' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/2873860916442750535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/2873860916442750535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2009/06/maafkan-aku-jika-tak-kuat-menahan.html' title='Maafkan aku jika tak kuat menahan tangis....'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SkYAS6MmkBI/AAAAAAAAAC8/wfUDXjnv6Ng/s72-c/jendela.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-1477790479905196981</id><published>2009-06-24T17:13:00.000-07:00</published><updated>2010-01-02T18:52:35.296-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>wangi lili di senyummu</title><content type='html'>di senyummu&lt;br /&gt;aku menitip beberapa tangkai lili&lt;br /&gt;beberapa berwarna putih&lt;br /&gt;beberapa berwarna merah muda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SkLE8l10RzI/AAAAAAAAABg/ddEpVV6-dp8/s1600-h/lili+pink.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SkLE8l10RzI/AAAAAAAAABg/ddEpVV6-dp8/s320/lili+pink.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5351055852498601778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kadang-kadang&lt;br /&gt;ketika musim dingin tiba&lt;br /&gt;aku harus mencari hangat&lt;br /&gt;dan wangi lili&lt;br /&gt;di senyummu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-1477790479905196981?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/1477790479905196981/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=1477790479905196981' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/1477790479905196981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/1477790479905196981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2009/06/wangi-lili-di-senyummu.html' title='wangi lili di senyummu'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SkLE8l10RzI/AAAAAAAAABg/ddEpVV6-dp8/s72-c/lili+pink.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-674080420406075039</id><published>2009-06-21T18:58:00.000-07:00</published><updated>2010-01-02T18:52:35.298-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>sebuah resep sederhana bagaimana menghafal jadwalmu di luar kepala di tengah padatnya jadwalku yg aku sendiri butuh catatan kecil untk mengingatnya</title><content type='html'>1&lt;br /&gt;Setidaknya aku butuh sebuah kalender&lt;br /&gt;kadang-kadang kalender meja&lt;br /&gt;kadang-kadang kalender dinding&lt;br /&gt;yang telah kau coret-coreti&lt;br /&gt;atau kau lingkar-lingkari tiap pagi&lt;br /&gt;kemudian tiap sore kutambah-tambahi&lt;br /&gt;dengan stabilo atau crayon atau pensil warna&lt;br /&gt;lalu kau tambah-tambahi pula dengan tulisan-tulisan spidol&lt;br /&gt;lalu jadilah kalender itu gambar-gambar&lt;br /&gt;yang aneh dan lucu&lt;br /&gt;tiap malam kita membacanya sama-sama&lt;br /&gt;dan tiap akhir bulan jadilah selembar kertas kalender itu&lt;br /&gt;sebuah pelangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SkF_jpDAYbI/AAAAAAAAABQ/1w4WkoIBrKg/s1600-h/Wall-Calendar-11123826251.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 277px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SkF_jpDAYbI/AAAAAAAAABQ/1w4WkoIBrKg/s320/Wall-Calendar-11123826251.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350698082583470514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;Setiap beberapa hari dalam sebulan &lt;br /&gt;ketika kau bangun pagi hari&lt;br /&gt;dengan perut mulas dan nyeri di pinggang&lt;br /&gt;aku akan menulis sebuah nota ke kantor&lt;br /&gt;tak bisa masuk pagi ini&lt;br /&gt;mengantarmu beli kiranti&lt;br /&gt;maka jadilah aku akan mengingat&lt;br /&gt;jadwal beli kiranti&lt;br /&gt;tiap tanggal tujuh belas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SkF_jrH9Y8I/AAAAAAAAABI/1Px3Uce3hLE/s1600-h/customize_calendar_wall_calendar.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SkF_jrH9Y8I/AAAAAAAAABI/1Px3Uce3hLE/s320/customize_calendar_wall_calendar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350698083141116866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;kadang-kadang kutulis sebuah catatan&lt;br /&gt;tentang hari-hari kita&lt;br /&gt;yang berulang-ulang&lt;br /&gt;dan beralang-alang&lt;br /&gt;dan tiap kita punya sedikit waktu&lt;br /&gt;kita akan menemukan catatan itu&lt;br /&gt;masih menempel di dinding...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-674080420406075039?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/674080420406075039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=674080420406075039' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/674080420406075039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/674080420406075039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2009/06/sebuah-resep-sederhana-bagaimana.html' title='sebuah resep sederhana bagaimana menghafal jadwalmu di luar kepala di tengah padatnya jadwalku yg aku sendiri butuh catatan kecil untk mengingatnya'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SkF_jpDAYbI/AAAAAAAAABQ/1w4WkoIBrKg/s72-c/Wall-Calendar-11123826251.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-5273420991862236175</id><published>2009-06-19T19:55:00.000-07:00</published><updated>2010-01-02T18:52:35.298-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>debu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SkGAcLkkgBI/AAAAAAAAABY/8kzT0uTylsE/s1600-h/url.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 242px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SkGAcLkkgBI/AAAAAAAAABY/8kzT0uTylsE/s320/url.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350699053923729426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;lihatlah&lt;br /&gt;seberapa banyak debu kita habiskan&lt;br /&gt;dari malam-malam yang durhaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita melahapnya&lt;br /&gt;nikmat...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-5273420991862236175?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/5273420991862236175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=5273420991862236175' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/5273420991862236175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/5273420991862236175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2009/06/debu.html' title='debu'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SkGAcLkkgBI/AAAAAAAAABY/8kzT0uTylsE/s72-c/url.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-6051602901664498593</id><published>2009-05-27T00:19:00.001-07:00</published><updated>2010-01-02T18:52:35.298-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Aku Rindu Hujan....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SjxTrCERPBI/AAAAAAAAABA/uaIJ65cqhUs/s1600-h/dark_1680x1050.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SjxTrCERPBI/AAAAAAAAABA/uaIJ65cqhUs/s320/dark_1680x1050.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349242456163564562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;aku selalu mencintai hujan, karena tak sperti gelap yang selalu mengggelayut di malam-malam lorong rumahmu, ia selalu mampu memaksa kau dan aku memesan kopi tubruk dan teh manis beberapa gelas lagi sebelum kita akhirnya meninggalkan warung kopi ini dengan setumpuk cerita yang tak pernah sempat kita habiskan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sebenarnya tahu, kau juga akan berfikir bahwa malam sialan yang selalu larut lebih cepat setiap kau dan aku duduk di warung kopi ini masih terlalu terang untuk sekedar bercerita tentang pagimu, pagiku, soremu, soreku, dan malam kita. aku juga tahu bahwa dua-tiga gelas kopi dan teh manis tak cukup untuk membayar delapan belas jam yang tidak kita habiskan sama-sama sejak tadi malam, tapi aku tak tega membiarkan kau mengira-ngira bahwa aku sedang mencari-cari alasan agar besok malam aku tak menjumpaimu di warung kopi ini lagi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih selalu merindukan hujan yang sisa-sisanya akan kita kenang setiap pagi karena kita selalu pulang dengan baju yang basah entah karena air hujan yang mengguyur tubuh kita atau karena kita memang selalu sengaja menceburkan diri ke dalamnya agar kau punya alasan untuk tak dimarahi ibumu mengapa pulang jam sembilan malam...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-6051602901664498593?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/6051602901664498593/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=6051602901664498593' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/6051602901664498593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/6051602901664498593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2009/05/aku-rindu-hujan.html' title='Aku Rindu Hujan....'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SjxTrCERPBI/AAAAAAAAABA/uaIJ65cqhUs/s72-c/dark_1680x1050.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-5637198393179556694</id><published>2009-05-27T00:12:00.000-07:00</published><updated>2010-01-02T19:02:44.212-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Aku rindu hening...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SjxS2ImVIPI/AAAAAAAAAA4/4tkEFxGnXPI/s1600-h/cintabuku.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SjxS2ImVIPI/AAAAAAAAAA4/4tkEFxGnXPI/s320/cintabuku.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349241547383972082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku merindukan hening yang selalu mempertautkan kau, aku, buku-buku, majalah-majalah dan malam-malam (yang selalu terasa) panjang tiap kau dan aku duduk sambil menikmati cappucino hangat di depan cafe baca ini. Entah dengan apa, tapi erangan cecak, bunyi lembar-lembar buku dan majalah dan dentang jam selalu saja punya cara untuk mengikatkan jemarimu dan jemariku pada meja baca yang beku entah karena malam yang melelahkan atau lelah yang kemalaman...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku makin rindu pada hening yang karenanya aku bisa belajar dan berlatih untuk membaca pikiran-pikiran yang mengapung-apung di atas kepalamu tanpa kau dan aku perlu berucap setengah patah kata pun lalu kau dan aku akan tertawa dan senyum sama-sama menikmati kebodohanku yang berusaha memecah bisu dengan isi-isi majalah yang kosong...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu, kau dan aku selalu berpura tak peduli pada hening yang merayap pelan dari kuku-kuku kaki kau dan aku, lalu naik ke lutut dan menggerayangi dengan nikmat tubuh kau dan aku, yang membuat kau dan aku menggeser-geser tempat duduk tidak jelas karena gelisah. Yang kutahu dan kau juga pasti tahu adalah kau dan aku selalu menikmati hening ini yang membuatku yakin kau akan kembali menunnguku di depan cafe baca ini nanti malam...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-5637198393179556694?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/5637198393179556694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=5637198393179556694' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/5637198393179556694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/5637198393179556694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2009/05/aku-ribdu-hening.html' title='Aku rindu hening...'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SjxS2ImVIPI/AAAAAAAAAA4/4tkEFxGnXPI/s72-c/cintabuku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-3451908083681139039</id><published>2009-05-27T00:08:00.000-07:00</published><updated>2010-01-02T19:02:44.212-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Aku rindu siang yang panas....</title><content type='html'>Bukan karena kemarin baru saja kau punya alasan untuk memintaku mengantarmu pulang ke rumah di tengah terik yang dengan aneh kau bilang suam-suam kuku. kau pasti sudah tahu aku tak punya alasan untuk meyakinkan diriku agar bisa menolak, termasuk saat kita singgah memesan beberapa gelas es kelapa muda di mana kita tak perlu pura-pura gelisah untuk membuat si bocah kecil penjual kelapa muda mau berpura-pura memohon izin ke belakang dan tak kembali hingga kita menghabiskan beberapa gelas kelapa muda, beberapa tingkah yang malu kutulis, dan beberapa entah apa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga bukan karena telah dua rabu kita tinggalkan sejak kau mengajakku makan di warung samping kampus di mana kita menghabiskan beberapa suap cerita tentang pagi yang masih mngepul, dan beberapa gelas cerita konyol ynag membuat perutku kembung hingga tawaku meluber sampai ke ujung jalan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku rindu sebuah siang di mana kau kepanasan gerah dan basah lau bertanya mengapa hari ini begitu panas yang akan kujawab walau kutahu kau sudah tahu jawabannya bahkan jauh sebelum terik mengasapi tubuh kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan kubilang: Tuhan memaksamu berendam di kolam belakang rumahmu, agar bisa ku curi selendangmu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-3451908083681139039?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/3451908083681139039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=3451908083681139039' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/3451908083681139039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/3451908083681139039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2009/05/aku-rindu-siang-yang-panas.html' title='Aku rindu siang yang panas....'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-5930303322467951092</id><published>2009-05-26T23:43:00.000-07:00</published><updated>2010-01-02T19:02:44.213-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>seorang lelaki pada istrinya di sebuah malam, di ulang tahun perkawinana mereka yang ke-dua puluh</title><content type='html'>Mengapa kau takut terlihat tua? Padahal satu-satunya alasan mengapa aku mencintaimu adalah karena aku mencintaimu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu pagi yang berkabut di akhir januari ia mendapati istrinya sedang duduk di depan cermin. Lama sekali. Diamatinya istrinya yang sedang mencari-cari sesuatu di wajahnya. Ohhh... ada kerutan di bawah mataku, istrinya memekik. Ia tahu apa yang selalu ditakutkan istrinya itu, tapi sebelum ia menyadarinya, istrinya kembali memekik sambil memegang dan mengurai-urai rambutnya. Ada sejentik kilauan perak disana. ia tahu, mengapa sudah berapa bulan ini istrinya tak pernah lagi memakai sepatu hak setinggi lima senti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istrinya menjawab: Lalu mengapa kau juga takut terlihat lemah? padahal satu-satunya alasan mengapa aku membutuhkanmu adalah karena aku mencintaimu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi tadi ia sedang lari pagi bersama suaminya. Entah mengapa belum selesai satu putaran lapangan sepakbola, suaminya telah terengah-engah. Nafasnya jauh meninggalkannya namun tetap saja ia berlari tak peduli pada mukanya yang memerah persis seperti pisang goreng yang selau mereka habiskan tiap pagi selama dua puluh tahun. Ia tahu suaminya telah berumur kepala lima dan itu sebabnya beberapa bulan terakhir mereka hanya mampu menyelesaikan satu malam dalam seminggu malam-malam yang mereka punya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-5930303322467951092?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/5930303322467951092/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=5930303322467951092' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/5930303322467951092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/5930303322467951092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2009/05/seorang-lelaki-pada-istrinya-di-sebuah.html' title='seorang lelaki pada istrinya di sebuah malam, di ulang tahun perkawinana mereka yang ke-dua puluh'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-3323350033378913716</id><published>2009-03-29T07:38:00.000-07:00</published><updated>2010-01-02T19:03:37.589-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kehidupan sehari-hari'/><title type='text'>Dengan apa kita harus membayar tangisan bayi dan rengekan manja di pagi hari?</title><content type='html'>kita tahu bahwa kita pernah punya rumah. rumah kita yang kini telah menjadi kuburan. kuburan dengan tembok setebal dua belas inci, tivi layar lebar, kursi dari kayu jati, lantai berkilat, dan kelap-kelip lampu.&lt;br /&gt;lalu kita pura-pura menghidupinya dengan wangi anggrek&lt;br /&gt;dengan tangis bayi dan rengekan manja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi dengan apa kita harus membayar anggrek yang mekar tiap tanggal lima belas bulan desember yang menempel di depan pintu&lt;br /&gt;dengan kunci laci meja kerja yang berisi tumpukan map berwarna merah muda dan biru tua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan apa kita harus membayar tangis bayi dan rengekan manja ingin dipeluk dan ciuman hangat mengepul di pagi hari?&lt;br /&gt;apakah tembok-tembok beton yaang meingkar berpuluh-puluh kilometer yang kita hidupi dengan ritual-ritual abad modern mampu memberi ciuman hangat di pagi hari dan rengekan manja itu?&lt;br /&gt;atau sekedar secangkir teh hangat yang kita cicipi dengan tertawa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka menabunglah untuk mendapatkan sepotong malam yang akan kita lewati malam ini saja. karena bagian kita memang hanyalah yang tinggal sepotong itu. malam-malam yang lain telah dihisap oleh bau keringat dari baju kerjamu, bising dan bau bensin di jalanan, dan berkas-berkas setebal delapan centi...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-3323350033378913716?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/3323350033378913716/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=3323350033378913716' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/3323350033378913716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/3323350033378913716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2009/03/dengan-apa-kita-harus-membayar-tangisan.html' title='Dengan apa kita harus membayar tangisan bayi dan rengekan manja di pagi hari?'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-62769506222890146</id><published>2009-03-29T07:35:00.000-07:00</published><updated>2010-05-18T12:24:30.674-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskursus kebangsaan'/><title type='text'>Tumbuhnya neososialisme dan semakin derasnya arus kapitalisasi dunia ketiga</title><content type='html'>Belakangan ini pemikiran neososilaisme berkembang cukup pesat di Indonesia. Indikatornya, dapat kita lihat di berbagi rubrik opini majalah dan surat kabar tulisan-tulisan yang berbau “kiri” tumbuh subur. Di lingkar-lingkar diskusi kampus pemahaman kiri juga menjadi isu yang hangat diperbincangkan.&lt;br /&gt;Ada berbagai alsan mengapa pemikiran kiri neososialisme tumbuh subur di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama adalah sejak runtuhnya orde baru, paham-paham kiri diberi jalan yang lebih longgar untuk tumbuh dan berkembang. Andai kita masih berada di bawah rezim soeharto, maka jangan berharap tulisan-tuliaan yang berbau sosialis progresif bisa numpang di surat kabar. Bisa-bisa surat kabar atau majalah yang menerbitkannya dibredel layaknya Koran tempo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua adalah tampilnya ke permukaan Negara-negara yang dianggap pemegang teguh garis perjuangan sosialis. Mereka itu (terutama) adalah Negara-negara di kawasan amerika latin seperti Bolivia, Venezuela,chile, dan Negara-negara asia seperti iran dan China. Ketika Republik soviet runtuh di tahun 90an, kaum sosialis merasa kehilangan payung kuat untuk menghadang laju amerika dan Negara-negara kuat kapitalis. Komunis dianggap hancur dan tidak punya lagi masa depan. Penganut paham sosialis pun hidup dalam tekanan dan menunggu kebangkitan neososialisme. Maka ketika mao ze dong muncul di China (yang kemudian diteruskan oleh wen jia bao), penganut sosialis di kawasan Asia timur dan tenggara merasa memiliki pemimpin baru. di iran Mahmoud Ahmadinejad berhasil mengobarkan semangat anti amerika di kawasan asia tengah dan asia barat. Pun Hugo Chavez, Simon Bolivar, Fidel Castro, hingga Ernesto Guevara berhasil menggemakan semangat anti Amerika di seantero Amerika Latin. gerakan-gerakan sosialis tanpa dikomando bangkit kembali karena seperti mendapatkan semangat baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ketiga dalah adanya perasaan senasib bangsa-bangsa dunia ketiga yang merasa terzalimi dan menjadi korban eksploitasi amerika. Perasaan senasib sepenanggungan ini bahkan melahirkan semboyan “musuh dari musuhku adalah kawanku”. Ketika Negara-negara di asia afrika merasa tereksploitasi oleh arogansi amerika , mka masyarakat di dunia ketiga merasa satu musuh dengan sosialisme yang memang sejak awal menjadi mainstream perlawanan terhadap amerika dan kapitalismenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dengan alasan kesamaan nasib ini, belakangan muncul paham sosialis religius di kalangan aktifis pergerakan di kawasan Asia. Sosialis religius (sering disingkat SosRe) berusaha menjadi poros tengah diantara paham sosialis dan Religius untuk sama-sama membendung arus kapitalisasi dunia ketiga. Di Indonesia dapat kita lihat pergerakan beberapa anak muda Katholik progresif dan Islam progresif di kota-kota besar seperti Makassar, semarang, Surabaya dan Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, ketika arus globalisasi dan dan kapitalisasi begitu deras menghegemoni semua lini kehidupan masyarakat dunia ketiga, sangat terbuka peluang bagi paham neososialisme untuk tumbuh pesat dan menjadi arus utama perlawanan terhadap kapitalisme. Menarik untuk ditunggu sejauh mana pergerakan neososialisme mampu menjadi arus utama pergerakan pemuda kita.…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-62769506222890146?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/62769506222890146/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=62769506222890146' title='19 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/62769506222890146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/62769506222890146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2009/03/tumbuhnya-neososialisme-dan-semakin.html' title='Tumbuhnya neososialisme dan semakin derasnya arus kapitalisasi dunia ketiga'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>19</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-7072282758201320526</id><published>2009-03-03T00:53:00.001-08:00</published><updated>2010-05-18T12:24:41.349-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskursus kebangsaan'/><title type='text'>mayarakat yang teralienasi</title><content type='html'>Masyarakat dunia ketiga hari ini berada pada sebuah zaman yang mengalami disorientasi makna hidup. Makna hidup yang seharusnya menajdi pondasi baik secara ideologis maupun praktis seluruh pergerakan sosial tidak ada lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percepatan perkembangan sains dan teknologi yang demikian pesat (pada masyarakat dunia ketiga, akselerasi percepatannya tidak seimbang dengan proses adaptasi dan persiapan struktur mental masyarakat, baik struktur dan mentalitas kultural, struktur dan mentalitas emosi, maupun struktur dan mentalitas inteleknya) tidak ditopang dan diwadahi oleh paradigma dan mentalitas yang sejenis. Sehingga, daya kritis masyarakat terhadap budaya yang masuk khususnya sains dan teknomologi barat modern sangat lemah. Karena tidak tersedianya wadah yang bisa menopangnya, maka struktur dan mentalitas kebudayaan barat modern diadaptasi tanpa mengalami kritik dan penyaringan yang berarti. Agamawan yang melihat fenomena tersebut hanya bisa memberikan fatwa dogmatis, tanpa bisa memberika jalan keluar yang berarti. Ketika itu, masyarakat muda modern di dunia ketiga (khususnya di Indonesia) mengalami kompleksitas ketersekatan budaya, baik dari budayanya sendiri maupun dari kebudayaan barat modern, karena meraka hanya pemakai (konsumen) pasif kebudayaan barat, tanpa memiliki dan mengalami proses internalisasi dengan kebudayan modern tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi inilah yang sesungguh-sungguhnya kondisi individu (masyarakat) yang teralienasi dari dirinya sendiri, baik secara internal maupun eksternal. Maka wajar bila kehidupan merak tidak lagi memiliki makna atau nilai yang bisa dibanggakan, mereka mengalami anomi absolut. Maka, muncullah fenomena sosial yang memiliki kecenderungan “pesimistik”. Rasa prustasi dalam menjalani kehidupan, dan underestimate terhadap budaya lokal. Lebih dari itu, didukung oleh kondisi real bangsa Indonesia yang sedang mengalami kolep, muncul pula ketidak percayaan pada pemerintah, sistem sosial, dan lain sebagainya. Tidak ada lagi yang bisa ia percayai, hatta dirinya sendiri. Maka kolusi terjadi di berbagai sudut kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap pesimistik, rasa prustasi, dan sikap underestimate, kehilangan kepercayaan telah melahirkan kecenderungan anarkis. Muncullah anggapan, tidak ada sistem bahkan hukum yang bisa menyelesaikan persoalan kehidupan masyarakat (negara), termasuk masalah yang dihadapinya, kecuali melalui proses kekerasan, anarkisme.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-7072282758201320526?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/7072282758201320526/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=7072282758201320526' title='16 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/7072282758201320526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/7072282758201320526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2009/03/mayarakat-yang-teralienasi.html' title='mayarakat yang teralienasi'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-464638066603164172</id><published>2009-03-03T00:52:00.001-08:00</published><updated>2010-01-02T19:06:23.847-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskursus kebangsaan'/><title type='text'>Fundamentalisme dan keterasingan manusia</title><content type='html'>Mendiskusikan fenomena fundamentalisme belakangan ini, utamanya di Indonesia merupakan suatu hal yang sangat-sangat sensitif. keseleo bicara sedikit saja, akibatnya bisa sangat fatal. Sedikit salah bicara akan menimbulkan gejolak kontroversif, salah-salah malah akan menimbulkan mispersepsi pemahaman agama. Beberapa tahun belakangan, utamanya sejak runtuhnya orde baru, fundamentalisme, uatamanya fundamentalisme keagamaan, menurut pengamat, tumbuh subur di Indonesia. Beberapa peristiwa kemarin, yang melibatkan kelompok keagamaan tertentu, menjadi isu hangat di media-media nasional. Peristiwa-peristiwa tersebut dihubungkan dengan merebaknya gejla fundamentalisme agama di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, diskusi tentang fundamentalisme memang sangat dekat dengan dialog keberagamaan, karena fundamentalisme-walaupun praktiknya tidak hanya terbatas pada masalah-maslah keagamaan- namun paling banyak menyerempet masalah agama. Sebenarnya apa yang menyebabkan fundamentalisme itu bisa tumbuh subur di Indonesia? dana mengapa fundamentalisme cenderung dikaitkan dengan kelompok agama tertentu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Karen Armstrong, dalam bukunya &lt;i&gt;war for god&lt;/i&gt;, fundamentalisme lahir akibat dari badai modernitas dan globalisasi yang agresif sehingga memporak-porandakan pemahaman dunia lama agama-agama. Modernitas dan globalisasi bekerja dengan begitu cepat, menciptakan jurang sosial, ekonomi, dan sosial yang dalam, serta melahirkan ketimpangan yang menyakitkan. Hal ini menyebabkan manusia-manusia yang hidup di abad modern merasa terasing (teralienasi) dari dunia mereka, dan satu-satunya tempat dimana mereka bisa menemukan tempat pelarian dari gerusan modernitas yang agresif adalah agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; Di Indonesia, memang yang paling kentara, adalah fundamentalisme islam, padahal sebenarnya fundamentalisme ada dalam semua agama. Fundamentalisme juga ada dalam agama kristen, katholik, hindu, budha, bahkan dalam kepercayaan primitif animisme sekalipun. Yang menjadi masalah adalah selama ini kita hanya menghakimi orang-orang yang kita sebut "fundamentalis" begitu saja tanpa pernah mau mencari akar masalah dari munculnya "fundamentalis-fundamental&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;is" tersebut. Kita bahkan sering kali begitu saja menganggap sama antara fundamentalis dengan terroris! Ini sama seperti kita hanya menangkap pencuri tanpa mau tahu, kenapa masih ada orang yang kelaparan hingga mau mencuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kita perlukan ke depan, adalah ruang-ruang diskusi dan sistem proteksi terhadap hegemoni barat yang destruktif, yang bisa menjamin bahwa tak ada lagi pengalienasian manusia dari kehidupannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-464638066603164172?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/464638066603164172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=464638066603164172' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/464638066603164172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/464638066603164172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2009/03/fundamentalisme-dan-keterasingan.html' title='Fundamentalisme dan keterasingan manusia'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-4504598491242739109</id><published>2009-03-03T00:50:00.001-08:00</published><updated>2010-01-02T19:02:44.213-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>biarkan kami telanjang...</title><content type='html'>biarkan saja kami telanjang di halaman rumah&lt;br /&gt;biarkan kami berlari di sini&lt;br /&gt;mengepul-ngepulkan debu tanah yang kering&lt;br /&gt;atau berguling di rumput lapangan sebelah rumah&lt;br /&gt;biarkan kami telanjang&lt;br /&gt;supaya kami bisa melompat salto setinggi mungkin&lt;br /&gt;menceburkan tubuh mungil kami ke tambak yang penuh lampu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kaki-kaki kecil kami memang penuh lumpur&lt;br /&gt;kotor dan bau tanah yang menyengat&lt;br /&gt;tapi kami ingin berlari&lt;br /&gt;berlari&lt;br /&gt;bermain&lt;br /&gt;berteriak&lt;br /&gt;jadi biarkan saja kami telanjang di sini&lt;br /&gt;memohon hujan turun sederas yang langit bisa&lt;br /&gt;supaya kami bisa mandi air suci&lt;br /&gt;supaya kami bisa meluncur di atas rumput yang basah&lt;br /&gt;biarkan kami menghirup angin sekenyang kami bisa&lt;br /&gt;sampai kembung perut kami&lt;br /&gt;membuncit supaya kami bisa tidur pulas malam ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bIarkan kami telanjang disini&lt;br /&gt;supaya kami bisa menapaki ranting demi ranting pohon mangga&lt;br /&gt;berayun di dahan-dahan pohon jambu air&lt;br /&gt;lalu melompati tumpukan jerami yang kami susun sendiri&lt;br /&gt;kami ingin berlari saja&lt;br /&gt;bermain saja&lt;br /&gt;teriak saja&lt;br /&gt;kami ingin menjadi kami sendiri saja...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-4504598491242739109?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/4504598491242739109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=4504598491242739109' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/4504598491242739109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/4504598491242739109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2009/03/biarkan-kami-telanjang.html' title='biarkan kami telanjang...'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-1025802872691737714</id><published>2009-03-03T00:48:00.000-08:00</published><updated>2010-05-18T12:25:19.979-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kehidupan sehari-hari'/><title type='text'>Mengapa manusia lebih tertarik memelihara binatang</title><content type='html'>Mengapa banyak orang yang suka binatang peliharaan? di negara-negara barat sana, orang bahkan lebih suka memelihara anak anjing daripada anak manusia. Mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, waktu saya nanya sama seorang teman cewek yang suka pelihara binatang, jawabannya katanya karena katanya mereka itu lucu, manis, dan menggemaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya bertanya pada seorang psikolog, kenapa orang suka banget pelihara binatang jawabannya katanya karena binatang peliharaan itu mampu menjadi teman bagi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi belakangan ini, saya berpikiran lain. Saya berpikir jangan-jangan orang memelihara binatang karena binatang saya tidak berkepentingan atas kepentingan saya. Banyak orang lebih mencintai anjing daripada anaknya sendiri;Karena bila seseorang punya anak; Bisa saja suatu hari anak itu memiliki kepentingan yang sejenis sehingga dapat terjadi kompetisi. Anjing dianggap setia, sebenarnya bukan masalah setia, tetapi ketidak pedulian kepentingan sehingga tidak saling mengganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti itulah kita. Semua hubungan kita dengan orang lain adalah karena kita punya kepentingan. Kita berteman dengan orang lain, karena kita punya kepentingan. Supaya kita punya teman belajar, punya teman curhat, punya teman hang out, supaya kita gak dibilang kuper, supaya ada orang yang bisa ngasi contekan waktu ujian, Itu semua adalah alasan kita memilih teman. Iya, kan? Pun, di dunia kemahasiswaan, kita bekerja karena ada kepentingan: buat dapat poin kemahasiswaan, supaya bisa jadi pengurus lembaga dan jadi terkenal, biar bisa numpang nongol di hadapan maba pas pengkaderan, dan kepentingan-kepentingan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak mencoba munafik dengan tulisan ini. Saya juga menulis catatan ini karena punya kepentingan. Supaya terkenal. Supaya dianggap jago nulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ada orang yang bebas dari kepentingan?&lt;br /&gt;Ada. Orang sufi, orang gila dan orang sekarat.&lt;br /&gt;Jadi, yang benar adalah bagaimana agar kepentingan-kepentingan kita itu tidak kebablasan, manusiawi, dan tidak membinatangkan manusia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-1025802872691737714?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/1025802872691737714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=1025802872691737714' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/1025802872691737714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/1025802872691737714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2009/03/mengapa-manusia-lebih-tertarik.html' title='Mengapa manusia lebih tertarik memelihara binatang'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-2015622173661193198</id><published>2009-03-03T00:37:00.000-08:00</published><updated>2010-05-18T12:25:46.370-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kehidupan sehari-hari'/><title type='text'>Menjalani Hidup dengan Penuh Kesadaran</title><content type='html'>Menjalani hidup dengan penuh kesadaran mungkin menurut anda mudah. jangan salah, menjalani kehidupan kita dengan sadar bukan perkara remeh. Kualitas kehidupan kita ditentukan oleh kesadaran kita dalam melakukan segala sesuatu. masalahnya, hampir semua orang menjalani hidup tidak dengan kesadaran penuh. Anda mungkin keberatan dan mengatakan, ''Tidak mungkin, saya selalu sadar setiap saat. Saya melakukan segala sesuatu dengan penuh kesadaran.". Tapi benarkah begitu? Mari kita lihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua jenis kesadaran, kesadaran makro dan kesadaran mikro. Kesadaran makro adalah menyadari mengenai siapa diri kita, dari mana kita berasal, untuk apa kita hidup dan kemana kita akan pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran mikro adalah kesadaran dalam keseharian kita. Di sini kita menyadari sepenuhnya apa yang sedang kita lakukan, pikirkan, dan rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak permasalahan yang kita hadapi terjadi semata-mata karena kurangnya kesadaran pada saat kita melakukannya. Apa anda pernah bercanda kelewat batas? Apakah anda pernah keseleo bicara tentang sesuatu yang tidak sepantasnya?. Pernah bukan? Ini menunjukkan kita sangat sering kehilangan kendali kesadaran atas apa yang kita lakukan. Anda baru sadar telah bercanda tidak pada tempatnya begitu ada kawan yang merasa terluka, Anda baru sadar telah bertindak kasar setelah orang lain sakit hati. Anda baru sadar telah berbohong setelah hal itu menimbulkan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua penyebabnya. Pertama, kita sering melakukan sesuatu secara otomatis. Saking rutinnya hal tersebut, kita melakukannya tanpa berpikir. Kita hanya bergerak seperti robot. Kedua, kita tidak menyadari perasaan apa yang muncul dalam diri kita setiap saat. Padahal perasaan inilah yang mendorong kita untuk melakukan berbagai tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari perasaan yang muncul setiap waktu merupakan kunci keberhasilan kita dalam hidup. Anda harus mampu mengenali dan mendefinisikan berbagai macam perasaan yang datang silih berganti. Begitu Anda marah, sadarilah bahwa Anda sedang marah. Begitu Anda takut, sadarilah Anda sedang takut. Begitu Anda sedang tergoda, apakah oleh uang, kekuasaan, jabatan maupun wanita, sadarilah bahwa Anda sedang tergoda. Anda harus mampu menyadari perasaan yang timbul. Sadari dan akuilah perasaan itu. Ini namanya kesadaran yang tepat waktu. Dengan demikian Anda dapat membunuh ''monsternya'' selagi ia masih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu ukuran kemajuan spiritual kita adalah sejauh mana kita dapat menjaga kesadaran kita setiap saat. Inilah yang disebut mindfullness yaitu hidup dalam kesadaran dan keterjagaan pikiran. Mindfulness membuat kita lebih fokus. Ini membantu kita memberikan perhatian pada apa yang tengah kita kerjakan persis pada saat kita mengerjakannya. Memberikan perhatian membuat kita hidup di dalamnya, serta menikmati dan mengapresiasi saat ini dalam semua kekayaan dan kedalamannya. Ini membantu kita benar-benar melihat apa yang sebenarnya tengah terjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, untuk dapat menikmati hidup, orang harus memiliki kesadaran setiap saat. Sederhana sekali bukan? Inilah cara termurah untuk dapat menikmati hidup yang berkualitas. Anda tidak perlu melakukan apapun. Yang Anda perlukan cuma satu: Menyadari!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa para sufi pergi bertapa? karena dengan bertapa mereka dapat menyadari setiap gerakan dari tubuh mereka. merasakan setiap helaan nafas mereka. Mengapa banyak orang datang ke klinik meditasi? karena dengan meditasi, kita melatih kesadaran kita atas tubuh dan pikiran kita. Apa inti dari olahraga yoga? Juga kesadaran. Kesadaran untuk menikmati setiap irama gerakan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi anda tak perlu jauh-jauh pergi bertapa untuk mendapatkan ketenangan. Anda hanya perlu kesadaran dalam menjalani kehidupan anda. rasakan setiap gerakan tubuh anda. Rasakan setiap helaan nafas anda. rasakan pemandangan di jalan yang anda lalui ketika ke kampus. Dan rasakan ketenangan meliputi hari-hari anda. Selamat mencoba.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-2015622173661193198?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/2015622173661193198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=2015622173661193198' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/2015622173661193198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/2015622173661193198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2009/03/menjalani-hidup-dengan-penuh-kesadaran.html' title='Menjalani Hidup dengan Penuh Kesadaran'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-8725125007871942701</id><published>2009-03-02T20:59:00.000-08:00</published><updated>2010-05-18T12:26:25.658-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kehidupan sehari-hari'/><title type='text'>Tak usah membesar-besarkan masalah</title><content type='html'>Salah satu hal yang menyebabkan mengapa sampai sekarang hidup kita tidak tenang adalah kita terlalu banyak membesar-besarkan masalah. Ada dua penyebab mengapa kita cenderung banyak membesar-besarkan masalah kita. Yang pertama (dan lagi-lagi) adalah kita tak mampu menyadari apa yang sedang kita rasakan. Yang kedua adalah kekerdilan jiwa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita tidak menyadari apa yang sedang kita rasakan pada suatu saat tertentu, kita cenderung tidak mampu mengontrol apa yang sedang kita lakukan. Kontrol tindakan kita diambil oleh perasaan kita, bukan kita yang sebenarnya. Akibatnya, Kita tidak lagi memiliki kebebasan atau kemerdekaan untuk memilih tindakan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh, saat kita sedang marah, maka kita umumnya tidak mampu menyadari bahwa kita sedang marah. Yang mengontrol pikiran dan tindakan kiat waktu itu adalah perasaan kita, padahal Perasaan kita cenderung membesar-besarkan masalah yang kita hadapi. Akibatnya, tindakan atau ucapan yang keluar adalah tindakan yang konfrontataif dan merusak. . Andaikan kita bisa menyadari bahwa kita sedang marah maka kita pasti akan mengontrol pikiran kita, dan berfikir secara logis terhadap apa yang kita hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan kedua mengapa kita cenderung membesar-besarkan masalah adalah jiwa kita terlalu kerdil. ketika kita berjiwa kerdil, maka nilai diri kita (penilaian diri kita terhadap diri kita sendiri) menjadi kerdil. Kita akan merasa bahwa kritikan atau protes dari orang lain akan mengancam eksistensi kita. maka akibatnya adalah kita menjadi rapuh dan sensitif terhadap sesuatu yang dianggap berani mengganggu ego kita.Ketika kita berjiwa besar, maka apapun atau siapapun yang mengusik kita dari luar, itu akan tidak ada apa-apanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya punya pengalaman pribadi. Waktu SMA, saya pernah ditilang oleh polisi. Besoknya, di kafe, saya ceritakan pada teman-teman saya tentang kejelekan dan keburukan poliisi di Indonesia. Tapi, ternyata tanpa saya sadari waktu saya cerita, di belakang saya ternyata ada seorang polisi. Bukan sembarang polisi, dia kapolres. Dengan muka merah, saya mendekat ke sang polisi buat minta maaf. Tapi, ternyata si polisi (kapolres) itu tadi malah berdiri dari tempat duduknya dan tersenyum kepada saya. Dia bilang "terima kasih dek karena mau mengkritik, akan dijadikan bahan masukan yang bernilai. Tapi bersyukurlah bukan polisi yang baru lulus yang mendengar ceritamu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa, si polisi tadi tidak marah karena nilai dirinya besar. Dia tidak merasa tersinggung ketika dikritik karena dia merasa tak ada apa pun yang ada di luar dirinya yang bisa menyentuh egonya. coba bayangkan andaikan yang mendengar cerit itu adalah seorang polisi muda... pasti saya sudah kena damprat habis-habisan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bagaimana caranya agar kita mampu melihat suatu masalah dengan ukuran yang sebenarnya. Tidak diremehkan dan tidak dibesar-besarkan? ya, dengan cara menyadari apa yang kita rasakan dan membangun kebesaran jiwa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat, cara paling tepat untuk menilai apakah suatu peristiwa benar-benar adalah masalah bagi anda adalah menjawab "apakah peristiwa itu akan anda ingat satu tahun mendatang?"&lt;br /&gt;jawab sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-8725125007871942701?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/8725125007871942701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=8725125007871942701' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/8725125007871942701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/8725125007871942701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2009/03/tak-usah-membesar-besarkan-maslah.html' title='Tak usah membesar-besarkan masalah'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-8553628931823837219</id><published>2009-03-02T20:58:00.000-08:00</published><updated>2010-05-18T12:26:35.860-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kehidupan sehari-hari'/><title type='text'>Kita telah memilih cara yang salah untuk menjalani hidup</title><content type='html'>Apa anda salah satu orang yang merasa bahwa hidup anda tidak bahagia? Apa anda sering merasa bahwa hidup ini begitu sangat membosankan? Atau setidaknya anda pernah merasa bahwa anda tidak bahagia dalam keseharian anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak usah ragu menjawab. Hampir semua orang pernah merasa bahwa hidup di dunia ini menjengkelkan. Jangankan anda yang hidup pas-pasan, orang kaya saja sering merasa tidak bahagia menjalani kehidupan ini. ya, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa sampai sekarang kta tidak mampu menjalani hidup dengan bahagia? karena hampir semua dari kita salah dalam mendefinisikan kebahgiaan. Hampir semua orang yang hidup di jagad raya ini mendefinisikan "bahagia" sebagai sebuah tujuan. Apapun definisi anda tentang hidup bahagia, anda pasti menempatkan kebahagiaan sebagai tujuan hidup anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal sebenarnya bahagia itu sama sekali bukan tujuan. Sama sekali bukan. Bahagia adalah sebuah cara atau metode dalam menjalani hidup. Dan kita boleh memilih cara apapun untuk menjalani kehidupan kita. kita mau menjalani hidup ini dengan penuh kebahagiaan, kecemasan, atau dengan ketakutan, atau kemarahan, atau dengan cara apa pun itu terserah kita. Kitalah yang memilih. Hanya, tanpa disadari, selama ini kita telah memilih cara yang salah dalam menjalani kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita menempatkan kebahagiaan itu sebagai sebuah tujuan, maka kita secara tidak langsung telah emnempatkan kebahagiaan itu di tempat yang jauh. Sangat jauh. Anda terlanjur percaya mitos bahwa kebahagiaan akan kita dapatkan suatu saat nanti. Misalnya seperti ini, anda menganggap bahwa kebahagiaan itu bisa diperoleh ketika anda kaya. Tapi, nyatanya ketika anda kaya, anda tidak juga kunjung puas, dan sekali lagi anda menganggap anda bisa bahagia, ketika anda lebih kaya lagi. Tapi, lagi-lagi anda tidak bahagia juga bukan?&lt;br /&gt;Atau kita menganggap bahwa kebahagiaan akan datang ketika kita telah terkeknal, menjadi artis contohnya. apakah setelah menjadi artis, kita yakin bisa hidup bahagia? belum tentu. Atau ketika kita telah menjadi politikus yang disegani, profesor yang dihormati, atau direktur di sebuah perusahaan terkemuka? juga tidak. Jadi kapan anda bisa bahagia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak akan bisa menjalani hidup bahagia jika kita masih menganggap bahagia itu sebuah tujuan. Saya sangat tidak sepakat denagn pepatah bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Pepatah itu seakan-akan menganggap kebahagiaan iu hanya bisa diraih dengan keringat dan air mata. Padahal sama sekali tidak. hidup bahagia itu sangat mudah. Gratis lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mau hidup dengan bahagia, kita cukup mengubah perspektif tentang kehidupan. Membuka jendela pikiran kita lebih luas, dan lebih bijak dalam memaknai hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mulai sekarang, pikirkan baik-baik, apakah anda ingin menjalani hidup dengan penuh kebahagiaan atau sebaliknya. anda yang menentukan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-8553628931823837219?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/8553628931823837219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=8553628931823837219' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/8553628931823837219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/8553628931823837219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2009/03/kita-telah-memilih-cara-yang-salah.html' title='Kita telah memilih cara yang salah untuk menjalani hidup'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-4990558801296272088</id><published>2009-03-02T20:54:00.000-08:00</published><updated>2010-05-18T12:26:55.810-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskursus kebangsaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskusi ke_KEMA-an'/><title type='text'>manusia dan Sekolah</title><content type='html'>&lt;b&gt;Cogito ergo sum &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Saya berpikir maka saya ada.&lt;br /&gt;(rene Descartes )&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun saya tak sepenuhnya sependapat dengan ucapan rene Descartes di atas, Namun saya tahu bahwa ucapan rene Descartes di atas ada benarnya. Manusia pada dasarnya diciptakan tuhan denan akal. Akal inilah yang membedakan manusia dengan mahluk ciptaan tuhan yana lainnya . Dengan akal ini manusia bias berpikir, dan dengan kemampuan berpikir itu manusia bisa belajar berbagai hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar merupakan cara manusia untuk menyempurnakan kemuliaannya sebagai mahluk tuhan yang diberi tanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi. Maka setiap manusia pasti dalam dirinya telah tertanam naluri untuk belajar. Dari sejak zaman primitive hingga abad mutakhir sekarang ini manusia terus berpikir`dan akhirnya lahirlah kebudayaan yang dapat kita lihat dan nikmati`seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring perkembangan kebudayaan itu, dan untuk memudahkan pengembangan kebudayaan bagi manusia, dibentuklah sekolah. Sejak zaman polis yunani, lembaga-lembaga belajar (sekolah) didirikan hingga sekarang. Bahkan sekarang sekolah seakan-akan telah menjadi bagian dari siklus kehidupan manusia yang harus dilalui oleh setiap orang yang ingin disebut manusia modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu terstrukturalkannya sekolah (apapun ingkatannya, SD, SMP, SMA, Perguruan tinggi, akademi, politeknik), sampai –sampai banyak orang yang menganggap lembaga pendidikan formal tersebut sbagai tempat untuk mencari pengetahuan praktis dan final yang langsung dapat diterapkan untuk mendapatkan tujuan –tujaun pragmatis. Padahal sekolah (dalam konsep yang lebih holistik) adalah tempat bagi manusia untuk melakukan pencarian (baca:belajar) makna hidup secara terus-menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat kita lihat sekarang, kecenderungan spesialisasi pegetahuan berkembang dengan pesat. Ilmu pengetahuan kita tercenderung terkotak-kotakkan antara sains, budaya dan social. di SMA dibuat kelas ilmu alam, ilmu sosial dan ilmu bahasa. Di peguruan tinggi mahasiswa di jurusan sains cenderung tidak tertarik untuk belajar kebudayaan dan sosial . padahal bagi anda yang berkecimpung di dunia sains (apalagi untuk disiplin ilmu kesehatan) anda pasti tahu bahwa kesehatan manusia (sains) tidak bisa dilepaskan dari tradisi (budaya) dan kesjahteraan(sosial, politik, ekonomi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar pada dasarnya butuh keterbukaan pikiran kita tentang sebuah konsep yang lebih holistik. Belajar adalah proses yang berlangsung seumur hidup. dengan demikian, kemuliaan manusia sebagai khalifah akan terjaga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-4990558801296272088?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/4990558801296272088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=4990558801296272088' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/4990558801296272088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/4990558801296272088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2009/03/manusia-dan-sekolah.html' title='manusia dan Sekolah'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-7530507329639507557</id><published>2009-02-13T00:05:00.000-08:00</published><updated>2010-05-18T12:46:22.016-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dialog ke-HmI-an'/><title type='text'>hidup di dunia yang bias</title><content type='html'>pernahkah anda berpikir, knapa si slamet tukang ojek itu&lt;br /&gt;begitu miskinnya sampai membeli kolorpun ia harus berjuang&lt;br /&gt;mengayuh sepeda berkilo kilo? mengapa keluarga pak mustafa&lt;br /&gt;begitu kaya sampai untuk merayakan ulang tahun anaknya&lt;br /&gt;yang masih tk, mereka rame-rame ke disneyland?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anda boleh bilang, slamet pemalas, kurang pendidikan kurang&lt;br /&gt;kreativitas, kurang gaul. lihat bacaannya, lembaran bergambar&lt;br /&gt;pos kota. omongannya medok, isinya melulu mengenai anak bini.&lt;br /&gt;mainannya gaple bukan internet. jadi kalo slamet miskin, emang&lt;br /&gt;itu sudah takdirnya untuk miskin. orang macam dia gak punya&lt;br /&gt;jalan untuk sukses, iya gak? sedang pak mustafa bagi tetangga&lt;br /&gt;dianggap keluarga elit berpendidikan tinggi (prof, ir, doktor&lt;br /&gt;mustafa m.a, msd, whatever ..). liat tamu yang berdatangan ke&lt;br /&gt;rumahnya, berjejer seperti antrian beras gratis. pak mustafa&lt;br /&gt;kemana mana pake jas dan dasi mirip menteri. anak yang kedua&lt;br /&gt;les piano, musik klasiknya memantul dari ruang tamu memerangi&lt;br /&gt;dangdut yang sedang dinikmati para tukang becak yang mangkal&lt;br /&gt;di perepatan jalan dekat rumahnya. sampai mereka akhirnya&lt;br /&gt;komplen "itu musik ngak ngek ngok apa enaknya sih? bikin pala&lt;br /&gt;pusing dan ngantuk aja, dasar wong edan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;manusia memang mahluk yang gampang dikemudikan bias. mayoritas&lt;br /&gt;kita jelas lebih hormat terhadap pak mustafa ketimbang slamet.&lt;br /&gt;sebab selain mustafa terkenal sering nyumbang acara tujuh belas&lt;br /&gt;agustusan di kelurahan, dia dekat dengan pak lurah dan camat.&lt;br /&gt;bahkan gubernur adalah teman dekatnya. jadi tidak heran ketika&lt;br /&gt;dia meninggal, rombongan pengantar memacetkan jalan. mesjid yang&lt;br /&gt;sesak oleh manusia wangi setelah sholat jenazah, mendengarkan&lt;br /&gt;khutbah penceramah yang mengiringi jenazah mustafa dengan memoar&lt;br /&gt;"dia adalah manusia yang dicintai banyak orang, dia dermawan dan&lt;br /&gt;santun terhadap si miskin. manusia macam mustafa cuma di surga"&lt;br /&gt;sedang ketika slamet mati ketika ojeknya tersambar metromini,&lt;br /&gt;cuma 10 orang datang berduka di tempat kostnya. 3 orang adalah&lt;br /&gt;bini dan 2 anaknya sendiri. 5 orang teman seprofesi dan 2 orang&lt;br /&gt;pemilik warteg yang dua kali berduka, satu karena slamet telah&lt;br /&gt;mati, kedua, slamet pergi beserta bon utang utang tak kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak, kawan. saya tak akan membiarkan tulisan ini semacam&lt;br /&gt;wejangan seolah olah saya adalah manusia arif pembela tertindas.&lt;br /&gt;sebab bila saya berada dikampung anda itu, saya akan berprilaku&lt;br /&gt;sama dengan manusia lainnya. saya akan datang kepenguburan pak&lt;br /&gt;mustafa, sebab selain meriah, makanan gratis juga disediakan,&lt;br /&gt;apalagi banyak cewek cantik dan artis yang bakalan datang.&lt;br /&gt;ya, anda dan saya kena bias karena hidup itu sendiri sebenarnya&lt;br /&gt;adalah bias. diskriminasi opini dan treatment sudah dialami sejak&lt;br /&gt;kecil. di sd saya di pejompongan, arif selalu dimanja para guru&lt;br /&gt;karena bapaknya anggota dpr. dan katma dicuekin karena bayar spp&lt;br /&gt;saja masih minta dispensasi. di smp, pak arif, guru olah raga&lt;br /&gt;selalu memanjakan desy, nina dan murid sexy dan bahenol lainnya.&lt;br /&gt;tapi pada suryani yang gendut, martinah yang pendek dekil, guru&lt;br /&gt;ganjen satu ini jarang menoleh. seolah mereka tidak exist.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengapa itu terjadi? jangan tanya saya, sebab bukanlah sufi.&lt;br /&gt;tapi yang jelas saya memang tahu bahwa manusia itu butuh simbol.&lt;br /&gt;mahluk homosapien sejak pertama kali mengenal property dan harga&lt;br /&gt;diri di padang savanah di afrika sana dulu sampai sekarang ini&lt;br /&gt;tidak pernah berhenti untuk minta dihargai dan di hormati.&lt;br /&gt;dulu dengan power mereka jadi kepala suku dan raja. sekarang&lt;br /&gt;dengan power, mereka menjadi pengusaha atau kepala negara. yang&lt;br /&gt;kurang power, mengumpulkan harta dan menaruh titel di depan dan&lt;br /&gt;belakang nama. yang elit berpakaian mahal dan selalu ngobrol pake&lt;br /&gt;bahasa kelas tinggi. lawyer menggantung diploma di ruang kerja.&lt;br /&gt;militer berseragam atribut, lalu lalang bagai yang punya negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semua simbol adalah intimidasi, dan inilah yang melahirkan bias.&lt;br /&gt;bila anda seorang petani kampung yang tanahnya baru saja dirampas&lt;br /&gt;oleh konglomerasi tamak. trus anda coba melaporkannya pada wakil&lt;br /&gt;anda di dpr, pertama anda harus lapor pada penjaga diluar gerbang.&lt;br /&gt;kedua anda menunggu sekian jam di ruangan ac dingin dan memiliki&lt;br /&gt;hiasan garuda besar di dinding, dan akhirnya ketika berhasil juga&lt;br /&gt;menemui orang satu ini (sebuah keajaiban) anda melihat manusia&lt;br /&gt;wakil rakyat berjas mahal dan wangi. bicara dgn bahasa yg susah&lt;br /&gt;dimengerti, tiba-tiba anda merasa dia begitu pintar dan anda jadi&lt;br /&gt;begitu goblok. inilah intimidasi, disinilah bias biasanya muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kembali, kenapa slamet penguburannya sepi? karena dia miskin,&lt;br /&gt;tidak berpendidikan dan tidak wangi. jadinya tidak dicintai.&lt;br /&gt;kenapa mustafa dicintai? karena dia pintar, wangi, kaya, banyak&lt;br /&gt;teman dan banyak berderma.&lt;br /&gt;kenapa? kenapa? karena opini selama ini dipengaruhi oleh simbol&lt;br /&gt;yang sesungguhnya tidak mewakili apa-apa. pidato kepresidenan di&lt;br /&gt;tv, ceramah kyai, gelar bangsawan raja, titel haji dan di depan&lt;br /&gt;nama anda yang bisa dibeli/dijual untuk usaha lantaran bapak anda&lt;br /&gt;adalah jendral atau menteri. mobil mewah yang dikendarai, merek,&lt;br /&gt;semuanya adalah alat intimidasi. dan semuanya alat bias.&lt;br /&gt;so, siapa sih manusia yang tidak bermain di padang bias?&lt;br /&gt;ada, yaitu para sufi, orang gila atau orang yang sedang sekarat.&lt;br /&gt;selain dari itu, kita semua adalah para fauna yang sering merasa&lt;br /&gt;arif bijaksana, tapi tak segan menyemplungkan diri pada kubangan&lt;br /&gt;bias dan intimidasi sambil merayakannya sepenuh hati .... (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[copyright © 1999 by artikel hasan basri™]&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-7530507329639507557?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/7530507329639507557/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=7530507329639507557' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/7530507329639507557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/7530507329639507557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2009/02/hidup-di-dunia-yang-bias.html' title='hidup di dunia yang bias'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-4372771274316842862</id><published>2009-01-19T18:24:00.000-08:00</published><updated>2010-01-02T19:02:44.213-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>we will not go down</title><content type='html'>"A blinding flash of white light&lt;br /&gt;Lit up the sky over Gaza tonight&lt;br /&gt;People running for cover&lt;br /&gt;Not knowing whether they’re dead or alive&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;They came with their tanks and their planes&lt;br /&gt;With ravaging fiery flames&lt;br /&gt;And nothing remains&lt;br /&gt;Just a voice rising up in the smoky haze&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In the night, without a fight&lt;br /&gt;You can burn up our mosques and our homes and our schools&lt;br /&gt;But our spirit will never die&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In Gaza tonight&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Women and children alike&lt;br /&gt;Murdered and massacred night after night&lt;br /&gt;While the so-called leaders of countries afar&lt;br /&gt;Debated on who’s wrong or right&lt;br /&gt;But their powerless words were in vain&lt;br /&gt;And the bombs fell down like acid rain&lt;br /&gt;But through the tears and the blood and the pain&lt;br /&gt;You can still hear that voice through the smoky haze&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In the night, without a fight&lt;br /&gt;You can burn up our mosques and our homes and our schools&lt;br /&gt;But our spirit will never die&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In Gaza tonight"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;how a meaningfull song!&lt;br /&gt;thankss for author.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-4372771274316842862?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/4372771274316842862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=4372771274316842862' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/4372771274316842862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/4372771274316842862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2009/01/we-will-not-go-down.html' title='we will not go down'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-5099993121469680261</id><published>2009-01-19T17:55:00.000-08:00</published><updated>2010-01-02T19:02:44.214-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Siapa yang akan mengisi titik2 itu?</title><content type='html'>PALESTINE: setelah puluhan tahun dibesarkan dalam debu gurun yang tak pernah berhenti mengepul beterbangan karena dihujani bubuk mesiu yang meluncur dari moncong ratusan tank&lt;br /&gt;Setelah puluhan tahun dibesarkan di bawah langit yang selalu dipenuhi burung2 besi yang mengirim kembang api dan asap hitam di tengah kota&lt;br /&gt;Setelah darah berhenti menghambur dari jutaan tubuh yang menghitam karena projektil peluru dan kurus kerontang karena kelaparan&lt;br /&gt;Setelah air mata berhenti mengalir dari jutaan wajah2 yang bening tapi dingin karena ketakutan, kedinginan dan putus asa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.............................................&lt;br /&gt;.............................................&lt;br /&gt;.............................................&lt;br /&gt;.............................................&lt;br /&gt;.............................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku ingin melanjutkan puisi iniAku ingin mengisi titik2 itu dengan teriakan kemenangan di akhir puisi&lt;br /&gt;Aku ingin mengisi titik itu dengan gema takbir dan orang2 bersorak di belakangku&lt;br /&gt;Tapi apa daya ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan aku tak mampu mengirim bethadine untuk membersihkan luka bocah2 palestine yang hangus dibakar moncong tank yang memuntahkan fosfor putih&lt;br /&gt;bahkan aku tak mampu mengirim nasi kotak, tempe, seiris telur dadar, dan segelas aqua untuk anak2 dan orang tua yang kelaparan karena blokade&lt;br /&gt;bahkan aku tak mampu mengirim selimut untuk anak2 yang rumah, sekolah rumah sakit dan masjidnya nya hancur digusur roket yang panjangnya dua meter tiga puluh centi&lt;br /&gt;bahkan aku tak mampu mengirim sapu tangan atau sekedar tissue untuk menghapus air mata ibu2 yang anak2, ayahnya, ibunya, saudaranya, dan suaminya syahid di depan matanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka siapa yang akan mengisi titik2 itu?&lt;br /&gt;siapa yang akan meneriakkan takbir di akhir puisi?&lt;br /&gt;siapa yang akan menegakkan tiang2 al-aqsha dan merubuhkan tembok ratapan?&lt;br /&gt;siapa yang akan membersihkan darah para mujahid palestine dan menghapus air mata para mujahidah?&lt;br /&gt;yang akan berdiri di depan pasukan dan mengibarkan bendera palestin dari rafah sampai hebron?&lt;br /&gt;Siapa?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-5099993121469680261?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/5099993121469680261/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=5099993121469680261' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/5099993121469680261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/5099993121469680261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2009/01/siapa-yang-akan-mengisi-titik2-itu.html' title='Siapa yang akan mengisi titik2 itu?'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-1018579726656347201</id><published>2009-01-18T04:55:00.000-08:00</published><updated>2010-01-02T19:02:44.214-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Di mana Engkau?</title><content type='html'>Tak pernah aku berani mengangkat mukaku dan menatapMu&lt;br /&gt;Tak pernah aku berani meggerakkan lidahku dan bicara padaMu&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin aku seberani itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi orang-orang itu telah menuduhku mengkhianati cintaMu&lt;br /&gt;Orang-orang itu menyebutku berselingkuh dariMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya berusaha mencari Mu dengan jalan yang Kau pilihkan untukku&lt;br /&gt;Dengan jalan yang kau susun kerikil per kerikil, butir per butir tanah hingga menjadi tanah yang cukup lapang untuk kakiku yang rapuh menapakinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika orang-orang berpakaian putih dengan penutup kepala kebanggannya memproklamirkan bahwa mereka telah menemukanMu, aku hampir saja percaya.&lt;br /&gt;Mereka memperlihatkan kepadaku berlembar-lembar surat yang katanya dari-Mu, dan hampir saja aku percaya.&lt;br /&gt;Mereka mEnunjukkan fotoMu padaku dan hampir saja aku percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin aku akan mempercayai bahwa wajahMu sehina itu?&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin aku akan percaya bahwa Engkau senantiasa membawa pedang di tangan kananMu dan cambuk di tangan kiriMu&lt;br /&gt;Tidak! aku tidak akan percaya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya ingin mencintaiMu seperti para kekasihMu yang lain mencintaiMu&lt;br /&gt;Aku ingin mati seperti para kekasihMu yang lain mati untukMu&lt;br /&gt;Maka berikan jalan itu.......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-1018579726656347201?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/1018579726656347201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=1018579726656347201' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/1018579726656347201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/1018579726656347201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2009/01/di-mana-engkau.html' title='Di mana Engkau?'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-687544092350957571</id><published>2009-01-18T04:54:00.000-08:00</published><updated>2010-05-18T12:42:52.921-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kehidupan sehari-hari'/><title type='text'>Kita telah menjadi mesin!</title><content type='html'>Tiap hari kita bangun jam enam pagi, lalu bergegas menuju kantor, menuju kampus, menuju tempat kerja.&lt;br /&gt;Di kampus, di kantor, di sekolah kita melakukan hal yang sama tiap hari. Lalu kita pulang jam empat sore dan kembali ke rumah. besoknya kita kembali mengulang ritme hidup yang sama. Maka jadilah kita, kita tiap hari menjalani ritme hidup yang teratur dan monoton. Parahnya, Ritme hidup seperti tiap hari selama lebih dari dua pertiga umur kita. Tak diragukan lagi kita telah benar-benar terbelenggu oleh rutinitas kita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sementara itu di sekitar kita, kita tak sempat menyadari, begitu banyak hal-hal yang kita lewatkan. Begitu banyak peristiwa langka yang kita tak mampu nikmati karena kita telah menjadi mesin.karena begitu teraturnya kita dalam menjalani hidup, kita tak mampu lagi merasakan kehidupan, selayaknya manusia. Begitu banyak peristiwa-peristiwa di luar kita yang terjadi tiap hari karena kiat Kita telah menjadi mesin bagi siklus hidup yang kita ciptakan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selama ini kita sibuk dengan rencana masa depan kita. kita terlalu terobsesi dengan masa depan yang kita khayalkan. maka jadilah kita budak masa depan. Sebuah Fatamorgana yang telah menipu kita selama bertahun-tahun kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita meninggalkan banyak hal penting dalm kehidupan kita yang singkat. Kita tak sempat lagi melihat anak2 kita tumbuh dewasa. Kita tak semapt lagi berbagi kebahagiaan dengan orang-orang di sekeliling kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada akhirnya kita akan sadar dengan apa yang kita tinggalkan,&lt;br /&gt;kita akan sadar setelah samnpai di depan fatmorgana dan menyadari bahwa apa yang selama ini kta anggap sebagai tujuan hidup adalah kebohongan besar!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-687544092350957571?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/687544092350957571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=687544092350957571' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/687544092350957571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/687544092350957571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2009/01/kita-telah-menjadi-mesin.html' title='Kita telah menjadi mesin!'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-6875384743053358976</id><published>2009-01-18T04:25:00.000-08:00</published><updated>2010-05-18T12:43:04.857-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kehidupan sehari-hari'/><title type='text'>dunia terlalu mengerikan untuk dilihat!</title><content type='html'>Aku bersyukur kepada Tuhan&lt;br /&gt;Ia memberiku mata untuk melihat dunia&lt;br /&gt;Setiap malam ia membiarkanku menutup mataku agar aku dapat istirahat&lt;br /&gt;Lalu di pagi hari Ia buka mataku untuk dapat melihat kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi saya selalu sedih ketika membuka mataku di pagi hari&lt;br /&gt;kadang2 bahkan saya takut untuk membuka mataku&lt;br /&gt;jadi sering kali aku menutup mata dan telingaku rapat2 saat bangun&lt;br /&gt;Sebelum akhirnya Ibu membangunkanku dengan paksa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku takut, karena setiap aku membuka mataku di pagi hari&lt;br /&gt;aku selalu disuguhi secangkir teh panas, pisang goreng dan setumpuk kemarahan&lt;br /&gt;lihat saja, dari detik pertama ketika aku melihat dunia di pagi hari lewat tv, yang tersembul adalah asap senjata dan darah anak2 yang mengalir karena perang&lt;br /&gt;ketika aku mengintip dunia lewat surat kabar, yang ditulis tak pernah lebih dari serangkaian agresi militer, intrik politik dan kelaparan dimana2&lt;br /&gt;Ketika aku membuka laptop dan mencari dunia lewat google, yang muncul adalah gambar2 mesum dan dunia yang membingungkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku muak dengan ini semua, aku berjalan keluar rumah dan berusaha mencari wajah dunia yang lain&lt;br /&gt;aku berusaha mencari wajah dunia yang ramah seperti yang kudengar dalam lagu anak2&lt;br /&gt;aku berusaha mencari wajah dunia yang tulus seperti dalam lukisan anak TK&lt;br /&gt;Tapi yang kulihat adalah daun2 yang hitam karena jelaga, mengkriting dihisap asap knalpot dansungai yang berubah hitam berbau busuk dikeruk limbah pabrik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku jadi sangat takut kawan&lt;br /&gt;Aku bahkan sempat berpikir, jangan2 saya ini sedang tidak melihat dunia&lt;br /&gt;Jangan2 mata ini masih tertidur dan saya sedang tidak melihat dunia&lt;br /&gt;Jangan2 saya ini sedang bermimpi menjalani hidup dan tidak menyadarinya&lt;br /&gt;Saya tidak percaya bahwa dunia yang saya lihat tiap hari adalah dunia yang diciptakan Tuhan untuk manusia&lt;br /&gt;Saya tidak percaya bahwa dunia yang kulihat di TV, di koran, di internet adalah wajah dunia yang dianugerahkan Tuhan untuk dihidupi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mak, ya Tuhan... beri aku alasan untuk tetap berada di duniaMu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-6875384743053358976?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/6875384743053358976/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=6875384743053358976' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/6875384743053358976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/6875384743053358976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2009/01/dunia-terlalu-mengerikan-untuk-dilihat.html' title='dunia terlalu mengerikan untuk dilihat!'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-5749737888052100679</id><published>2008-12-30T18:56:00.000-08:00</published><updated>2010-05-18T12:43:18.863-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskusi ke_KEMA-an'/><title type='text'>Budaya Menulis di FK</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Budaya membaca dan menulis dalam dunia kemahasiswaan dan dunia  akademis perguruan tinggi merupakan suatu keniscayaan. Tradisi akademik mahasiswa dan kesadaran intelektual menyebabkan budaya dan kesadaran literatur* mahasiswa jauh lebih tinggi dibanding dengan jenjang akademik maupun profesi lain.&lt;br /&gt;Dalam dunia akademik, mahasiswa kedokteran (sepanjang yang saya lihat) adalah kalangan mahasiswa yang paling tinggi intensitas membacanya. Selain karena tuntutan akademik yang memang mengharuskan seperti itu, hal ini juga disebabkan karena mahasiswa-mahasiswa di fakultas kedokteran cenderung (lagi-lagi subjektif) adalah lulusan dari SMA-SMA favorit dengan tradisi membaca yang lumayan bagus. Tradisi membaca mahasiswa di FK ini seharusnya menjadi sebuah modal yang bdesar dalam mengembangkan dunia tulis-menulis (baca:dunia literatur) di FK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, yang perlu saya ungkapkan adalah bahwa dalam hal dunia kelembagaan mahasiswa, tradisi membaca mahasiswa di fakultas kedokteran masih sangat kurang. jika dibandingkan dengan teman-teman mahsiswa di fakultas lain, tradisi membaca literatur-literatur pergerakan mahasiswa di fakultas kedokteran masih sangat jauh ketinggalan. Cobalah bertanya kepada teman-teman mahasiswa fakultas kedokteran, buku-buku apa yang mereka sealalu baca tiap hari! jawaban yang akan anda terima tidak akan jauh-jauh dari seputar buku anatomi sobotta, Biokimia Harper, patologi robbins, Guyton, Harrison dan buku-buku kedokteran lainnya. Coba tanyakan  apakah mereka pernah membaca buku-buku bacaan dari penulis-penulis pergerakan yang notabene merupakan bacaan wajib bagi mahasiswa semacam Sayyid Quthb, Pramoedya Ananta Toer, Eko Prasetyo, fajroelrahman?&lt;br /&gt;memang, mahasiswa tidak murni patut disalahkan atas fenomena ini. Ada banyak variabel yang mempengaruhi. Jadwal akademik yang begitu padat, yang sampai mencerabuti mahasiswa dari budaya-buadaya intelektual semacam diskusi, kajian, membaca ataupun menulis. Belum lagi kegiatan-kegiatan kemahsiswaan hari ini, harus kita akui semakin jauh dari budaya-budaya literer. kegiatan-kegiatan kemahasiwaan yang mendominasi dunia kemahasiswaan kita sebagian besar adalah kegiatan-kegiatan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;event organizerisme.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di fakultas kedopkteran (unhas) sendiri, saya melihat ada potensi besar dalam dunia literatur dan tulis menulis. ada lembaga pers mahasiswa Sinovia, yang mewadahi mahasiswa yang berminat di dunia penulisan dan pers. Kemudian ada MYRC (medical Youth Researcher Club) untuk penulisan ilmiah dan jurnal bekala. Cuma, dibandingkan dengan lembaga penulisan, pernerbitan atau lembaga pers mahasiswa lain, LPM sinovia masih dirasa kurang mewakili suara mahasiswa, yang akhir-akhir ini menunjukkan progresivitas. mungkin kita bisa melihat lembaga-lembaga penulisan lain di tingkat universitas yang lebih progresif dan berani.&lt;br /&gt;Sebenarnya, lembaga internal (dalam hal ini Badan Eksekutif Mahasiswa) diharapkan menjadi pihak yang bisa menstimulasi budaya menulis mahasiwa di fakultas kedokteran. jika kita mau melihat keluar, lembaga kemahaisswaan di beberapa fakultas lain, baik bem maupun beberapa himpunan mahasiswa menjadikan budaya membaca sebagai bagian dari prosesi pengakaderan di lembaga mereka. Dalam proses pengkaderan di beberapa lembaga kemahasiswaan tersebut, kajian literaturtmerupakan sebuah proses pengakderan yang wajib diikuti oleh caloan anggota lembaga. Hanya, memang agak sedikit rumit, ketika kita berusaha menjadikan kesadaran menulis sebagai bagian dari proses pengkaderan, jika mahasiswa (termasuk pengurus lembaga sendiri) memiliki kesadaran literatur yang rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah sebuah tugas berat, bagi tidak hanya lembaga pers, tapi juga setiap lembaga internal untuk menumbuhkan kesadaran literatur di fakultas ini. Kajian buku kontemporer, bedah buku, diskusi terbuka mengenai buku-buku  kontroversi hendaknya menjadi bagian dari prosesi pengkaderan di lembaga kemahasiswaan di fk.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-5749737888052100679?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/5749737888052100679/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=5749737888052100679' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/5749737888052100679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/5749737888052100679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2008/12/budaya-menulis-di-fk.html' title='Budaya Menulis di FK'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-7540463903023451652</id><published>2008-12-05T17:08:00.000-08:00</published><updated>2010-05-18T12:43:41.301-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kehidupan sehari-hari'/><title type='text'>Dewasalah...</title><content type='html'>minggu ini dunia dikejutkan dengan sebuah peristiwa bersejarah di Thailand. Rakyat Thailand yang dipelopori oleh Aliansi Rakyat untuk demokrasi (PAD, partai oposisi Thailand) berhasil menggulingkan pemerintah yang dipegang oleh perdana menteri Somchai. Setelah delapan hari mengepung bandar udara internasional Suvarna Bhumi dan bandar udara Dong Muang, Para demonstran akhirnya berhasil memaksa mahkamah konstitusi Thailand untuk melengserkan Perdana menteri dari kekuasaannya, sekaligus membubarkan koalisi partai berkuasa. Melihat ribuan rakyat Thailand yang berseragam kuning emas (simbol kerajaan Thailand), jadi terkenang reformasi 1998. Kapan ya, para anak muda (dengan berbagai warna almamater) bisa kumpul lg kayak begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik adalah, terlepas dari tuduhan demonstran bahwa perdana menteri dan partainya adalah kaki tangan dari perdana menteri sebelumnya (yang korup dan nepotis), sikap sang perdana mementeri ini yang tetap tenang dan menerimakeputusan mahkamah konstitusinya dengan legowo dan iwa besar. Ketika perdana menteri somchai serta seluruh pengurus partai dikenai larangan berpolitik selama 5 tahun, mereka tidak bersikap reaktif. tidak ada kata-kata perlawanan, tidak ada kata-kata menolak. Mereka tidak merasa kehilangan segalanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba dengarkan apa yang dikatakan oleh perdana menteri Somchai yang dilengserkan dari tahtanya, "Tidak masalah, saya senang tanggung jawab saya selesai, kini saya akan menjadi rakyat biasa, menjadi warga negara biasa". Inilah negarawan yang sesungguhnya, ketika mereka kehilangan jabatan, mereka tidak lantas mencak-mencak, dan berusaha mati-matian mempertahankan jabtannya. Coba bandingkan dengan apa yang terjadi di negara kita hari ini. Masih ingat ketika Presiden Gusdur begitu panik ketika diinterpelasi oleh DPR, lalu dengan seenaknya mengeluarkan dekrit membubarkan DPR? atau ketika Demonstrasi besar-besaran tahun 1998, sOeharto dengan biadab memerintahkan membubarkan mahasiswa dengan peluru?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedewasaan berpolitik di negeri kita betul-betul memiriskan. Budaya politik masih identik dengan kekerasan, pengerahan massa dan pembodohan. Coba lihat arena pilkada atau pemilu, mana ada pilkada atau pemilu di Indonesia yang berlangsung damai? Apa ga malu sama amerika yang setiap hari kita hujat karena katanya biadab dan tiran? Di amerika, walaupun obama dan mcCain saling serang dan saling kritik dengan keras, tapi sampai saat ini saya belum pernah mendengar ada bentrokan gara-gara pemilu di amrik, seperti yang lazim terjadi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan pemilu amerika tahun ini, yang katanya rawan konflik SARA (Obama bekulit hitam, sedangkan mccain berkulit putih), sama sekali tidak ada konfilik horizontal yang terjadi. Saya bukannya mau mengatakan kita harus mencontoh AMerika , atau Thailand, ataupun negara-negar barat lainnya, tapi apa kita tidak malu, sebagai bangsa yang mengklaim dirinya bangsa yang beradab dan menjunjung tinggi sopan santun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita telah menjadi bangsa yang merdeka selama lebih dari 63 tahun, tapi anehnya mengapa masih banyak orang-orang di negeri ini (ironisnya lagi, mereka itu adalah oramg-orang yang dianggap sebagi pemimpin) yang belum bisa dewasa dalam berpolitik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanya kenapa?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-7540463903023451652?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/7540463903023451652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=7540463903023451652' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/7540463903023451652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/7540463903023451652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2008/12/minggu-ini-dunia-dikejutkan-dengan.html' title='Dewasalah...'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-1151263277063174306</id><published>2008-11-27T22:02:00.000-08:00</published><updated>2010-05-18T12:43:51.773-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kehidupan sehari-hari'/><title type='text'>untuk apa anda bekerja?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa sebenarnya tujuan anda bekerja? bagi anda yang mahasiswa, apa sebenarnya tujuan anda kuliah? apa sebenarnya tujuan anda rela begadang untuk lembur atau mengerjakan tugas kuliah. Mengapa anda mau datang pagi-pagi ke tempat kerja lalu pulang jam lima sore? Menghabiskan waktu anda 8 jam tiap hari di sekolah/ kantor selama lebih dari 90% umur anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hampir semua orang yang saya tanya tentang mengapa orang bekerja keras dan menekuni pekerjaannya akan menjawab bahwa orang bekerja keras agar mampu memiliki uang yang banyak, investasi di mana-mana, dikenal dan disegani oleh banyak orang, yang denagn itu semua kita bisa hidup bahagia. jadi, hampir kita semua menempatkan kebahagiaan sebagai sebuah tujuan. sesuatu yang diperoleh di ujung perjuangan, sesuatu yang diperoleh setelah kita bekerja keras memeras keringat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar orang terjebak pada pikiran keliru bahwa kebahagiaan itu akan diraih suatu saat nanti. Yaitu ketika kita telah memiliki uang yang banyak. atau saat kita telah mencapai puncak karier, setelah kita mendapatkan popularitas, dan sebagainya. Padahal Banyak orang yang memiliki harta banyak tapi tidak dapat merasakan betapa indahnya &lt;a class="tags" onclick="javascript:counttag('Keindahan', 1, 487500)" href="http://id.shvoong.com/tags/keindahan/"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;hidup ini. Bahkan, kalau kita mau jujur menilai justru sebagian besar orang yang kelihatannya tidak mampu menikmati hidupnya adalah orang-orang yang bisa dibilang mapan dalam segi ekonomi dan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang benar adalah  kebahagiaan itu pada dasarnya adalah sebuah cara menjalani hidup. Sebuah metode dalam menjalani kehidupan.  sebuah cara pandang/paradigma  yang anda pakai dalam menginterpretasikan  segala realitas yang ada dalam kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya sangat tidak sepakat dengan peribahasa Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Coba kita pikir baik. Taruhlah anda seorang eksekutif muda di sebuah perusahaan besar. maka anda akan bekerja keras dan mengorbankan masa muda anda, dengan asumsi bahwa kebahgiaan akan datang setelah anda menjadi wakil direktur yang gajinya selangit. Lalu, setelah anda menjadi direktur, anda tidak juga merasa bahagia. lalu anda akan berasumsi bahwa kebahagiaan akan datang setelah anda menjadi general manager. demikian seterusnya, setelah anda menjadi general manager, anda  berusaha menjadi  komisaris, dan setrusnya. Lalu kapan anda bisa hidup bahagia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita telah salah menempatkan kebahagiaan itu di tempat yang jauh. di tempat yang sangat jauh. Padahal sebnarnya kebahagiaan itu sangat dekat. anda bisa mendapatkan kebahagiaan itu setiap hari. Setiap saat bahkan. Dan itu gratis! Anda tak perlu mengeluarkan banyak biaya, tak perlu bekerja sampai melebihi batas kemampuan anda. anda hanya perlu membuka pikiran anda seluas-luasnya, Menyadari seluruh ritme kehidupan kita dan menikmatinya. hanya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cuma memang sebagian besar orang tidak mau menyadari hal itu. Kita terlalu larut dalam ritme hidup yang telah ditentukan dunia. Kita larut dalam rutinitas-rutinitas yang berlangsung monoton dan begitu cepat. sehingga kita tidak sempat untuk berpikir apa yang sebenarnya kita cari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;                                                                     &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" id="google_wide_ad_unit" class="google_wideSummary"&gt;                                     &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-1151263277063174306?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/1151263277063174306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=1151263277063174306' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/1151263277063174306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/1151263277063174306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2008/11/untuk-apa-anda-bekerja.html' title='untuk apa anda bekerja?'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-1323415735256257739</id><published>2008-11-27T18:47:00.001-08:00</published><updated>2010-05-18T12:44:05.942-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kehidupan sehari-hari'/><title type='text'>kunci kebahagiaan</title><content type='html'>&lt;div class="post-body entry-content"&gt; teman-teman, saya punya satu pertanyaan (sangat sederhana) yang harus teman jawab dengan jujur.&lt;br /&gt;Waktu teman-teman masuk ruangan kuliah tadi pagi, apakah teman-teman masih ingat kaki mana yang masuk duluan, kiri atau kanan? atau, waktu tadi masuk ke warnet ini apa teman masih ingat, kaki mana yang masuk duluan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saya dengan sangat yakin akan menebak bahwa hampir semua jawaban teman-teman adalah "tidak ingat".&lt;br /&gt;Pertanyaan ini mungkin sangat aneh (kalo ga mau dibilang ngawur), tapi saya hanya mencoba mengungkap sebuah fakta bahwa hampir semua dari kita tidak sedang sadar dengan apa yang kita lakukan, maksud saya adalah bahwa kita tidak benar-benar menikmati hal-hal (yang mungkin kita anggap sepele) dalam kehidupan ini. Kita terjebak dalam rutinitas-rutinitas yang membuat kita tidak mampu menyadari apa yang sedang kita lakukan. karena setiap hari kita melangkah ke dalam ruangan kuliah, karena setiap hari kita melangkah ke ruangan praktikum, PBL, CSL, kita menjadi lupa untuk menikmati setiap gerakan tubuh kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kita secara perlahan-lahan telah menjadi robot bagi rutinitas kita sendiri! &lt;span style="font-style: italic;"&gt;naudzubillah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Padahal kunci dari kebahagiaan sesungguhnya adalah kesadaran! sekali lagi kesadaran! ketika kita menyadari apa yang sedang kita lakukan, ketika kita menyadari apa yang sedang terjadi di sekeliling kita, kita telah membuka diri kita untuk menghirup kebahagiaan.&lt;br /&gt;Seseorang pernah bertanya kepada Sang Budha Gautama tentang bagaimana Sang Budha merasakan kebahagiaan dalam hidupnya, lalu Sang Budha menjawab "kami berdiri, kami duduk, kami makan dan kami berjalan".&lt;br /&gt; Lalu orang itu menyanggah, "tapi bukankah kami juga berdiri, duduk, makan dan berjalan seperti anda?".&lt;br /&gt;Sang Budha menjawab, "ya, tapi ketika saya berdiri saya sadar bahwa saya sedang berdiri, begitu pula ketika makan ,duduk dan berjalan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-teman, cobalah untuk menyadari setiap langkah kita, setiap gerakan tubuh kita, setiap helaan nafas kita, bahkan setiap apa yang kita rasakan. Ketika anda sedang berjalan, sadarlah baahwa anda sedang berjalan, ketika anda sedang belajar sadarilah bahwa anda sedang belajar, bahkan ketika anda sedang marah, sedih atau senang, sadarilah bahwa anda sedang mengalami perasaan itu, sehingga apapun yang anda lakukan adalah murni di bawah kontrol pikiran anda. Dengan menyadari setiap apa yang kita lakukan , setiap apa yang kita rasakan, kita akan menjadi lebih bisa menikmati nikmat-Nya, dan kita akan menjadi lebih bahagia.&lt;br /&gt; selamat mencoba!!  &lt;/div&gt;  &lt;span class="post-author vcard"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-1323415735256257739?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/1323415735256257739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=1323415735256257739' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/1323415735256257739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/1323415735256257739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2008/11/kunci-kebahagiaan.html' title='kunci kebahagiaan'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-9044971549614134407</id><published>2008-11-27T18:45:00.000-08:00</published><updated>2010-05-18T12:44:56.093-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kehidupan sehari-hari'/><title type='text'>ubah caramu menjalani hidup</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;"&gt;Hidup bahagia bukanlah tentang memiliki apa yang kamu harapkan , tapi tentang mengubah jendelamu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; Pernah seorang teman mengeluh kepada saya tentang hidupnya yang selalu dihantui kecemasan, mulai dari nilai-nilainya yang anjlok, teman-temannya yang egois, ibunya yang selalu marah-marah dan masalah-masalahnya yang lain yang katanya ga kunjung abis. Saya ga mungkin sok jadi Dale Carnegie buat ngasih dia wejangan-wejangan tentang persahabatan, atau sok jadi Stephen Covey buat ngasih motivasi... Saya cuma memberitahunya satu hal yang selama ini salah hilang dari pikirannya, yaitu cara pandang yang benar menghadapi dunia.&lt;br /&gt;Selama ini kita selalu saja merasa bahwa hidup itu selalu tidak adil terhadap kita, orang-orang di sekitar kita selalu saja menyakiti kita, apa yang kita raih selalu saja tidak dihargai, bahkan kita sampai berani menggugat Tuhan dengan takdir-Nya... Padahal tidak ada yang salah dengan orang lain, tidak ada yang salah dengan dunia ini, juga tidak ada yang salah dengan takdir-Nya. Yang ada adalah kita selalu saja memandang realitas-realitas di hadapan kita dengan penuh dendam seakan-akan dunia telah menghancurkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan kita berada di dalam rumah yang jendelanya kotor dan berdebu, apapun yang ada di luar rumah akan terlihat kotor dan dan tidak menarik. itulah yang terjadi pada kita saat ini. saat kita memandang dunia, kita kita seakan-akan merasa dunia ini begitu tidak adil terhadap kita. Jadi sebelum anda memandang keluar, bersihkan dulu jendela itu. jendela itu ada dalam pikiran kita dan terwujud dalam cara kita meandang realitas yang ada.&lt;br /&gt;   Ingat, tak ada seorangpun, atau apapun yang bisa menyakiti perasaan kita, kecuali kita mengizinkannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-9044971549614134407?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/9044971549614134407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=9044971549614134407' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/9044971549614134407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/9044971549614134407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2008/11/ubah-caramu-menjalani-hidup.html' title='ubah caramu menjalani hidup'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-6847286842146196722</id><published>2008-11-27T18:44:00.000-08:00</published><updated>2010-05-18T12:45:11.317-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kehidupan sehari-hari'/><title type='text'>tenang saja......</title><content type='html'>Saya bukanlah seorang maestro sepakbola, yang tahu banyak tentang seni sepak bola, atau tentang bagaimana sepak bola bisa menjadi bagian penting dalam sejarah kehidupan budaya manusia. saya mungkin hanyalah seorang penikmat bola, atau jika meminjam bahasa bang ishak ngeljaratan, saya bukanlah seorang pemain, official, apalagi pelatih, bahkan mungkin saya ini cuma bolanya! Saya hanya senang melihat bagaimana sepakbola menjadi bukan hanya sekedar permainan biasa, tetapi menjadi sebuah falsafah hidup. ya, sebuah falsafah hidup!!&lt;br /&gt;Ketika Rusia berhasil menundukkan Belanda di babak perempat final, Guus hiddink dengan dingin dan tenang berujar, "final masih jauh, tenang saja". Ketika jutaan orang di seluruh dunia terpana menyaksikan keperkasaan "beruang-beruang" rusia saat melumat "de oranje", para pengamat bola langsung menyematkan status calon juara kepada skuad berseragam putih itu. Tapi, guss Hiddink dengan kalem berujar "Tenang saja dulu, final masih jauh!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kata-kata ini hanya sekedar begitu saja terlontar spontan dari mulut si meneer, atau mungkin juga hanya diucapkan agar anak asuhnya tidak lupa daratan, tapi kalau kita menyadari arti sesungguhnya dari ucapan ini, sungguh ucapan ini adalah sebuah pelajaran besar.&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari kita, betapa banyak di antara kita yang selalu terburu-buru dalam melakukan sesuatu. betapa, dalam keseharian kita, kita selalu saja merasa dikejar waktu! perasaan kita selalu saja merasa gelisah karena selalu mengkhawatirkan apa yang akan terjadi! kita selalu saja tergesa-gesa dalam melakukan segala hal.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    Dalam hal inilah, kita seharusnya menyimak baik-baik apa yang dikatakan oleh Guss Hiddinnk tadi. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;" tenang saja, Final masih jauh!" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; Ya, si meneer ingin mengajarkan untuk tidak usah bersikap berlebihan atas apa yang akan terjadi besok. Jangan senang berlebihan, gelisah berlebihan, ataupun takut berlebihan. Tenang saja, "ga usah krasak-krusuk" kata orang jawa. tenang saja dan jangan gelisah.&lt;br /&gt;Tenang bukan berarti diam menunggu bola, atau bahkan pasrah menerima apa yang akan terjadi. tapi, tenang berarti anda selalu siap dengan apapun yang akan terjadi, dan tidak bersikap berlebihan. Kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fadlanous&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tenang berarti fokus pada apa yang akan anda lakukan, bukan pada apa yang akan terjadi!&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;Kita harus sadar bahwa apa yang kita takutkan pada dasarnya hanyalah ilusi, kalau bukan fatamorgana. Hidup kita bukan besok, sebentar, lusa ataupun kemarin! Hidup hanya saat ini, menit ini, detik ini. Maka jangan takut pada masa depan, tapi fokuslah untuk melakukan yang terbaik, apapun yang bisa anda lakukan, untuk saat ini! sekarang!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-6847286842146196722?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/6847286842146196722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=6847286842146196722' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/6847286842146196722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/6847286842146196722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2008/11/tenang-saja.html' title='tenang saja......'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1458435308670490486.post-7265243384329824943</id><published>2008-11-27T18:39:00.000-08:00</published><updated>2010-05-18T12:45:22.040-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dialog ke-HmI-an'/><title type='text'>jangan menyerah!!!</title><content type='html'>Beberapa minggu belakangan ini kita banyak disajikan tayangan-tayangan perhelatan piala eropa (euro 2008). Menarik, melihat 16 negara bertarung, sama-sama menampilkan permainan terbaik mereka. yah, walaupun agak keder juga membayangkan kapan ya timnas kita bisa menampilkan permainan seperti itu. Tapi biarlah, setidaknya kita bisa melihat pertandingan sepakbola yang benar-benar "sepakbola". &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nggak &lt;/span&gt;seperti yang ditampilkan klub-klub di indonesia saat ini, bukannya sepakbola, malah sepak wasit, sepak pemain lain.&lt;br /&gt;Ya sudahlah, mari kita melihat pertunjukan-pertunjukan yang ditampilkan para orkestra-orkestra lapangan hijau itu di panggung euro 2008. Banyak partai-partai menarik, partai-partai menegangkan, dan sekaligus menghibur. Kita telah melihat bagaimana portugal yang begitu perkasa di babak penyisihan dihancurkan "der panzer" jerman. Perancis yang difaforitkan sebagai calon kuat jawara eropa justru tampil melempem dan gagal menembus babak penyisihan. Dan yang paling mencengangkan dan patut disimak baik-baik adalah partai "Kroasia vs Turki".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin bukan cuma saya yang terperanjat melihat hasil partai ini. Jutaan pasang mata yang menyaksikan pertandingan ini terperanjat melihat anak-anak asuhan Fatih Terim tampil luar biasa. Bagaimana tidak, setelah bermain imbang di sembilan puluh menit normal, mereka kecolongan oleh gol Ivan Klasnic dimenit ke 119! satu menit lagi babak perpanjangan waktu akan selesai, tapi mereka tidak menyerah. Tepat beberapa detik sebelum wasit meniup peluit akhir, Semih Senturk berhasil mengirim bola ke pojok gawang Kroasia yang tak bisa dijangkau kiper Kroasia, Pletikosa. Gooooll!&lt;br /&gt;Pertandingan terpaksa dilanjutkan dengan drama adu penalti yang dimenangkan oleh Tim Bulan Sabit itu dengan skor 3-1.&lt;br /&gt;Apa yang membuat Turki berhasil bangkit dari ketinggalan danmemenangkan pertandingan? Ya, semangat pantang menyerah! Pantang pasrah sampai peluit terakhir berbunyi-lah yang membuat Turki bisa memenangkan pertandingan. ketinggalan satu gol, sementara waktu tersisa sekian detik tidak mebuat mental pemain-pemain Turki ambruk. Sebaliknya, mereka malah makin bersemangat dan berhasil mencetak gol balasan.&lt;br /&gt;Carut-marutnya kehidupan kita hari ini, nilai akademik yang kacau-balau, belum lagi persoalan-persoalan bangsa kita saat ini terkadang membuat kita berpikir untuk menyerah saja. seringkali kita merasa bahwa kita tidak memiliki kemampuan untuk mengendalikan kehidupan kita. Yang paling parah adalah ketika kita bersikap pasrah dan "melempar tanggung jawab" dengan berujar "serahkan saja pada Tuhan".&lt;br /&gt;Kita seharusnya berkaca dari kesebelasan Turki. Sebelas pemain yang tampil di lapangan, mulai dari kiper sampai striker benar-benar tak kenal kata menyerah! Para pendukung Turki boleh saja terdiam lesu dan lawan tambah bersemangat, tapi mereka tetap konsentrasi pada pertandingan.&lt;br /&gt;Ketika semua orang di sekitar kita tidak lagi mendukung dan telah menyerah, kita harus tetap fight. Kita boleh saja tyerjatuh dan tertinggal di belakang&lt;span style="font-style: italic;"&gt; , but The show must go on bro! &lt;/span&gt;Waktu tak pernah berhenti dan hidup akan terus berlanjut. Ketika anda menyerah dan berhenti anda akan dilindas!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1458435308670490486-7265243384329824943?l=fadlanous.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fadlanous.blogspot.com/feeds/7265243384329824943/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1458435308670490486&amp;postID=7265243384329824943' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/7265243384329824943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1458435308670490486/posts/default/7265243384329824943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fadlanous.blogspot.com/2008/11/jangan-menyerah.html' title='jangan menyerah!!!'/><author><name>fadlanous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10699788451840249639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_cPo4hK2ewnk/SS9-xDer1SI/AAAAAAAAAAM/rkWlc3nDWLs/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
